x

Iklan

Muhammad Syafi'i Nurullah

Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia dan Content Writer berpengalaman
Bergabung Sejak: 4 Juni 2022

Selasa, 22 Agustus 2023 17:56 WIB

MH Mobile Karya Awardee SATU Indonesia Awards Mengubah Permainan Melawan Penyakit Kusta

Dikembangkan oleh Ronal, seorang dosen di STIKes Kepanjen dan lulusan Magister dari Universitas Airlangga, MH Mobile telah mengambil langkah signifikan sejak dimulai pada 13 Februari 2020. Seperti ini ulasannya.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Sebuah inovasi baru bernama MH Mobile telah hadir untuk membantu penderita kusta, keluarga mereka, tenaga kesehatan, Puskesmas, dan Dinas Kesehatan dalam memerangi penyakit ini. Aplikasi ini menjadi solusi yang menjembatani berbagai pihak dalam mengatasi tantangan penyakit kusta.

Dikembangkan oleh Ronal, seorang dosen di STIKes Kepanjen dan lulusan Magister dari Universitas Airlangga, MH Mobile telah mengambil langkah signifikan sejak dimulai pada 13 Februari 2020. Inisiatif Ronal yang aktif dalam berbagai bidang, termasuk sebagai pembicara di Rumah Sakit, perawat pendamping ke luar negeri, dan penulis di media online serta jurnal internasional terakreditasi, membawa aplikasi ini ke arah yang semakin baik.

Keterlibatan berbagai pihak, termasuk Kemendikbud DIKTI, berbagai institusi pendidikan tinggi seperti STIKes Kepanjen dan Poltekkes Malang, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, dan SATU Indonesia Awards telah memberikan kontribusi penting dalam mengembangkan MH Mobile. Inovasi ini tidak hanya mendapatkan perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI), tetapi juga telah dipublikasikan melalui media massa seperti Jatim TIMES, jurnal nasional terakreditasi, seminar internasional, dan bahkan jurnal internasional terindeks Scopus Q4.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pendanaan untuk pengembangan MH Mobile juga didukung oleh Kementerian Pendidikan DIKTI, yang memberikan hibah sebesar 20 juta untuk Penelitian Dosen Pemula. Hibah ini diberikan selama enam bulan, bersama dengan izin dan pengenalan aplikasi kepada masyarakat. Setelahnya, program ini berlanjut melalui kontribusi swadaya. Kerja sama singkat dengan LSM Belanda juga berkontribusi dalam proses pemberdayaan.

Ide mendasar dari inovasi ini muncul dari pelajaran sejarah bahwa Rasulullah SAW pernah makan bersama penderita kusta, menunjukkan pentingnya merangkul dan membantu mereka. Dari sini, MH Mobile bertujuan untuk mengatasi stigma negatif terhadap penderita kusta dan memberikan perhatian yang lebih baik kepada mereka.

Tingkat kepatuhan minum obat yang rendah dan kurangnya dukungan medis karena kurangnya informasi yang terbaru menjadi masalah serius. Dengan banyaknya penderita kusta yang masih ada, terutama dalam konteks new normal dan penerapan social distancing, Ronal merasa terdorong untuk menciptakan solusi yang membantu menurunkan angka penderita kusta.

MH Mobile memberikan solusi praktis bagi para penderita kusta. Melalui aplikasi ini, mereka dapat dengan mudah meminta obat, baik untuk pengiriman maupun pengambilan langsung di puskesmas. Pendekatan berbasis teknologi ini juga mendukung penderita dengan pengingat minum obat, informasi mengenai efek samping obat, perawatan diri, konfirmasi kehadiran, serta pengetahuan mengenai kusta. Aplikasi ini juga menyediakan informasi dan wadah untuk prakarya serta jual beli hasil karya para pengguna.

Keluarga penderita juga memiliki peran penting dalam inisiatif ini. Mereka dapat memantau kepatuhan minum obat penderita dan berkomunikasi melalui fitur pesan di aplikasi. Tenaga kesehatan juga mendapatkan manfaat dari MH Mobile, dengan kemampuan untuk mengawasi kepatuhan minum obat, melakukan konsultasi, dan memberikan informasi seputar kusta melalui pesan teks, panggilan suara, atau video call.

Aplikasi MH Mobile juga memiliki dampak lebih luas, dengan Dinas Kesehatan dapat memantau penderita kusta dengan lebih intensif dan mudah. MH Mobile menjadi media penting dalam upaya melawan penyebaran penyakit kusta.

Dengan melalui tahapan dari ide hingga implementasi, MH Mobile menjadi aplikasi revolusioner yang merangkul berbagai pemangku kepentingan dalam upaya memerangi penyakit kusta. Dengan demikian, inovasi ini tidak hanya memberikan solusi praktis bagi penderita, tetapi juga berkontribusi pada perubahan sosial yang positif dalam memandang penyakit kusta dan penderitaannya.

 

 

 

 

 

 

Ikuti tulisan menarik Muhammad Syafi'i Nurullah lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu