x

Potret senja dan hujan

Iklan

Gilang Ramadhan

Penyair
Bergabung Sejak: 9 Mei 2023

Jumat, 26 Mei 2023 06:08 WIB

Hujan


Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Di satu malam, saat musim hujan. Air turun

menyapa bumi begitu menyakitkan. Tiada peringatan,

tiada harapan yang ada malah kesah karena sesal ingin marah.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

 

Hujan itu marah, menangis, tersedu, dan bingung

Saat siang, dirinya dibakar matahari,

dipatahkan oleh janji. 

 

Saat ingin sekali dirinya membayangkan bahwa

ia adalah kelopak bunga yang baru bersemi

Baru dikagumi, tapi tak akan abadi. 

 

Tak apa,

bukan masalah yang penting aku pernah jadi sesuatu

yang buatmu bahagia saat jadi bunga. 

 

Tapi ini hujan, bukan bunga.

Halusi jauh mengudara menembus mega.

Jatuh dan terbang adalah tugasnya.

Sedang mencintaimu adalah tugasku.

 

Kepada hujan,

terima kasih sudah mengajarkan aku

untuk terus berjuang walau kehadirannya

terkadang tak selalu menyenangkan. 

 

Sudah itu saja.

(2021)

Ikuti tulisan menarik Gilang Ramadhan lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Biomorfik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

1 hari lalu

Terpopuler

Biomorfik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

1 hari lalu