Yayasan Ayo Indonesia Perkenalkan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi Terpadu Kepada Pemerintah Desa

Selasa, 20 Juni 2023 19:23 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Pengentasan kemiskinan melalui pengembangan bisnis hortikultura di Kabupaten Manggarai sangat masuk akal sebab potensi lahan, air, iklim, dan pasar memungkinkan. Pemerintah Desa perlu didorong untuk memberi perhatian pada pengembangan agribisnis di desa-desa sehingga kebijakan penggunaan dana desa diarahakan kepada upaya pemberdayaan ekonomi petani, khususnya petani muda. Flores semakin berkembang di sektor jasa Pariwisata saat ini maka para petani harus menjadi penerima keuntungan dari situasi tersebut dengan menyediakan aneka jenis sayur-sayuran dan buah-buahan.

Pertemuan Masyarakat Desa Terong

Yayasan Ayo Indonesia memperkenalkan Pendekatan dan Model Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi secara terpadu kepada Pemerintah dan Masyarakat Desa Terong, Jumaat (16/6/2023)

Yayasan Ayo Indonesia dan Pemerintah Desa Terong menyelenggarakan pertemuan informal untuk bagi pengalaman pemberdayaan sosial ekonomi petani guna mengatasi kemiskinan, pada Jumaat, 16/6, di aula Kantor Kepala Desa. Pertemuan sehari ini diprakarsai Yayasan Ayo Indonesia dan dihadiri 30 orang. Mereka yang hadir terdiri dari aparat Pemerintah Desa Terong, Penjabat Kepala Desa Persiapan Bea Terong, Badan Permusyawaratan Desa Terong, Pengurus Kelompok Disabilitas, Ketua Pengembangan Sosial Ekonomi Paroki Narang, utusan Kelompok Wanita Tani,  Kelompok Tani, tokoh masyarakat dan orang muda.

Pertemuan ini bertujuan mendorong Pemerintah Desa  Terong untuk mereplikasi Pendekatan dan Model Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi yang dikembangkan oleh Yayasan Ayo Indonesia ke dalam Kebijakan Pembangunan Desa.

 

Kepala Desa Terong

Theodorus Atong, Kepala Desa Terong, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai-NTT

 

Theodorus Atong, Kepala Desa Terong dalam kata sambutannya pada pertemuan tersebut mengatakan bahwa Pemerintah Desa terong sejak 2 tahun lalu bekerja sama dengan Yayasan Ayo Indonesia pada program pemberdayaan sosial ekonomi petani secara terpadu melalui pengembangan hortikultura (sayur-sayuran dan buah-buahan), penyebarluasan informasi kesehatan dasar (sanitasi) dan pedampingan petani di lapangan. Pemerintah Desa Terong, Kata Atong, dalam kerangka kerjasama dengan Yayasan Ayo Indonesia telah menyelenggarakan suatu pelatihan tentang bisnis hortikultura dengan pendekatan organik yang menerapkan sistem pemasaran berjaringan dan menyediakan benih aneka jenis sayur-sayuran bagi 13 kelompok tani di 13 Rukun Tetangga (RT). Sejauh ini, dia mengaku, ada 5 kelompok yang terus menanam sayur-sayuran meski dalam skala kecil untuk tujuan pemenuhan kebutuhan sayur-sayuran sehat-bergizi di keluarga dan sebagian mereka jual.

Pemerintah desa Terong, tambah Atong, akan terus mendorong masyarakatnya menanam sayur-sayuran dan buah-buahan secara kontinyu untuk peningkatan ekonomi dengan memanfaatkan lahan kering yang masih cukup luas demi mencapai visi Desa Terong, yaitu Berjuang Bersama Mewujudkan Desa Terong yang maju, unggul dan sejahtera.

Rikhardus Roden Urut, Manager Program  di  Yayasan Ayo Indonesia  pada pertemuan informal itu mempresentasikan tentang perubahan yang dihasilkan dari implementasi program pemberdayaan sosial ekonomi bersama 793 orang peserta program pada 10 tahun terakhir. Yayasan Ayo Indonesia, jelas Rikhar, telah berhasil mendorong mereka untuk menjual komoditi sorgum, sayur-sayuran,  kopi yang dihasilkan dari cara pengolahan paska panen berstandart serta tempe yang diusahakan dengan pendekatan UMKM sebagai sumber penghidupan. Total penjualan komoditi dan produk dari mereka pada periode program 2022/2023 mencapai 1.02 miliar rupiah. Dia menjelaskan perubahan yang berarti ini merupakan buah dari upaya-upaya edukasi dalam program, antara lain, pelatihan-pelatihan tehnis dan motivatif, memfasilitasi kunjungan belajar dari para petani yang usahanya masih berskala kecil kepada petani sukses, mengembangan sistem pemasaran berjaringan serta menerapkan pendampingan lapangan dengan cara lejong (bertamu/bertemu/berdiskusi/refleksi).

Ke depannya, ungkap Rikhard, Yayasan Ayo Indonesia atas dukungan Missionprokur SVD Steinhausen Swiss akan melakukan suatu survey pasar di Cancar, Ruteng, Lembor dan Borong untuk mengetahui perilaku pasar khususnya terkait permintaan dan suplai. Informasi atau data yang diperoleh dari survey ini, tutur Rikhard, akan menjadi pedoman dalam menentukan jenis sayur yang harus ditanam, pola dan waktu tanam yang tepat (market oriented) dari para peserta program sehingga 3 K, yaitu Kontinyu, Konsisten dan Kualitas dalam kegiatan produksi menjadi budaya bertani.  Dengan cara kerja demikian, lanjutnya, petani-petani kita bisa bersaing dengan petani-petani dari luar daerah yang tampaknya menguasai beberapa jenis sayur-sayuran di Pasar Ruteng, Lembor, Borong dan Cancar bahkan juga di pasar labuan bajo. Petani-petani manggarai kelihatannya kurang mampu bersaing, padahal usaha-sayuran sangat menjanjikan untuk mengatasi persoalan kemiskinan di Manggarai, jumlah orang miskin menurut data BPS Tahun 2022 sebanyak 69.680 jiwa, pengeluran mereka per bulan nilainya di bawah Garis Kemiskinan ( kurang dari Rp535.547,00).

Florianus Rasi, Distrcit Officer Program Advokasi di Yayasan Ayo Indonesia yang diberikesempatan untuk berbicara tentang Permendesa PDTT Nomor 8 Tahun 2023 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2023 berpendapat bahwa apa yang dilakukan oleh Yayasan Ayo Indonesia dalam pendampingannya selama ini sejalan dengan Permendesa PDTT Nomor 8 Tahun 2023, misalnya, Yayasan Ayo Indonesia selalu mendorong dan memberikan dukungan kepada petani untuk menjadikan usaha pengembangan horti sebagai sumber pendapatan utama. Selain itu, Ayo Indonesia juga  sudah sedang berupaya membagun sumber daya manusia petani dengan memberikan motivasi dan pengetahuan, agar petani mampu bangkit dan memiliki kapasitas dalam bertani.

Dia menambahkan, Permendesa PDTT Nomor 8 tahun 2023 mengamanatkan agar Dana Desa diarahkan untuk pemulihan ekonomi masyarakat setelah masa pandemi Covid 19 berakhir, penanganan bencana alam, dan non alam. Ini semua sudah dikerjakan oleh Ayo Indonesia selama ini sehingga tidak ada salahnya jika pihak terkait, misalnya Pemerintah Desa untuk mengadopsi praktek baik yang telah dilaksanakan oleh Yayasan Ayo Indonesia ini pada program pemberdayaan sosial ekonomi secara terpadu  di level desa.

Pada sesi penyampaian tanggapan dari pemangku kepentingan di Desa Terong, Bernadus Gatot Paino, Ketua PSE Paroki Narang mengatakan bahwa apa yang sudah sedang dikerjakan oleh Yayasana Ayo Indonesia bersama Pemerintah Desa dan para petani sesuai dengan komitmen Gereja Keuskupan Ruteng pada Tahun 2023 yang dicanangkan sebagai Tahun Pastoral Ekonomi Berkelanjutan SAE (sejahtera,adil,ekologis). Bahkan untuk menjamin ketahanan pangan di Desa Terong, PSE Paroki Narang telah lejong (berdiskusi) dengan Kepala Desa Terong dan staf lapangan dari Yayasan Ayo Indonesia untuk mengembangkan sorgum di Stasi Woang dan Stasi Wae Cepang.

Pada akhir kegiatan pertemuan informal itu, Kepala Desa Terong, Wakil dari BPD, Ketua PSE Paroki Narang, dan Wakil dari kelompok tani disaksikan oleh Yayasan Ayo menandatangani dokumen komitmen yang isinya, antara lain, Bidang Ekonomi dan Pangan : 1) Pengembangan hortikultura dan pangan lokal (sorgum) untuk Tujuan ekonomi, Ekologi dan Gizi (mencegah stunting),2) Mendorong petani khususnya petani usia produktif untuk mengembangan wirausaha hortikultura secara organik,3) Memberi perhatian pada peningkatan ekonomi dari kelompok-kelompok rentan, seperti Kelompok Tani Wanita (KWT), Para Penyandang Disabilitas dan Keluarga-Keluarga dari Para Penyandang Disabilitas.dan 4) Meningkatkan Kapasitas petani tentang melek keuangan

Bidang Kesehatan: 1) Menyadarkan masyarakat tentang kesehatan melalui upaya preventif, seperti penyuluhan-penyuluhan tentang Gizi, Stunting, Sanitasi (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat/STMBM), Informasi tentang bahaya HIV/Aids dan pengolahan makanan bergizi. dan 2) Gerakan membangun kebun Gizi di setiap Rumah Tangga dan pelatihan pengolahan pangan lokal (sorgum) untuk mencegah stunting.

Bidang Lingkungan Hidup: 1) Mengupayakan aksi ekologis dengan kegiatan konservasi air dan mengurangi lahan kritis melalui penanaman pohon, 2) Mengembangkan Pertanian Organik Karbon untuk mengatasi dampak Perubahan Iklim, dan Menyadarkan masyarakat tentang bahaya dari Perubahan Iklim.

Penyerahan Dokumen Komitmen

Rikhardus Roden Urut, Yayasan Ayo Indonesia menyerahkan dokumen Komitmen kepada Kepala Desa Terong

 

Kepada para peserta pertemuan Theodorus Atong, menegaskan bahwa kegiatan-kegiatan yang termuat dalam dokumen komitmen ini akan didiskusi pada Musrenbangdes untuk penyusunan RKPDes dan APBDes Desa Terong Tahun 2024. Sedangkan dalam pelaksanaannya nanti kita menerapkan pendekatan kolaborasi, pelibatan pihak-pihak, seperti orang-orang muda, kelompok-kelompok tani, kelompok perempuan, tokoh agama, PSE Paroki Narang, dan Yayasan Ayo Indonesia

 

 

Bagikan Artikel Ini
img-content
Rikhardus Roden

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua