x

Tempat Bayar Zakat yang Mudah Ditemukan di Masyarakat

Iklan

Lutfiatul Ulfa Agnesa

Mahasiswi Ekonomi Syariah UIN Sunan Ampel Surabaya
Bergabung Sejak: 10 Juli 2023

Senin, 10 Juli 2023 19:57 WIB

Fenomena Less Cash Society; Muzakki Millenial Beralih ke Zakat Digital

Banyak lembaga zakat yang bekerja sama dengan lembaga start up yang menyediakan layanan pembayaran zakat secara online.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Perkembangan dan penggunaan teknologi dewasa kini semakin tidak terbendung. Perkembangan dan perubahan yang sangat cepat mengharuskan kita terbiasa dengan yang namanya teknologi. Oleh karena itu, bagi siapa saja yang tidak bisa beradaptasi dengan teknologi, maka ia akan tertinggal. Teknologi kini mulai mempengaruhi beberapa sektor dan perlahan beralih ke arah digitalisasi, seperti di sektor pendidikan, industri, transportasi, pariwisata, kesehatan, perdagangan, pertanian, jasa keuangan dll. Hal ini pun menimbulkan beberapa dampak di masyarakat, baik dampak positif maupun negatif. Dan ditanggapi dengan beraneka ragam oleh masyarakat.

Salah satu yang mulai beralih ke ranah digitalisasi adalah di jasa keuangan. Di jasa keuangan sekarang sudah mulai menggunakan aplikasi dan mereka menawarkan produknya melalui aplikasi tersebut. Dengan datangnya aplikasi semacam ini, dipastikan akan memudahkan masyarakat yang ingin menggunakan jasanya. Apalagi didukung dengan adanya internet yang sebagian besar bidang usaha dan jasa memanfaatkan perkembangan teknologi dengan menyediakan sistem online.

Pengaruh teknologi dan adanya internet ini juga dimanfaatkan oleh lembaga pengelola zakat. Fenomena Less Cash Society yang terkenal di kalangan generasi Z menambah popularitas pembayaran digital. OPZ memanfaatkan fenomena ini dengan menggalakkan gerakan digitalisasi zakat. Banyak lembaga zakat yang bekerja sama dengan lembaga start up yang menyediakan layanan pembayaran zakat secara online salah satunya yaitu LAZ Rumah Zakat. Rumah Zakat berkolaborasi dengan beberapa start up online shop seperti Blibli.com, Elevania, dan Tokopedia. Dengan digandengnya beberapa start up online shop, diharapkan para muzakki millenial lebih mudah untuk menyalurkan zakatnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Zakat memang salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh seorang muslim apabila kita mampu dan mempunyai kelebihan harta yang telah mencapai nisab dan haul. Dengan timbulnya berbagai macam teknologi dan mulai maraknya fenomena less cash society mengharuskan zakat kini mulai beralih ke digital. Selain lebih mudah, ini juga merupakan bentuk inovasi keuangan syariah khususnya zakat untuk meningkatkan produktivitas ekonomi di Indonesia. Selain itu, apa saja alasan generasi millenial lebih memilih menyalurkan zakatnya melalui digital platform zakat? Disini ada beberapa alasan generasi millenial lebih memilih menyalurkan zakatnya melalui digital platform  zakat seperti yang pernah kami lakukan beberapa minggu lalu di lingkungan mahasiswa FEBI UIN Sunan Ampel Surabaya.

Pertama, pengumpulan zakat yang mudah. Generasi millenial pastinya menginginkan sesuatu yang praktis dan cepat. Melalui digital platform zakat, mereka cukup mengklik beberapa kali dan zakatnya sudah tersalurkan. Berbeda dengan mengharuskan untuk mengumpulkan zakat ke lembaga pengelola zakat atau memberikan langsung kepada orang penerima zakat. Hal itu akan memakan waktu dan tenaga apalagi bagi mereka yang sibuk bekerja. Maka tak jarang bagi mereka yang sibuk bekerja lupa akan kewajibannya membayar zakat. Dengan digital platform zakat, pastinya mereka akan sangat terbantu.

Kedua, proses cepat dan otomatis. Sudah tentu jika kita memakai digital platform zakat maka pemrosesan sangatlah cepat tidak perlu mengantre selama beberapa menit. Hal ini dinilai lebih menghemat waktu daripada dengan proses secara manual. Hal ini juga disenangi oleh para millenial karena mereka mengingkan proses yang cepat dan mudah.

Ketiga, peningkatan transparansi. Melalui digital platform zakat, kita bisa mengetahui pengelolaan dana zakat itu untuk apa saja. Kita bisa malacak atau memantau bagaimana dana itu diarahkan dan digunakan ke dalam program-program yang tepat. Dengan begitu, kita jadi lebih tau apakah zakat yang sudah kita bayarkan benar-benar diterima kepada para mustahiq. Dan dengan ini pula, maka akan minim penyelewengan atau penyalahgunaan.

Keempat, pengurangan biaya administrasi. Dengan menggunakan digital platform, lembaga pengelola zakat bisa meminimalisir biaya-biaya administrasi. Seperti pengumpulan, pemrosesan, dan pelaporan zakat. Ini juga bisa membantu efisiensi pengelolaan dana zakat secara keseluruhan.

Kelima, skala yang lebih besar. Melalui digital platform zakat, kita bisa menjangkau para muzakki lebih banyak. Hal ini baik dilakukan karena kesempatan untuk menyalurkan zakat kepada orang yang berhak menerima jauh lebih banyak dan tidak bertumpu kepada satu daerah saja sedangkan daerah yang lain masih banyak orang yang kurang berkecukupan.

Keenam, aksebilitas lebih baik. Ketika kita bingung mau menyalurkan zakat kita kemana dan takut salah sasaran, maka peran digital platform disini sangat membantu. Dengan digital platform, para muzakki dapat dengan mudah mengakses informasi dan melakukan transaksi zakat darimana saja dan kapan saja.

Ketujuh, kecepatan dan kenyamanan. Sudah disinggung sebelumnya, bahwa dengan menggunakan digital platform zakat maka proses dalam menunaikan zakat itu menjadi lebih cepat. Dan bisa jadi proses tersampainya kepada para mustahiq jauh lebih cepat daripada melalui lembaga pengelola zakat.

Dengan alasan-alasan diatas, generasi millenial jelas lebih memilih menyalurkan zakatnya melalui digital platform zakat daripada secara manual. Karena generasi millenial ini adalah generasi yang paham akan digital, ingin serba cepat, instan, dan mudah. Dengan berkembangnya teknologi, maka diciptakanlah digital platform zakat ini untuk membantu meningkatkan perekonomian di Indonesia serta turut mendukung inovasi di bidang keuangan syariah. Melalui digital platform ini, diharapkan semakin banyak para muzakki millenial menyalurkan zakatnya melalui media digital. Dan dengan media platform zakat ini, diharap mampu membantu pemerataan zakat di seluruh daerah di Indonesia.

Ikuti tulisan menarik Lutfiatul Ulfa Agnesa lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler