x

Iklan

Erna Wigati

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 11 September 2023

Selasa, 12 September 2023 10:16 WIB

Kolaborasi Pentahelix untuk Pengembangan Desa Wisata Banaran Melalui MF Kedaireka


Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Pendahuluan 
Pengembangan desa wisata adalah upaya untuk mengembangkan potensi pariwisata di suatu desa dengan tujuan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat setempat sambil melestarikan budaya, lingkungan, dan warisan lokal. Pengembangan ini dapat menjadi strategi yang efektif untuk mengurangi ketimpangan ekonomi antara daerah perkotaan dan pedesaan serta menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan budaya. Identifikasi semua potensi dan sumber daya desa yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan, seperti alam, budaya, kuliner, kerajinan tangan, atau tradisi lokal. 

Menurut Tri dan Erna (2020: 12) Langkah-langkah Pengembangan Desa Wisata dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain: a. Memetakan wilayah dengan mengidentifikasi potensi alam, sosial, budaya yang ada di desa. b. Menata wajah desa dengan memperbaiki fasilitas umum, pemukiman, serta yang lebih penting membaskan wilayah kita dari sampah terutama plastik. c. Menyiapkan Sumber Daya Manusia, Kelembagaan, dan Jaringan 1) Membuat aturan atau rambu-rambu pengelolaan desa wisata 2) Membentuk badan pengelola 3) Merancang program kerja (pendek, menengah dan panjang) 4) Mengembangkan jaringan dan kerja sama. 

Prinsip pengembangan desa wisata memiliki 9 langkah strategis menurut Tri dan erna (2020: 13) sebagai berikut: a. Mengidentifikasi potensi desa melalui rembug bersama seluruh komponen desa dari semua kalangan. Potensi yang bisa menjadi komoditas bisa bermacam-macam dari segala aspek. Bisa keindahan alam, hasil bumi, kekayaan flora fauna/hayati, sosio kultural, masyarakat, tradisi atau hal-hal yang bersifat khas/unik yang tak dimiliki daerah lain. Pastikan potensi unggulan yang akan dijadikan komoditas utama. b. Mengidentifikasi permasalahan yang bisa jadi penghambat bagi pengembangan potensi wisata desa, mulai dari yang bersifat fisik, non fisik atau sosial, internal dan eksternal. Permasalahan tersebut jika diolah dengan cara tertentu justru permasalahan itu bisa menjadi potensi. c. Menjaga komitmen yang kuat dari seluruh komponen desa untuk menyamakan pendapat, persepsi dan mengangkat potensi desa guna dijadikan desa wisata.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Komitmen ini yang menjadi dukungan terkuat bagi terwujudnya dan keberlangsungan Desa Wisata d. Mengidentifikasi dampak positif maupun negatif dari sebuah kegiatan wisata sesuai kekhasan masing-masing desa. Masing-masing desa memiliki karakteristik sendiri akan menghasilkan dampak yang juga berbeda satu sama lain terutama perubahan-perubahan sosial kultural. e. Memiliki komitmen yang kuat dari seluruh komponen desa untuk menggandeng Pemerintah Daerah dan jika perlu menggandeng pihak swasta. Pikirkan dan identifikasi juga dampak jika bekerja sama dengan pihak swasta. Termasuk di sini untuk penganggaran guna Pembangunan Desa Wisata dengan menggunakan seluruh sumber daya ekonomi yang ada. f. Menyiapkan segala perangkat-perangkat aturan/regulasi norma yang lebih bertujuan untuk mengawal Pengembangan Desa Wisata dan mengawasi potensi-potensi penyimpangan yang mungkin saja bisa terjadi.

Regulasi disiapkan agar berjalannya aktivitas wisata beserta dampaknya tetap berada dalam koridor regulasi sebagai payung hukumnya. g. Melakukan pelatihan-pelatihan bagi seluruh komponen desa, termasuk pemerintah desa tentang manajemen pariwisata, bagaimana mengelola tempat wisata, manajemen tamu/pengunjung, beserta inovasi-inovasi yang perlu dikembangkan mengingat sebagaimana sektor lainnya sektor Pariwisata pun mengalami fluktuasi dan bisa mengalami “kejenuhan”. h. Menggunakan berbagai media untuk memperkenalkan dan mempublikasikan potensi wisata di desa baik media konvensional maupun non konvensional, seperti media 5 internet. Internet kini menjadi sarana publikasi yang sangat efektif yang bisa menjangkau seluruh belahan bumi.

Tempat wisata yang lokasinya terpencil pun bisa diketahui oleh orang di belahan dunia lain pun berkat teknologi internet. i. Mempelajari kesuksesan Desa Wisata lain atau studi banding. Kita bisa belajar banyak pada keberhasilan Desa Wisata lain khususnya yang sejenis. Karena tipikal permasalahan dan tantangan masa depan yang bakal dihadapi kurang lebih sama. Hanya dengan manajemen profesional dan inovatif saja desa wisata akan eksis dan kompetitif dan dapat melalui ujian yang bersifat internal, eksternal maupun regional internasional. 

Model Penta Helix banyak dikenal dengan konsep atau rumusan ABCGM yaitu Academician, Business, Community, Government, dan Media (Slamet dkk, 2017). Rumus ABCGM Model adalah Model Penta Helix yang didasarkan pada lima jenis pemangku kepentingan diantaranya adalah akademisi, komunitas, bisnis (ekonomi), pemerintah dan media. Pemangku kepentingan yang setiap stakeholder mewakili berbagai kepentingan daerah yang memiliki masalah daerah dapat menggunakan model rumusan Pentahelix. Penta Helix (Lindmark: 2009) merupakan perluasan dari strategi tiga helix dengan melibatkan berbagai elemen lembaga masyarakat atau non-profit dalam rangka mewujudkan inovasi. kesuksesan inovasi Kunci utamanya adanya sinergi dan komitmen yang kuat antar pemangku kepentingan dalam menjalankan suatu kegiatan.

Dengan kerjasama yang sinergis diharapkan dapat mewujudkan sebuah inovasi yang didukung oleh berbagai sumber daya yang berinteraksi secara sinergis dan berguna untuk mengelola kompleksitas berbasis aktor. (Soemaryani, 2016; Rampersad, 2017) menyebutkan bahwa model Penta Helix merupakan referensi dalam mengembangkan sinergi antara instansi terkait di dalam mendukung seoptimal mungkin dalam rangka mencapai tujuan dan bahwa kolaborasi Penta Helix mempunyai peran penting untuk bermain didalam mendukung tujuan inovasi bersama dan Penta Helix berkontribusi terhadap kemajuan sosial ekonomi daerah. berikut beberapa model penta helix yang di gambarkan oleh (Bjork, 2015; Calzada, 2016; PWC, 2005) yang secara keseluruhan membahas kelima stakeholder yang berperan serta dan stakeholder yang begitu dominan didalam kolaborasi yang terjalin.

Kabupaten Kulon progo merupakan kawasan penyangga destinasi super prioritas Borobudur. Pemerintah sudah merencanakan pembangunan mega proyek Borobudur Highland pada tahun 2023 yang terbentang di Kabupaten Kulon progo, Purworejo, dan Megelang yang disebut jalur Gelang projo. Borobudur highland menyajikan beragam fasilitas, diantaranya tree top cycling dan jogging track bagi wisatawan untuk bersepeda dan berlari sambil menikmati panorama dari atas bukit menorah. Borobudur highland mempunyai lokasi strategis yakni berjarak 12 km dari Candi Borobudur dan 35 km dari Kulon progo. Berdasarkan Perda Kabupaten Kulon Progo No. 9 th 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Tahun 2014-2025, Kabupaten Kulon Progo sebagai kawasan penyangga destinasi super prioritas Borobudur memiliki empat kawasan strategis pariwisata daerah (KSPD) salah satunya, yakni pantai selatan sebagai destinasi unggulan wisata alam.

Salah satu Desa wisata di Kabupaten Kulon progo bagian selatan yakni desa wisata Banaran yang merupakan unit usaha mitra, yakni Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Binangun Migunani. Desa wisata Banaran terbentuk pada bulan November 2022 dengan destinasi unggulan pantai Trisik. Potensi lain yang dimiliki desa wisata Banaran, yakni wisata budaya, wisata kuliner, batik, konservasi penyu, mangrove. Desa Banaran juga memiliki UMKM yang menghasilkan berbagai produk.

Permasalahan yang dihadapi mitra yakni produk wisata belum dikemas menjadi paket wisata yang bisa pesan dan dinikmati oleh wisatawan setiap saat. Selain produk, permasalahan mendasar lainnya yakni pemasaran berbasis digital. Mitra belum mempunyai platform baik berbais web maupun mobile untuk memasarkan produk berbasis digital. Kedua permasalahan tersebut menyebabkan minat kunjungan ke desa wisata Banaran relative rendah karena tidak ada informasi yang memadahi bagi wisatawan. Berdasarkan data pada tahun 2021 jumlah kunjungan wisatawan di Pantai Trisik tercatat paling sedikit, yakni 6901 pengunjung, dibandingkan dengan pantai Glagah sebanyak 352.010 pengunjung dan Pantai Congot 58.725 pengunjung (Satu data Kulon progo, 2021). Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan mitra, yakni peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia untuk mampu mengemas produk wisata dan memasarkan berbasis digital.

Desa wisata Banaran belum memiliki platform khusus untuk memasarkan produk, mengelola reservasi, dan memantain pelanggan berbasis digital.  Pada saat ini penulis akan membahas tentang kolaborasi penthahelik dalam pengembangan desa wisata banaran melalui MF Kedaireka.
Inti artikel

A.    Pengalaman Peserta MF Kedaireka
Menurut Penulis program maching fund adalah cara untuk mendorong donasi atau investasi dalam proyek atau program tertentu. Pengalaman peserta dalam program maching fund diantaranya adalah Program ini dapat memberikan insentif kepada individu atau organisasi untuk mendonasikan lebih banyak uang dari pada yang biasanya mereka lakukan. Program dana sejalan seringkali mempromosikan proyek atau tujuan tertentu secara aktif, sehingga meningkatkan kesadaran tentang masalah yang mereka hadapi dan memotivasi lebih banyak orang untuk berkontribusi.

Peserta dapat merasa lebih terlibat dalam proyek atau organisasi karena mereka tahu bahwa setiap kontribusi berdampak lebih besar. Program dana sejalan sering kali memiliki batas waktu tertentu. Peserta mungkin merasa tertekan untuk mendonasikan dalam batas waktu yang ditentukan agar donasinya dapat disamakan. Program dana sejalan membutuhkan kepercayaan pada entitas yang memberikan dana sejalan. Peserta mungkin melakukan penelitian lebih lanjut tentang entitas tersebut sebelum mereka memutuskan untuk berpartisipasi. Peserta yang mendonasikan uang mereka mungkin ingin melihat bagaimana dana yang dikumpulkan digunakan dan sejauh mana dampaknya pada proyek atau tujuan yang didukung.

B.    Proses Critical Thinking Inovasi Maching Fund
Proses critical thinking adalah suatu kemampuan untuk berpikir secara rasional, analitis, dan objektif. Proses penyusunan proposal matching fund (dana padanan), menerapkan berbagai aspek critical thinking. Berikut Langkah langkah penyusunan proposal yang dilakukan: Pertama, menentukan dengan jelas tujuan utama proposal yang ingin dicapai dengan program matching fund. Kemudian mengidentifikasi berapa banyak dana yang dibutuhkan dan penggunaan dana yang mendukung tujuan. memastikan bahwa angka-angka dan proyeksi keuangan sudah akurat.

Menentukan siapa yang akan menjadi donatur atau pihak yang akan memadankan dana. menentukan target donatur yang sesuai dengan tujuan Anda dan persyaratan yang perlu dipenuhi oleh donatur, seperti jumlah minimal yang harus disumbangkan. membuat rencana terperinci tentang bagaimana dalam mengumpulkan dana, mengomunikasikan program ini kepada masyarakat, dan mengelola dana yang diterima. Kegiatan ini mencakup strategi penggalangan dana, kampanye pemasaran, dan sistem akuntansi. Analisa potensi resiko dengan cara pemikiran yang kuat dan rasional, sehingga meningkatkan peluang keberhasilannya. 

C.    Lesson Learned

Mendapatkan Matching Fund adalah pencapaian yang membanggakan, dan selama proses seleksi hingga berhasil mencapainya. Berikut pengalaman berharga yang dapat penulis dapatkan diantaranya; Proses seleksi untuk Matching Fund bisa menjadi sangat kompetitif dan memakan waktu. Pelajaran pertama yang bisa dipetik adalah pentingnya ketekunan dan kesabaran. Terkadang, itu memerlukan waktu berbulan-bulan atau bahkan tahunan untuk mencapai tujuan ini. Hal ini membuat penulis tidak mudah menyerah dan meneruskan upaya untuk berhasil. memastikan memahami dengan baik persyaratan dan aturan program Matching Fund yang akan ikuti. Ini termasuk pemahaman tentang bagaimana pengajuan diajukan, kriteria penilaian, dan tenggat waktu.

Ini sangat membantu untuk mengajukan proposal yang kuat dan sesuai. mengidentifikasi bagaimana proyek atau usaha akan berkontribusi pada tujuan program dan mengapa itu layak mendapatkan pendanaan tambahan. Persiapkan argumen yang kuat untuk mendukung kasus. Networking dan kemitraan bisa sangat penting dalam mencapai Matching Fund. Bekerjasama dengan organisasi atau individu lain yang memiliki tujuan serupa atau sumber daya yang relevan bisa membantu memperkuat proposal Anda dan meningkatkan peluang sukses. Ketika penulis mendapatkan Matching Fund, pengelolaan keuangan yang bijak menjadi sangat penting. Hal ini penulis harus memiliki sistem pengelolaan keuangan yang efisien dan transparan. Ini sangat membantu dalam memaksimalkan penggunaan dana yang di terima.  

Menggunakan dana untuk berkualitas dan memiliki dampak yang dapat dicapai. memastikan memiliki sistem evaluasi yang baik dan dapat memberikan laporan yang rinci dan akurat. Setelah mendapatkan Matching Fund, perlu berfokus pada pertumbuhan dan berkelanjutan. Ini berarti tidak hanya meraih dana sekali, tetapi juga menjaga hubungan dengan organisasi penyedia dana dan terus memperkuat dampak positif proyek atau usaha selanjutnya. Salah satu pelajaran yang paling berharga adalah betapa pentingnya pemberdayaan komunitas. Program Matching Fund seringkali bertujuan untuk memberdayakan komunitas atau sektor tertentu, jadi pastikan bahwa tujuan tidak hanya tentang memperoleh dana tambahan, tetapi juga tentang memberdayakan komunitas atau sektor yang di layani.

D.    Latar Belakang Inovasi 

Program Matching Fund adalah sebuah inisiatif yang bertujuan untuk mendorong inovasi dan pengembangan di berbagai sektor, terutama dalam konteks dukungan keuangan. Inovasi yang dihasilkan dalam program Matching Fund dapat bervariasi tergantung pada tujuan, fokus, dan sektor yang sedang didukung oleh program tersebut. latar belakang umum inovasi yang dapat dihasilkan dalam program Matching fund diantaranya Program Matching Fund sering kali dirancang untuk mendorong swasta, lembaga filantropi, atau investor lainnya untuk berkontribusi pada proyek atau inisiatif tertentu. Ini dapat menghasilkan inovasi dalam cara perusahaan atau entitas lainnya menjalankan bisnis mereka, mencari proyek baru, dan berinvestasi dalam sektor-sektor yang mungkin tidak mereka pertimbangkan sebelumnya.

Program Matching Fund sering meminta partisipasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, organisasi nirlaba, perusahaan swasta, dan individu. Hal ini dapat memicu inovasi dalam cara berbagai pihak bekerja sama, berbagi sumber daya, dan mengintegrasikan pengetahuan dan keahlian mereka untuk mencapai tujuan Bersama. Dalam beberapa kasus, program Matching Fund dapat berfokus pada dukungan untuk inovasi teknologi, seperti pengembangan produk atau solusi baru. Ini dapat menghasilkan perubahan signifikan dalam cara bisnis dan industri beroperasi, meningkatkan efisiensi, dan memberikan solusi yang lebih baik untuk masalah tertentu. Program Matching Fund yang ditujukan untuk pengembangan ekonomi lokal dapat menghasilkan inovasi dalam cara masyarakat lokal berpartisipasi dalam pembangunan dan pengelolaan proyek-proyek ekonomi. Ini dapat menciptakan peluang baru, memperkuat kemandirian ekonomi, dan mengurangi ketimpangan social.

Program Matching Fund yang mendukung proyek-proyek keberlanjutan lingkungan dapat mendorong inovasi dalam teknologi hijau, manajemen sumber daya alam, dan praktik bisnis berkelanjutan. Ini membantu dalam mengatasi isu-isu lingkungan seperti perubahan iklim dan degradasi lingkungan.  Program Matching Fund sering digunakan untuk mendukung penelitian dan pengembangan inovatif dalam berbagai bidang, termasuk ilmu pengetahuan, teknologi, dan kedokteran. Ini dapat menghasilkan penemuan-penemuan baru pengembangan produk, dan terapi medis yang dapat mengubah dunia. Inovasi dalam program Matching Fund juga dapat terkait dengan bidang pendidikan dan pelatihan, seperti program beasiswa, pelatihan keterampilan, atau inisiatif pendidikan lainnya yang dapat meningkatkan kapasitas individu dan Masyarakat.

E.    Dampak Positif

Kolaborasi inovasi dapat menciptakan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat luas. Beberapa dampak positif yang bisa tercipta dari hasil kolaborasi inovasi adalah Kolaborasi inovasi dapat menghasilkan produk, layanan, atau teknologi baru yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Contohnya adalah pengembangan obat-obatan baru, perangkat medis canggih, atau energi terbarukan yang lebih efisien. Inovasi seringkali memerlukan tenaga kerja yang terampil. Kolaborasi inovasi dapat membuka peluang pekerjaan baru, yang pada gilirannya dapat mengurangi tingkat pengangguran dan meningkatkan perekonomian lokal. Inovasi dalam teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah cara kita berinteraksi dan mengakses informasi.

Kolaborasi inovasi dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan informasi yang penting. Kolaborasi inovasi juga dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah global seperti perubahan iklim, kemiskinan, dan krisis kesehatan. Melalui kerja sama lintas negara dan sektor, solusi-solusi inovatif dapat ditemukan untuk tantangan-tantangan ini. Inovasi seringkali mengarah pada peningkatan efisiensi dalam berbagai sektor, seperti manufaktur, transportasi, dan energi. Hal ini dapat mengurangi biaya produksi, menghasilkan produk yang lebih terjangkau, dan mengurangi dampak lingkungan negative. Kolaborasi inovasi juga dapat memberdayakan masyarakat dengan memberikan mereka alat atau teknologi yang memungkinkan mereka untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

Contohnya adalah aplikasi mobile untuk perbankan atau pelacakan pertanian. Inovasi dalam bidang keamanan dapat meningkatkan perlindungan masyarakat dari ancaman seperti kejahatan siber, terorisme, atau bencana alam. Inovasi juga dapat berkontribusi pada pelestarian lingkungan. Kolaborasi inovasi dalam pengembangan teknologi hijau, pengelolaan limbah yang lebih baik, dan energi bersih dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

F.    Pentingnya Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi

Kolaborasi antara Perguruan Tinggi dan industry memiliki peran yang sangat penting dalam proses hilirisasi inovasi. Hilirisasi inovasi merujuk pada transformasi ide dan penelitian menjadi produk, layanan, atau proses yang memiliki nilai komersial atau praktis. Kelebihan dalam melakukan kolaborasi pentahelik adalah Pemanfaatan Sumber Daya. Perguruan tinggi memiliki sumber daya intelektual, penelitian, dan laboratorium yang kuat, sementara industri memiliki sumber daya finansial, infrastruktur, dan pengalaman praktis. Kolaborasi memungkinkan pemanfaatan sumber daya ini bersama-sama untuk menghasilkan inovasi yang lebih kuat dan cepat.

Transfer Pengetahuan dengan Kolaborasi memungkinkan aliran pengetahuan dan teknologi antara perguruan tinggi dan industri. Perguruan tinggi dapat membagikan penemuan mereka kepada industri, sementara industri dapat memberikan pemahaman tentang masalah dunia nyata yang memerlukan solusi inovatif. Pendidikan yang Lebih Relevan dengan Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dapat membantu perguruan tinggi untuk menyusun program pendidikan yang lebih relevan dengan kebutuhan industri. Ini dapat meningkatkan kesiapan lulusan perguruan tinggi untuk bekerja di dunia nyata.

Penciptaan Peluang Kerja dengan Kolaborasi dapat menciptakan peluang kerja bagi mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi. Mereka dapat terlibat dalam proyek-proyek penelitian atau magang di industri, yang dapat meningkatkan keterampilan mereka dan membantu mereka membangun jaringan professional. Pengembangan Produk dan Layanan yang Lebih Baik dengan menggabungkan pengetahuan akademis dengan keahlian praktis industri, kolaborasi dapat menghasilkan produk dan layanan yang lebih baik, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Peningkatan Daya Saing Nasional dengan Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dapat membantu meningkatkan daya saing suatu negara di pasar global. Inovasi yang dihasilkan dari kolaborasi tersebut dapat memberikan keunggulan kompetitif. Mendorong Riset Terapan dengan Kolaborasi mendorong penelitian terapan yang lebih kuat. Perguruan tinggi dapat melakukan penelitian yang lebih berfokus pada masalah praktis yang dihadapi oleh industri, sementara industri dapat mendukung penelitian ini dengan dana dan sumber daya. Percepatan

Pembangunan Teknologi dengan Kolaborasi dapat mempercepat pengembangan teknologi baru. Dengan bekerja sama, perguruan tinggi dan industri dapat mengatasi hambatan penelitian dan pengembangan yang sulit lebih efisien.
Kesimpulan 

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri adalah salah satu faktor kunci dalam mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi. Ini memungkinkan integrasi antara pemikiran akademis dan praktik industri, yang menguntungkan bagi kedua belah pihak dan masyarakat secara keseluruhan. program semacam ini bertujuan untuk meningkatkan penggalangan dana dan kesadaran, sehingga peserta dapat merasa bahwa kontribusi mereka memiliki dampak yang lebih besar.

Mendapatkan Matching Fund dalam sebuah proses seleksi atau kompetisi adalah prestasi yang luar biasa, dan banyak pelajaran berharga dapat dipetik dari pengalaman ini. Latar belakang inovasi dalam program Matching Fund biasanya didorong oleh tujuan-tujuan khusus yang ingin dicapai oleh program tersebut, serta oleh kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan yang berpartisipasi dalam program tersebut. Ini adalah salah satu alat yang kuat untuk mendorong perubahan positif dan inovasi dalam berbagai sektor dan komunitas. Latar belakang inovasi dalam program Matching Fund biasanya didorong oleh tujuan-tujuan khusus yang ingin dicapai oleh program tersebut, serta oleh kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan yang berpartisipasi dalam program tersebut. Ini adalah salah satu alat yang kuat untuk mendorong perubahan positif dan inovasi dalam berbagai sektor dan komunitas. Dalam rangka mencapai dampak positif ini, penting untuk memastikan bahwa kolaborasi inovasi dilakukan dengan etika yang baik, transparansi, dan mempertimbangkan kepentingan masyarakat luas.

Selain itu, kolaborasi ini juga harus memperhatikan keberlanjutan jangka panjang untuk memastikan manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mendang. Proses mencari dan mendapatkan Matching Fund bisa menjadi tantangan, tetapi dengan ketekunan, persiapan yang baik, dan komitmen untuk mencapai tujuan yang dapat dicapainya dan meningkatkan dampak positif untuk proyek atau usaha yang dilakukan.

Referensi 
Bjork, F. (2015). Penta helix: Conceptualizing cross-sector collaboration and social innovation processes. Urbinnovate.

Calzada, I. (2016). (Un) Plugging Smart Cities with urban transformations: towards multistakeholder city-regional complex urbanity? URBS, Revista de Estudios Urbanos y Ciencias Sociales Journal.

Lindmark, A.; Sturesson. E.; and Nilsson R. M. (2009). Collaboration for Innovation - A Study in the Öresund Region. Sweden: Lund University Libraries

PWC. (2005). Cities of the future. Global competition, local leadership.

Slamet, R., Nainggolan, B., Roessobiyatno, R., Ramdani, H., & Hendriyanto, A. (2017). Strategi Pengembangan UKM Digital dalam Menghadapi Era Pasar Bebas. Jurnal Manajemen Indonesia, 16(2), 136-147.

Soemaryani Imas. (2016). Pentahelix Model To Increase Tourist Visit To Bandung And Its Surrounding Areas Through Huan Resource Development. Journal Academy of Strategic Management .Volume 15, Special Issues 3, 2016.

Tri dan Erna. (2020). Pengembangan Desa Wisata Berbasis Community Based Tourism (Cbt) Desa Wisata Sumberbulu, Desa Pendem, Mojogedang, Karanganyar. Purwokerta: CV Pena Persada.

 

Ikuti tulisan menarik Erna Wigati lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan