x

Iklan

Christian Saputro

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 18 Juni 2022

Rabu, 31 Mei 2023 07:42 WIB

Kolaborasi Komunitas Arimbi dan Pelukis Dua Generasi Merawat Ingatan Kepada Sang Guru

Pada awal Komunitas Arimbi terbentuk punggawanya; Peng Tjiang, Tommy, S Hartono, Suyanto, Imron, Pujowati, Retno, Gimanmastuo, Arif Eko , Bambang Wiwoho , Kartika dan Koh San. Setelah terbentuk Arimbi anggotanya sering berkumpul dan belajar bersama di Taman Sri Gunting, Kota Lama, Semarang yang jadi markasnya. Arimbi juga sudah mendapat ijin sebagai komunitas seni dari Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Semarang. Pelukis-pelukis yang tergabung di Arimbi kebanyakan melukis dengan media oil on canvas. Anggota aktif berkumpul di Kota Lama belajar bersama dibimbing Peng Tjiang. Selama Arimbi berdiri berkiprah menggelar 4 kali pameran bersama di Hotel dan Café. Pameran kali ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus merayakan kreativitas dan sebagai penanda merawat ingatan kepada Sang Guru Kok Poo.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Sebuah peristiwa budaya menarik  berlangsung 4 – 18 Juni 2023 di Monod Huis, Kota Lama, Semarang, Mengapa kegiatan pameran bersama yang digekar Komunitas Arimbi Semarang ini unik dan menarik ? Pasalnya, pameran yang mengusung tajuk : “Kolaborasi Pelukis Dua Generasi dan Arimbi” ini menggelar eksebisi dua pameran sekaligus tetapi tetap dalam bingkai besar pelukis-pulukis pesertanya merupakan murid dari Kok Poo dengan bintang tamu Trisno Yuwono yang tak lain sahabat seperguruan ketika belajar pada pelukis Dullah.

Kolaborasi ini  salah satu alasannya  ada tautan benang merah kesejarahan.  Sedangkan uniknya, ada dua orang murid Kok Poo yaitu;  Pujowati dan Hari Titut yang juga berguru pada Trisno Yuwono.Yang pertama,  Pameran Seni Lukis 2 Generasi dalam Jejak Karya ditaja di Lantai 1, Gedung Monod Huis, Kota Lama,  memajang karya Trisno Yuwowno Pujowati dan Hari Titut.

Pujowati mengatakan, Pameran 2 Generasi ini sebagai bentuk apresiasi kepada gurunya Trisno Yuwono yang kini berusia 79 tahun. Pameran juga dimaknai sebagai pameran lukisan yang menghadirkan karya-karya dari generasi sebelum era Kemerdekaan dan generasi sesudah era Kemerdekaan. Senior dan Yunior. antara Sang Pendidik dan yang Didik.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

 Selain itu, pameran juga bertujuan untuk pembelajaram sekaligus apresiasi generasi muda terhadap jejak yang yang telah dijalaninya dalam sebuah perjalanan kreatif dan pergulatan yang panjang.

Trisno Yuwono  kelahiran Bojonegoro  ini selain dikenal sebagai pelukis juga merupakan pejuang kemerdekaan.  Trisno Yuwono turut berperang merebut dan mempertahankan Kemerdekaan RI. Trisno turut serta di sejumlah pertempuran. Salah satunya Pertempuran Lima Hari  di Semarang.

Pelukis yang punya nama kecil Lie Xia Yu hingga kini masih aktif membuat sketsa (nyeket), sejak terkena stroke jarang melukis.

Pujowati yang kesehariannya ASN di Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, belajar melukis kepada pelukis Ken Suharto, Kok Poo, dan Trisno Yuwono. Dalam helat  kali ini ikut berpameran  sekaligus sebagai murid Kok Poo dan Trisno Yuwono.

Demikian juga Hari Titut yang memilih jalan hidup sebagai pelukis ikut berpameran sebagai murid Kok Poo juga sekaligus murid Trisno Yuwono.

Penerus Sang Legenda

Sedang di Gedung Monog Huis, Kota Lama, lantai 2   digelar pameran yang memajang puluhan lukisan karya murid  Kok Poo yaitu; Peng Tjiang, Tomy Adjik Susantof ,Giman Mastuwo, Imron, S.Hartono, Sri Parminto dan Suyanto.

https://www.indonesiana.id/admin/foto#

Pelukis-pelukis murid Kok Poo  ini tergabung dalam Komunitas  Arimbi. Kok Poo adalah legenda seni lukis Semarang. Kok Poo mengusung aliran realis yang diperolehnya ketika dia “nyantrik” dengan pelukis Dullah di Sanggar Pejeng, Bali. .  Setelah berkumim di  Semarang, Kok Poo  mempunyai puluhan murid yang belajar melukis  yang asalnya tak hanya dari Kota Semarang.

Aliran realis kemudian berkembang subur menjadi denyut dan warna seni rupa Semarang hingga dikenal julukan lukisan mangga, pisang, jambu, yang merujuk kepada aliran realis.  

Selain itu, pada perkembangannya banyak anak didik Kok Poo yang mampu hidup dari hasil kerja melukisnya. Kok Poo tak cuma menularkan aliran  Dullahisme, melainkan juga bisa membukakan jalan penghidupan bagi murid-muridnya melalui dunia seni ukis.  Ini merupakan sumbangan terbesar Kok Poo, sosok guru seni lukis yang kukuh, pada praktik kreatif seni visual di Semarang.

Salah satu muridnya, S. Hartono berkisah sepeninggal Kok Poo yang wafat pada tanggal 13 Juli 2018 dalam usia 82 tahun.Seusai acara kremasi guru besar Kok Poo,  Hartono berinisiatif  membentuk Komunitas dengan niatan baik mengumpulkan balung pisah. Pada 17 Juli 2018  terbentuklah  Komunitas  Arimbi.

Nama Komunitas ini mengambil nama jalan yang merupakan alamat rumah Kok Poo tinggal yang menjadi tempat mereka belajar melukis.  S, Hartono didhapuk sebagai ketua Arimbi yang pertama. Jadi anggota Komunitas Arimbi punya guru yang jelas. Anggota Komunitas Arimbi sebagai murid Kok Poo bertekad mengembangkan dan mengamalkan ilmu yang didapat.

Pada awal Komunitas  Arimbi terbentuk punggawanya; Peng Tjiang, Tommy, S Hartono, Suyanto, Imron, Pujowati, Retno, Gimanmastuo, Arif Eko , Bambang Wiwoho , Kartika dan Koh San.

Setelah terbentuk Arimbi anggotanya sering berkumpul  dan belajar bersama di Taman Sri Gunting, Kota Lama, Semarang yang jadi markasnya. Arimbi juga sudah mendapat ijin sebagai komunitas seni dari Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Semarang.

Pelukis-pelukis yang tergabung di Arimbi kebanyakan melukis dengan media oil on canvas. Anggota aktif berkumpul di Kota Lama belajar bersama dibimbing Peng Tjiang. Selama Arimbi berdiri berkiprah  menggelar 4 kali pameran bersama di Hotel dan Café.

Pameran kali ini  bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus merayakan kreativitas dan sebagai penanda merawat ingatan kepada  Sang Guru Kok Poo.

Semarang, 15 Mei 2023

Christian Heru Cahyo Saputro (Jurnalis dan Penulis Seni Rupa tinggal di Semarang)

Ikuti tulisan menarik Christian Saputro lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

3 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

3 hari lalu