Giat Trash Ranger Indonesia Bersihkan Anak Sungai Kedungbener Kebumen dari Sampah

Sabtu, 26 Agustus 2023 08:44 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Bertepatan dengan bulan kemerdekaan Indonesia, Trash Ranger Indonesia melakukan giat bertajuk Memerdekakan Sungai. Giat membersihkan Anak Sungai Kedungbener, Desa Wadasmalang, Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen, ini membawa semangat memerdekakan sungai dari sampah.

Setelah selesai dengan keikutsertaanya dalam giat bersih kawasan Taman Kambang Iwak di Palembang (23/7/2023), dan giat bersih sungai yang bertajuk Susur Sungai Batch III di Pandeglang (29/7/2023), Trash Ranger Indonesia terus mendorong digiatkannya aksi-aksi lingkungan serupa di penjuru Indonesia.

Kali ini Trash Ranger Indonesia kembali mengadakan giat membersihkan sungai, tepatnya pada tanggal 13 Agustus 2023, di Anak Sungai Kedungbener, Desa Wadasmalang, Kecamatan Karangsambung, Kebumen. "Merdekakan Sungai" adalah tajuk dari giat kali ini, bertepatan dengan bulan kemerdekaan giat ini membawa spirit untuk membebaskan sungai dari sampah.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Aksi Merdekakan Sungai ini merupakan tindak lanjut atas laporan dari Mijile Muhammad Tangsen, salah satu ranger yang juga sebagai koordinator giat. "Jadi awalnya itu kebetulan sedang kerja kelompok di rumah teman, terus iseng pengin lihat sungai ini, ternyata banyak sampahnya. Dari situ jadi ada keinginan buat melakukan giat.", tuturnya.

Giat yang diikuti oleh sekitar 60-an ranger (sebutan untuk relawan Trash Ranger Indonesia) ini tidak hanya sekedar aksi clean up sungai saja. Tetapi juga terdapat aksi kampanye, edukasi, forum group discussion (FGD), dan advokasi dengan masyarakat setempat. Tujuannya adalah agar setelah sungai steril dari sampah, di kemudian hari tidak terjadi penumpukan sampah kembali, sebagai imbas masyarakat yang mulai terbentuk kesadarannya.

Sebab menurut penuturan beberapa warga dilokasi, sampah yang menumpuk di sepanjang aliran sungai tersebut memang ulah warga setempat sendiri. Membuang sampah di sungai ibarat sudah menjadi kebiasaan yang lama-kelamaan dianggap sebagai hal yang wajar. Alhasil sungai yang harusnya mengalirkan air untuk menunjang beragam aktivitas menjadi kurang elok lantaran sampah yang turut dalam aliran.

Berbagai Komunitas Turut Andil Kumpulkan Puluhan Kantong Sampah

Aksi giat sampah semacam ini memang akan sulit jika hanya bergerak sendiri. Sebab masalah sampah adalah suatu permasalahan kompleks yang perlu gandeng tangan semua pihak. Maka dari itu, dalam giat ini Trash Ranger tidak hanya jalan sendiri. Beberapa hari sebelumnya melalui ig @trashranger.id mereka mengumpulkan relawan yang bersedia terlibat giat ini.

Ketika pelaksanaan berbagai kalangan tumpah ruah turut serta membersihkan aliran sungai sepanjang 200 m yang tengah kering ini dari sampah plastik dan sampah rumah tangga. Beberapa komunitas yang turut dalam giat ini diantaranya Forum Mahasiswa Kedinasan Kebumen, Green Generation Kebumen, KKN Karangsambung IAINU, Putra Putri Pariwisata Jateng, Forum Anak Kebumen, Kebumen Geopark Youth Forum, Indonesia Geopark Youth Forum, Youth Ranger Indonesia, Duta Potensi Pemuda dan masyarakat setempat.

Clean up yang dilakukan dalam waktu sekitar tiga jam ini berhasil mengumpulkan sampah mencapai 50 kantong sampah lebih. Sampah-sampah tersebut kemudian dikumpulkan untuk selanjutnya diangkut truk sampah Dinas Lingkungan Hidup Kelautan dan Perikanan (DLHKP). Beberapa hari sebelumnya koordinator acara memang telah menyurati DLHKP untuk meminta bantuan terkait transportasi sampah.

Darimun selaku Kepala Desa Wadasmalang yang juga turut dalam giat tersebut memberikan apresiasi kepada rangers yang hadir. Selain itu, dalam sesi FGD dia juga mengharapkan nantinya akan ada tindak lanjut pengelolaan sampah di desanya. Seperti pembangunan bank sampah dan juga penggunaan maggot untuk mengurai sampah organik yang dihasilkan warga Wadasmalang.

 

Trash Ranger Terus Dorong Giat Lingkungan

Saat sesi pra clean up yaitu ketika sesi kampanye, edukasi, FGD, dan edukasi yang menjadi serangkaian giat ini, terjadi saling tukar gagasan antarranger dan warga. Hal tersebut menjadi salah satu upaya Trash Ranger untuk menyebarkan kepedulian terhadap lingkungan.

"Kita sebagai pemuda harus bergerak untuk bersama-sama bersinergi dan berdampak nyata terhadap masyarakat, terlebih lagi ini di bulan kemerdekaan menjadi momen yang pas untuk mengisi kemerdekaan", ungkap Dimas selaku founder Trash Ranger ketika sesi pra clean up.

Bersamaan dengan giat ini, dilain kota tepatnya di Surabaya juga tengah dilakukan giat bersih Taman Bungkul Surabaya, lewat rangers yang ada di Surabaya. Melalui para rangers dari penjuru Indonesia Trash Ranger mendorong untuk terus dilakukan aksi-aksi serupa.

Bagikan Artikel Ini
img-content
Sulkhanudin

Penulis Indonesiana

1 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler