x

Anime

Iklan

Demas Dewa Reswara

Ordinary Writer
Bergabung Sejak: 7 April 2023

Senin, 26 Juni 2023 19:58 WIB

Mengapa Wibu Sering Disebut Bau Bawang?

Kamu pasti pernah mendengar orang-orang menyebut Wibu dengan sebutan bau bawang, bukan? Tapi, apa sebenarnya yang membuat mereka sering dijuluki seperti itu? Apakah hanya gurauan semata atau ada alasan yang lebih mendalam?

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Kamu pasti pernah mendengar orang-orang menyebut Wibu dengan sebutan "bau bawang", bukan? Tapi, apa sebenarnya yang membuat mereka sering dijuluki seperti itu? Apakah hanya gurauan semata atau ada alasan yang lebih mendalam? Let's dive in!

Sebelum kita lanjut, perlu diingat bahwa istilah "Wibu" atau "Weabo" ini merujuk kepada mereka yang menggemari budaya pop Jepang, seperti anime, manga, atau musik J-Pop. Banyak dari mereka yang aktif di media sosial dan terlibat dalam komunitas-komunitas online atau juga offline. Tapi, mengapa mereka sering dikaitkan dengan bau bawang?

Pertama-tama, perlu diakui bahwa julukan ini sebenarnya berasal dari stereotip dan prasangka negatif yang tidak seharusnya ada. Seiring dengan meningkatnya popularitas budaya Jepang di Indonesia, muncul pula stigma yang kurang mengenakkan terhadap para penggemar budaya tersebut. Salah satu alasan utama di balik julukan "bau bawang" ini adalah persepsi umum bahwa Wibu jarang keluar rumah dan lebih suka berdiam di dalam kamar mereka.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Mereka sering menghabiskan waktu dengan menonton anime, membaca manga, atau bermain game Jepang. Karena itu, stereotip berkembang bahwa mereka kurang menjaga kebersihan pribadi mereka, sehingga dianggap "bau" atau tidak segar. Namun, sebenarnya, pandangan ini sangat keliru. Tidak semua Wibu seperti itu. Lantaran setiap orang pasti memiliki preferensi kehidupan yang berbeda-beda, dan tidak mungkin satu orang dengan orang lainnya memiliki kesamaan yang 100% mirip.

Selain itu, julukan "bau bawang" juga bisa dipahami sebagai sindiran terhadap minat yang dianggap tidak mainstream atau di luar norma. Budaya Jepang, terutama anime, masih dianggap "aneh" oleh sebagian orang, sehingga sering kali mendapat perlakuan tidak adil. Pemberian julukan ini adalah salah satu bentuk ejekan yang mencoba merendahkan minat atau hobi seseorang. Namun, penting untuk diingat bahwa tidak ada yang salah dengan memiliki minat atau hobi tertentu, asalkan tidak merugikan orang lain.

Mari kita akhiri stigma atau stereotip buruk tersebut kepada orang lain. Mari kita hadirkan kebaikan dan dukungan satu sama lain, tanpa menghakimi orang hanya berdasarkan minat atau hobinya. Setelah semua, kebahagiaan dan kebebasan untuk menyukai hal-hal yang kita cintai adalah hak setiap orang, bukan?

Ikuti tulisan menarik Demas Dewa Reswara lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

3 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

3 hari lalu