x

Iklan

Gezwa Damar

Mahasiswa Produksi Media Politeknik Tempo
Bergabung Sejak: 16 Februari 2022

Jumat, 22 September 2023 17:42 WIB

Pemanfaatan Teknologi dan Data dalam Upaya Transformasi Nike

Artikel ini merupakan tugas mata kuliah Big Data Alaytic dari program studi Produksi Media. Dengan dosen pengampu Rachma Tri Widuri, S.Sos., M.Si.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Nike merupakan brand yang telah lama menjadi pionir di bidang ritel dan menjadi visioner digital selama beberapa dekade terakhir. Pemanfaatan teknologi yang dikombinasikan dengan berbagai macam strategi memungkinkan Nike tidak hanya mengatasi permasalahan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, namun juga dapat berkembang. Menurut laporan pendapatan perusahaan, saluran dan pendapatan digital menyumbang 26% pendapatan Nike.

 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pemanfaatan teknologi yang dikombinasikan dengan strategi “Akselerasi Konsumen Langsung” (CDA) membuat Nike berani melakukan sejumlah investasi digital pada tahun menjelang pandemi COVID-19. Investasi tersebut antara lain, mulai dari peluncuran aplikasi seluler (aplikasi seluler NIKE, SNKRS, NTC (Nike Training Club) dan NRC (Nike Run Club). Penjulan yang meningkat 30% di Tiongkok selama masa pandemi menjadi tanggung jawab aplikasi Nike Training Club.

Nike juga bekerja sama dengan penyedia otomasi cerdas Laiye, mereka meluncurkan chatbot yang dipertujukan untuk membantu konsumen e-commerce menemukan produk yang sedang mereka cari, serta merekomendasikan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Nike juga telah melakukan investasi dalam teknologi ilmu data, Nike mengakuisisi salah satu platform startup integrasi data yaitu Datalogue pada tahun 2021, serta dua alat analisis prediktif Zodiac (2018) dan Celect (2019).  

 

Pada November 2021 Nikeland diperkenalkan kepada dunia, sebuah dunia virtual yang diselenggarakan oleh Roblox. Sebanyak 7 juta orang telah berkunjung untuk sekedar melihat display produk, membuat dan mendesain avatar, mendesain sepatu kets, bermain game dan mejelajahi lanskap 3D yang imersif. Pada tahun yang sama Nike juga mengakuisis perusahaan sepatu digital “RTFKT” untuk membantu mereka melakukan ekspansi ke bidang NFT. Pada tahun 2022 Nike dan RTFKT berhasil meluncurkan CryptoKicks Dunk Genesis, merupakan koleksi 20,000 NFT yang dapat dibeli dan dikenakan pada avatar di metaverse. Sebanyak 600 pasang sepatu kets NFT berhasil terjual hanya dalam waktu 6 menit dan menghasilkan total pendapatan $3,1 juta.

 

Seperti perusahaan maju pada umumnya, Nike telah menggunakan robot fisik atau co-bots yang dapat mempermudah mereka dalam memproses pesanan. Kapasitas pesanan akan meningkat dua kali lipat, serta meningkatkan akurasi permintaan dan meminimalkan dampak lingkungan. Hal ini telah diungkapkan oleh Nike sendiri dalam postingan blognya, “Dengan menggunakan AI dan pembelajaran mesin, Nike memanfaatkan teknologi untuk mengedepankan produk yang paling disukai konsumen dan memberikan produk lebih cepat, lebih tepat, dan tanpa mengorbankan keberlanjutan”

 

Dalam langkah kedepannya Nike mengumumkan akan memperbarui ekosistem digitalnya, seperti aplikasi Nike seluler dan nike COM. Banyak orang berspekulasi bahwa Nike akan mengembangkan aplikasi kebugaran yang mutakhir, aplikasi ini dirumorkan akan menggunakan data biometrik untuk memberikan latihan khusus yang sesuai dengan kebiasaan, preferensi dan kebutuhan penggunanya.

Ikuti tulisan menarik Gezwa Damar lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

1 hari lalu

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

1 hari lalu