x

Iklan

Muhammad Syafi'i Nurullah

Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia dan Content Writer berpengalaman
Bergabung Sejak: 4 Juni 2022

Rabu, 23 Agustus 2023 18:28 WIB

Program Bank Sampah Bojonegoro: Mewujudkan Perubahan melalui Inovasi Digital dan Kolaborasi

Kabupaten Bojonegoro memiliki wilayah yang luas, terdiri dari 28 kecamatan dan 430 desa serta kelurahan. Oleh karena itu, keberadaan aplikasi Bank Sampah Digital sangat dibutuhkan. Seperti ini kisah Edwin Fernanda Abhipraya merintis inovasinya.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Sebagai respons atas meningkatnya volume sampah yang terjadi akibat pertumbuhan populasi dan proyek pengolahan minyak bumi, Kabupaten Bojonegoro telah meluncurkan Program Bank Sampah yang dirintis oleh Drs. Nurul Azizah, MM, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro. Program ini memiliki misi utama untuk mendirikan unit Bank Sampah di 28 kecamatan dan 430 desa di seluruh wilayah kabupaten.

Program Bank Sampah ini muncul karena pertumbuhan populasi yang semakin masif, terutama seiring dengan pelaksanaan proyek Obyek Vital Negara dalam sektor pengeboran dan pengolahan minyak bumi. Fenomena ini membawa dampak langsung berupa peningkatan signifikan dalam jumlah sampah, yang tidak sejalan dengan ketersediaan lahan untuk tempat pembuangan akhir sampah.

Saat ini, telah terbentuk 168 kelompok Bank Sampah di 19 kecamatan dan 164 desa, yang memiliki tugas krusial dalam pemilahan sampah serta penjualan langsung berdasarkan beratnya dalam kilogram. Sampah-sampah tersebut termasuk berbagai jenis, mulai dari gelas, botol air mineral, kardus, kertas, besi, tembaga, aluminium, hingga bahan lainnya. Selain aktivitas pemilahan, kelompok-kelompok Bank Sampah ini juga menjalani pelatihan produk daur ulang guna menambah nilai tambah pada barang-barang bekas.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Momen ini menjadi kesempatan emas bagi pemberdayaan kelompok-kelompok Bank Sampah yang didominasi oleh ibu rumah tangga dan remaja putri. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan anggota, tetapi juga menciptakan peluang lapangan kerja di tingkat desa, yang diinisiasi oleh kelompok-kelompok Bank Sampah ini.

Terkait dengan pengelolaan data dari 168 kelompok Bank Sampah, Kabupaten Bojonegoro menciptakan solusi inovatif berupa aplikasi Bank Sampah Digital. Aplikasi ini memungkinkan pengelolaan data secara digital, menghasilkan informasi yang mudah dipahami dalam bentuk matriks, serta mempercepat proses evaluasi terhadap fluktuasi dan nilai transaksi.

Kabupaten Bojonegoro memiliki wilayah yang luas, terdiri dari 28 kecamatan dan 430 desa serta kelurahan. Oleh karena itu, keberadaan aplikasi Bank Sampah Digital menjadi suatu langkah progresif dalam mengatasi kendala akses dan jarak. Pengujian aplikasi dimulai sejak akhir tahun 2020, dan peluncurannya secara resmi hadir pada Hari Peduli Sampah Nasional pada 23 Februari 2022.

Program aplikasi Bank Sampah Digital tidak hanya memberikan dampak positif bagi anggota kelompok Bank Sampah, tetapi juga mendukung Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro dalam menganalisis data dengan lebih akurat. Pemkab Bojonegoro memberikan dukungan penuh terhadap program ini dan berkolaborasi dengan ahli IT untuk mengoptimalkan kualitas aplikasi.

Dalam upaya mendukung program ini, Bank Jatim turut berperan penting dengan menyediakan ID Card bagi anggota kelompok Bank Sampah Digital. Ini memungkinkan mereka untuk melakukan transaksi melalui Virtual Account di bank tersebut. Selain itu, bantuan berupa pinjam pakai kendaraan roda tiga telah disediakan bagi 168 kelompok Bank Sampah untuk membantu dalam pengangkutan sampah. Tidak ketinggalan, program ini juga mendapatkan apresiasi penuh dari SATU Indonesia Awards atas dampak yang berhasil diberikan kepada masyarakat dan lingkungan.

Di tengah perjalanan program ini, sosok yang tak terpisahkan adalah Edwin Fernanda Abhipraya, Ketua Tim IT Bank Sampah Digital Bojonegoro. Sebagai mahasiswa jurusan Teknik Sipil Universitas Bojonegoro, Edwin telah memberikan kontribusi berarti dalam menciptakan solusi digital yang revolusioner. Keuletannya dalam belajar secara otodidak melalui saluran YouTube, di bawah bimbingan Bapak Eddy Siswanto, seorang mantan wartawan senior di televisi lokal, telah menghasilkan aplikasi yang efisien dan inovatif.

Diharapkan, Program Bank Sampah Bojonegoro akan terus berkembang dan memberikan dampak positif yang lebih besar lagi bagi lingkungan dan masyarakat setempat. Melalui upaya digitalisasi dan kerjasama yang kuat, program ini menjelma menjadi teladan bagi pengelolaan sampah yang berkelanjutan di seluruh Indonesia.

Ikuti tulisan menarik Muhammad Syafi'i Nurullah lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu