x

Bila Aku di Posisimu..

Iklan

Acha Hallatu

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 November 2021

Minggu, 11 Juni 2023 13:51 WIB

Bila Aku di Posisimu

Aku tak sekuat sesakit kamu..

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Yang tampak ceria tak selalu sedang bahagia...

Anggun baru saja kehilangan keperawanannya setelah tidur bersama pria bajingan yang merayunya berulang kali. Mengatakan iya pada setiap permintaan pria bajingan itu atas nama cinta. Awal bulan Oktober pria itu sulit dihubungi dan dimintai pertanggungjawaban setelah Anggun mengandung bayinya.

Siska hanya seorang bocah lucu berusia 8 tahun yang tidak mengerti kenapa setiap malam kedua orangtuanya bertengkar. Ayahnya memecahkan piring setiap kali mengamuk. Dan Ibunya menyuruh Siska membaca buku cerita favoritnya dan mengunci kamar. Siska tumbuh menjadi anak yang sangat pemarah dan anti-sosial.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Bella dikeluarkan dari sekolahnya setelah menunggak biaya uang sekolah selama 5 bulan. Malam itu dia berniat menjatuhkan dirinya ke danau.

Stevanus ditertawakan teman-temannya karna tidak bermain basket dan dianggap cupu. Dia memilih duduk sendirian dan menonton pertandingan basket itu di koridor sekolah. Dia memiliki riwayat asma yang tidak diketahui banyak orang.

Bram diputusin pacarnya malam itu setelah menolak meminum kopi yang dipesan oleh pacarnya. Pacarnya bahkan tidak tahu kalau Bram mengidap GERD. Bram membujuk dan merayu pacarnya, lalu dia pulang dengan rasa kenyang dari makian pacarnya.

Vina baru saja kehilangan Ayahnya setelah sembilan bulan merawat Ayahnya yang mengidap leukimia. Airmatanya jatuh berulang kali setiap hari, tembok kamarnya jadi saksinya.

Robby baru saja menerima surat pemutusan hubungan kerja dari atasannya. Dia melempar senyum manisnya untuk terakhir kalinya. Lalu di sepanjang jalan di atas motornya dia tidak berhenti menangis sambil berpikir apa yang harus dia lakukan untuk biaya pengobatan Ibunya yang mengidap diabetes.

Ini hari terburuk bagi Evi. Saat dirinya fokus dengan sidangnya, tiba-tiba tangisnya pecah setelah menerima panggilan suara dari saudara kandungnya. Ibunya meninggal saat perjalanan menuju ke rumah akibat ulah supir truk yang mengantuk. Kini dirinya yatim-piatu.

Andre mahasiswa terpintar yang disukai banyak dosen. Semua temannya iri dan ingin menjadi asisten dosen seperti dirinya. Mereka melihat kesempurnaan dari apa yang terlihat dari luarnya, Andre. Nyatanya, setiap bulan Andre dijadwalkan untuk cuci darah oleh dokter pribadinya demi bertahan hidup.

Erik harus berurusan dengan polisi setelah tidak sengaja menampar istrinya. Mereka baru saja dikarunia anak kedua berjenis kelamin pria yang lucu. Damai sejahtera Natal di bulan Desember dirampas oleh amarahnya. Dia lelah bekerja dan ingin sedikit diberi perhatian dari istri yang sangat dia cintai.

Jesika dihamili Ayah tirinya lalu dituduh oleh Ibu kandungnya merebut pria bejat itu dari Ibunya. Jesika diusir dari rumah oleh Ibunya. Ayah tirinya akan membawanya pulang jika dirinya mau melayani nafsu bejat Ayah tirinya. Tubuh Jesika dingin sedingin malam itu saat dia memutuskan untuk menelan beberapa kamper.

Mereka ingin tersenyum. Sayangnya, realita merampas sejahtera itu. Imajinasi terlalu tinggi, bahagia dan tawa sebuah kemustahilan. Diam dan bersembunyi di balik topeng. Garis wajah itu sangat terlihat jelas. Apakah sedang berpura-pura bahagia? Mereka memang ahlinya, suka menipu. Beribu cara sembunyikan sendu.

Tembok pertahanan runtuh..

Bila aku di posisimu, ku tak akan bisa.

Aku tak sekuat sesakitmu.

Bisakah kita belajar berempati pada seseorang? Mereka baru saja melewati hari buruknya. Bisa jadi saat kamu bertanya hal sederhana seperti kabarnya, dia tersentuh dan airmatanya jatuh. Karna sebulan terakhir tidak ada yang menanyakan kabarnya. Kita baru saja menyelamatkan seseorang dari rasa sakitnya. Walau sembuh pun butuh waktu.

Perhatikan garis wajahnya, mereka tersenyum.

Lalu mereka mendoakanmu. Lihat bagaimana mereka menjalani hari-harinya setelah semesta mempertemukan kita dengan mereka. Mereka kembali berapi, lihatlah. Kita berhasil membuat mereka “hidup” kembali.

Sekali lagi, belajarlah berempati. Lihat dan perhatikan sekitar. Mereka adalah kita.

Ikuti tulisan menarik Acha Hallatu lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan