x

Iklan

Dr. I Wayan Setem

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 9 September 2023

Selasa, 12 September 2023 16:27 WIB

Kedaireka Sebagai Katalisator Pembentukan Prodi Tata Kelola Digital Seni ISI Denpasar

Artikel mengulas dampak nyata kolaborasi inovasi antara insan Perguruan Tinggi dengan Mitra Industri Melalui Kedaireka. Institut Seni Indonesia Denpasar dan Yayasan ARMA sebagai mitra DUDI membentuk Tata Kelola Digital Seni (Program Sarjana) yang merupakan program studi bidang seni yang bersilangan ekonomi, bisnis, dan teknologi IT untuk menjawab kebutuhan pasar dalam mengelola kegiatan seni budaya di Indonesia.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Dunia tengah memasuki revolusi digital atau industrialisasi keempat, di mana penggunaan Internet of Things (IoT), big data, cloud database, blockchain, dan lain-lain akan mengubah pola kehidupan manusia. Saat bersamaan muncul gejala pergeseran strategi pemasaran produk. Perubahaan ini berjalan sangat cepat seiring dengan kemajuan zaman. Pergeseran strategi pemasaran tidak hanya berhenti memengaruhi penjualan barang akan tetapi mulai merambah ke produk seni budaya. Untuk itu maka kebutuhan kemampuan tata kelola digital seni sangat penting dan mendesak dalam mengelola kegiatan seni budaya dengan strategi pemasaran baru yang lebih up-to-date dan efektif. Namun di Indonesia kondisinya sangat kekurangan pengiat tata kelola seni yang sebenarnya ironis karena Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki kekayaan seni dan budaya unik dan beragam, terlebih saat Indonesia berada dalam arus pertukaran dunia. 

Untuk menjawab tantangan tersebut, Institut Seni Indonesia Denpasar dan Yayasan ARMA sebagai mitra DUDI membentuk Prodi Tata Kelola Digital Seni yakni program studi bidang seni yang bersilangan ekonomi, bisnis, dan teknologi IT. Keberadaanya diharapkan mampu menjawab 8 Indikator Kinerja Utama (IKU antara lain lulusan mendapat pekerjaan yang layak, mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus,  dosen berkegiatan di luar kampus, praktisi mengajar di dalam kampus, terus melebarkan kerjasama dengan mitra kelas dunia, proses kelas yang kolaboratif dan partisipatif, serta berstandar internasional.

Keterlibatan Yayasan ARMA memberi dukungan untuk tenaga ahli/narasumber, fasilitas dan prasarana untuk kegiatan pelatihan promosi digital, pelatihan sistem digital, magang pemasaran, workshop tata kelola koleksi museum, workshop tata kelola pameran online seni rupa, workshop pagelaran online seni pertunjukan, dan workshop konser online seni musik. Sinergi ISI Denpasar dengan Yayasan ARMA untuk pembukaan Program Studi Tata Kelola Digital Seni dilanjutkan penyusunan kurikulum bersama.  Semua itu dapat terlaksana lewat program pendanaan kemitraan yang dikemas dalam Program Matching Fund tahun 2021 dan  telah mendorong terjadinya kerjasama antara ISI Denpasar dengan Yayasan ARMA yang diinisasi melalui Platform Kedaireka. Biaya pelaksanaan program bersumber dari DIKTI Rp 328.180.000.- maupun sumber dana yang berasal dari Yayasan ARMA Rp. 340.000.000,-  (in kind) .

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Program Studi Tata Kelola Digital Seni ISI Denpasar memiliki beragam keunikan yakni program studi bidang seni yang bersilangan dengan bidang ekonomi, bisnis, dan teknologi IT. Hal penting lainnya yang menjadi kekhususannya keberadaannya di tengah-tengah lingkungan kebudayaan dan pariwisata yang mendunia menjadi semesta pusat-pusat pembelajaran selain di ruang kelas, perpustakaan dan laboratorium. Dengan jalinan kerjasama tersebut maka akan terbangun ekosistem pembelajaran berbasis teaching factory/teaching industry maka hard dan soft skills mahasiswa bidang tata kelola akan terbentuk dengan kuat.  

Program Studi Tata Kelola Digital Seni memiliki karakter khas berbasis budaya lokal (indigenous) sekaligus berwawasan global untuk mengantisipasi kebutuhan pengelolaan seni budaya.  Indonesia yang sangat beragam serta kaya budaya, memerlukan penatakelolaan baru berakar nilai-nilai  lokalitas  serta relevan dikembangkan dalam menjawab permasalahan kekinian untuk menumbuhkembangkan kekayaan budaya sebagai DNA bangsa.  Selain untuk memperkokoh sistem pertahanan serta pengembangan seni budaya dan meningkatkan rasa kebanggaan terhadap budaya (cultural pride), meningkatkan kualitas sumber daya serta mengembangkan keilmuan yang bermuara pada peningkatan kecerdasan, kesejahteraan dan kemandirian bangsa (nation competitiveness).

Pembentukan Program Studi Tata Kelola Digital Seni merupakan langkah/strategi yang sangat tepat yang dapat memperkuat pengelolaan dan penyelenggaraan tata kelola digital seni berbasis industri bersinergi dengan DUDI, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat luas. Penyelenggaraan Program Studi Tata Kelola Digital Seni memiliki visi untuk melahirkan insan-insan akademik yang berkarakter budaya Indonesia dan/atau profesional yang mampu meningkatkan apresiasi dan nilai-nilai seni. Memberikan pengetahuan pengarsipan, pemasaran dan keterampilan dalam analisis pemasaran, pengambilan keputusan, serta komunikasi efektif cara-cara mempromosikan sebuah brand seni budaya melalui media digital yang mampu menjangkau konsumen secara tepat, cepat, dan relevan.

 

Ikuti tulisan menarik Dr. I Wayan Setem lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Biomorfik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

19 jam lalu

Terkini

Terpopuler

Biomorfik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

19 jam lalu