x

Iklan

Sheila Fairuz Nissa

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 6 Oktober 2023

Minggu, 8 Oktober 2023 08:12 WIB

Mengenal Lebih Jauh Tentang Aset dan Kewajiban dalam Ilmu Akuntansi

Aset merupakan suatu barang kepemilikan yang dimiliki oleh seseorang ataupun perusahaan, barang tersebut merupakan barang yang dapat disimpan untuk kebutuhan sekarang hingga nanti. Sedangkan kewajiban merupakan suatu hal yang harus dilakukan baik dari perusahaan maupun orang lain untuk menanggung beban dalam bentuk utang maupun pengeluaran lainnya.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Dalam akuntansi, kita pasti sudah tidak asing dengan kata aset dan kewajiban bukan? Namun tahukah kalian apa yang dimaksud dengan aset dan kewajiban dalam sudut pandang akuntansi?

Aset merupakan suatu barang kepemilikan yang dimiliki oleh seseorang ataupun perusahaan, barang tersebut merupakan barang yang dapat disimpan untuk kebutuhan sekarang hingga nanti. Sedangkan kewajiban merupakan suatu hal yang harus dilakukan baik dari perusahaan maupun orang lain untuk menanggung beban dalam bentuk utang maupun pengeluaran lainnya.

Aset bersifat jangka panjang. Walaupun aset dan investasi terdengar mirip, namun keduanya sangatlah berbeda. Aset pada akuntansi terdiri dari beberapa jenis, ada yang dapat memberikan keuntungan dimasa depan namun ada juga yang hanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari saja. Lain halnya dengan investasi yang memang digambarkan sebagai profit untuk memberikan keuntungan di masa yang akan datang.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Jika aset dapat digunakan untuk jangka panjang, maka kewajiban pada akuntansi merupakan kebalikannya. Kewajiban hanya terfokus kepada beban dan tanggung jawab seseorang ataupun perusahaan yang harus dipenuhi. Kewajiban pada akuntansi sering disebut juga sebagai utang karena kedua hal itu saling berkaitan satu sama lain.

Lantas apa saja jenis-jenis aset pada akuntansi? Serta bagaimanakah kedua hal tersebut bisa berkaitan dengan ilmu akuntansi?

Jenis-jenis aset terbagi menjadi 2 yaitu ;

1. Aset Lancar

Aset lancar merupakan barang yang dimiliki oleh seseorang atau perusahaan dengan perputaran pemasukan dan pengeluaran yang cepat, jarak yang umumnya dilakukan biasanya sekitar 1 tahun. Jika seseorang membeli atau melakukan transaksi barang dengan perputaran pemasukan yang akan diperoleh yaitu dalam kurun waktu satu tahun, maka hal tersebut bisa disebut sebagai aset.

Contoh aset lancar yang biasa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari yaitu kas,piutang, barang persediaan, barang perlengkapan, beban dibayar di muka serta investasi jangka pendek.

2. Aset Tidak Lancar

Aset tidak lancar merupakan barang kepemilikan yang dimiliki oleh orang lain ataupun perusahaan yang perputaran modalnya berjarak lebih dari satu tahun.

Aset tidak lancar juga dikelompokan menjadi beberapa bagian yaitu ;

• Aset Tetap

Aset tetap adalah aset yang digunakan untuk kebutuhan seseorang atau perusahaan namun, tidak untuk dijual kembali. Adapun hal-hal yang dapat mempengaruhi aset tersebut agar bisa dijual kembali seperti rusak, habis, ataupun masalah-masalah lainnya. Contoh aset tetap yaitu, mesin, alat produksi, furniture, properti, pabrik, serta perlengkapan-perlengkapan lainnya

• Aset Tidak Nampak

Aset tidak Nampak merupakan aset yang wujudnya bukan berupa benda atau barang karena wujudnya yang tidak memiliki dimensi, namun aset tersebut tetap bisa disebut sebagai kepemilikan. Contohnya seperti hak milik, hak cipta, hak sewa, hak paten, dan sebagainya

• Investasi Jangka Panjang

Investasi jangka panjang juga dapat digolongkan menjadi aset tidak lancar karena perputaran modalnya yang lama (untuk masa depan) sehingga jika seseorang berinvestasi namun keuntungan yang akan diperolehnya adalah tiga tahun lagi atau lebih maka hal tersebut dapat dikatakan sebagai aset tidak lancar

Alasan keduanya memiliki keterkaitan satu sama lain yaitu karena di dalam akuntansi, kita sering mempelajari tentang persamaan akuntansi untuk menghitung jumlah pendapatan dan pengeluaran yang miliki oleh seseorang ataupun perusahaan.

Rumus persamaan akuntansi yaitu :

Aset = Kewajiban + Modal

Oleh karena itu, Aset dapat dikatakan sebagai barang kepemilikan karena mencakup kewajiban dan modal yang dimiliki oleh seseorang atau perusahaan. Jumlah kewajiban dan modal dapat disebut aset karena beban atau utang yang harus ditanggung untuk memperoleh aset harus dibarengi dengan modal. Maka, hal tersebut bisa ditulis sebagai :

Modal = Aset – Kewajiban

Modal atau harta yang miliki oleh orang lain ataupun perusahaan merupakan hasil dari aset yang diperoleh kemudian dikurang oleh beban atau utang yang ditanggung karena jika seseorang ataupun memliki harta adan kekayaan namun masih memiliki utang ataupun beban yang harus ditanggung, maka hal tersebut tidak bisa dikatakan sebagai modal.

Semua hal tersebut memang masih saling berkaitan. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita tahu dan menyadari tentang ilmu-ilmu akuntansi tersebut. Karena hal tersebut masih relevan dan masih berguna untuk kehidupan yang akan kita jalani, terutama dalam dunia kerja.

Sheila Fairuz Nissa Prodi Manajemen Universitas Pembangunan Jaya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ikuti tulisan menarik Sheila Fairuz Nissa lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

Senin, 10 Juni 2024 12:33 WIB

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

Senin, 10 Juni 2024 12:33 WIB