x

Foto Ilustrasi pintu Menuju Kerajaan Surga

Iklan

Yulianus Degei

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 17 November 2021

Rabu, 24 Mei 2023 06:16 WIB

Harta Bukan Kunci Surga

Tulisan ini mencoba memberi pandangan terhadap sesama tentang cara hidup menuju kehidupan kekal yaitu menuju Kerajaan Allah.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Hari-hari berlalu begitu cepat, tak terasa kini sudah memasuki awal tahun 2023. Ada yang meninggalkan dunia, dan ada yang lahir di dunia. Ada yang pergi, dan ada yang datang. Ada yang dilupakan, dan pula yang tak bisa kita lupakan.

Pada suatu siang tak sengaja ketemu teman lama orang Toraja di kantor Dukcapil. Beberapa jam kemudian jam kemudian ketemu lagi di kantor kelurahan, lalu kami memulai obrolan.

Saya : Kawan sebenarnya kamu sedang urus apa?

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dia   : Saya urus surat kematian

Saya : Untuk siapa?

Dia   : Untuk saya to!

Saya : Saya serius ini kawan!

Dia  : Iya saya juga serius ini kawan. Saya urus surat kematian ini supaya saya muda masuk dalam Kerajaan Surga ketika saya meninggal.

Saya : Ooo…kalau untuk masuk Surga itu tanpa surat kematian juga tidak apa-apa, yang penting kawan kumpul uang banyak-banyak supaya kawan bayar penjaga Pintu Surga untuk masuk. Aman to?

Dia  : Wow…kren juga caranya kawan, tapi setahu saya uang dan harta itu tidak dapat bawah masuk dalam kuburan apa lagi bawah pergi ke Surga.

Saya :  Kawan tahu hal itu dari mana?

Dia  : Tentu dari Alkitab to. Sepertinya kawan tidak pernah baca alkitap ini? Dalam Kitab “Mazmur 49:6-7 mengatakan kan bahwa, 6Adapun akan orang yang harap pada hartanya dan yang bermegah-megah akan banyak kekayaannya, 7bahwa dari pada mereka itu seorangpun tidak dapat menebus saudaranya; tidak dapat dipersembahkannya kepada Allah harga tebusannya.” Saya memahaminya dari ayat ini kawan.

Saya: Oh luar biasa kawan, tapi surat-surat yang kamu urus juga termasuk harta dunia jadi kawan tidak bisa masuk dalam kuburan itu kawan.

Dia : Benar juga kawan, lalu kita harus bagaimana supaya kita bisa masuk dalam Kerajaan Allah?

Saya: Hahaha…katanya rajin baca Alkitab baru tidak tahu cara masuk surga ini, sekarang kamu bunuh diri saja biar kamu masuk surga sebelum dosa bertambah banyak.

Dia  : Aaa…kawan saya serius, jangan bercanda sudah!

Saya: Maaf kawan, tadi itu saya hanya bercanda. Dalam Kitab “Wahyu 22:14  mengatakan bahwa, Berbahagialah mereka yang melakukan perintah-perintah-Nya, sehingga mereka dapat memperoleh hak atas Pohon Kehidupan dan dapat masuk melalui pintu-pintu gerbang kedalam kota.” Sesuai pemehaman saya, ayat ini telah mengatakan cara masuk kedalam Kerajaan Surga secara menyeluruh kawan.

Dia  : Sungguh kawan, saya senang ngobrol dengan kawan, kamu sangat nyambung dengan saya.

Saya : Saya juga merasa lega ngobrol dengan kawan. Lalu pendapat kawan sendiri bagaimana?

Dia  : Pendapat apa?

Saya : Ya terkait cara masuk Kerajaan Allah too!

Dia   : Oh iya, menurut saya itu, kalau kita memiliki kasih, lemah lembut, dan rajin ibadah maka kita dapat memasuki Kerajaan Allah. Lalu menurut kawan bagaimana?

Saya : Menurut saya, kalau kita mau masuk dalam Kerajaan Surga maka kita harus menjaga kaki, tangan dan mulut, setelah itu kita harus pandai dalam mengendalikan hwa nafsu.

Dia   : Lalu bagaimana dengan pikiran, mata, dan telinga kawan?

Saya : Mata untuk melihat baik dan buruk, telinga untuk mendengar baik dan buruk, serta otak untuk berpikir baik dan buruk. Jadi setelah kita melihat, mendengar, dan berpikir hal yang buruk dan kita tidak melakukannya maka kita bebas dari dosa.

Dia : Sangat benar kawan, saya juga sering berpikiran seperti itu.

Saya : Iya kawan, kita yang zaman sekarang ini tidak bisa mengendalikan hawa nafsu jadi saya yakin sekali kalau kita akan masuk naraka semuanya, hahahaha………

Dia  : Hahaha…kawan ini sudah jam 3 sore jadi saya pamit pulang duluan.

Saya : Ok, hati-hati di jalan kawan.

Tanpa terasa hari sudah sore, kamipun saling berpamitan untuk pulang ke peraduan masing-masing.

Dalam menikmati liku kehidupan ini dibutuhkan rasa sabar, ikhlas, semangat yang kuat, lemah lembut, dan kasih yang tebal.

Nabire, 16 Mei 2023

Karya: Yulianus Degei

 

Ikuti tulisan menarik Yulianus Degei lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan