x

Ilustrasi remaja galau. Pxhere.com

Iklan

Nurul Azizah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 31 Oktober 2023

Rabu, 1 November 2023 06:54 WIB

Pengaruh Parenting Style terhadap Isu Bunuh Diri pada Remaja

Kasus bunuh diri yang tengah rama menjadi pembicaraan ini disebabkan banyak faktor, salah satunya adalah kurangnya komunikasi antara orangtua dan anak. Ini menyebabkan anak merasa sendiri dan cenderung tidak bercerita apa-apa terhadap orang tua.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Belakangan ini ramai pemberitaan mengenai kasus bunuh diri yang terjadi di Indonesia. Kebanyakan kasus bunuh diri ini dilakukan oleh remaja. Berdasarkan banyak kasus bunuh diri yang terjadi, salah satu faktor penyebabnya adalah keluarga. Yang menjadi fokus artikel ini adalah dari aspek parenting style/ pola asuh orangtua.  

Pola asuh orang tua merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi perkembangan anak. Pola asuh yang diterapkan oleh orangtua akan membentuk karakter, perilaku, dan kepribadian anak. Pola asuh yang baik dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang sehat dan mandiri . Sebaliknya, pola asuh yang buruk dapat berdampak negatif pada perkembangan anak, baik secara fisik, mental, maupun sosial. Orang tua perlu memahami berbagai jenis pola asuh dan dampak yang dapat ditimbulkan oleh masing-masing pola asuh. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk memahami berbagai jenis pola asuh dan memilih pola asuh yang tepat untuk anak. Pemilihan pola asuh yang tepat harus disesuaikan dengan karakteristik anak dan situasi keluarga. 

 Pola asuh orang tua dapat mempengaruhi kesehatan mental atau emosional anak, dampak dari pola asuh mulai dapat terlihat ketika anak berada pada usia remaja sampai dewasa. Kesehatan mental remaja adalah salah satu hal yang paling penting untuk diperhatikan. Remaja sedang mengalami banyak perubahan dalam hidup mereka, baik secara fisik, emosional, maupun sosial. Perubahan-perubahan ini dapat menyebabkan stress dan kecemasan, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan mental mereka. Faktor yang mempengaruhi kesehatan mental remaja, salat satunya ialah pola asuh orang tua yang tidak sesuai. Orangtua memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan anak. Dengan menerapkan pola asuh yang tepat dan memperhatikan faktor-faktor lain yang mempengaruhi perkembangan anak, orangtua dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang sehat, mandiri, dan berintegritas.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pola asuh orangtua dapat berdampak positif maupun negatif terhadap perkembangan anak. 

 Secara umum, pola asuh orangtua dapat dikelompokkan menjadi empat kategori, yaitu:

Otoriter: Pola asuh yang menekankan pada kepatuhan dan disiplin yang ketat. Orangtua otoriter cenderung tidak memberikan penjelasan kepada anak atas tindakan disiplin yang mereka lakukan. 

Permissive: Pola asuh yang menekankan pada kebebasan dan keleluasaan anak. Orangtua permisif cenderung tidak menetapkan aturan atau batas yang jelas bagi anak.

Otoritatif: Pola asuh yang seimbang antara kasih sayang dan disiplin. Orangtua otoritatif menetapkan aturan dan batas yang jelas bagi anak, tetapi mereka juga memberikan kasih sayang dan dukungan yang cukup.

Pola asuh otoritatif dianggap sebagai pola asuh yang paling ideal untuk perkembangan anak. Pola asuh ini dapat membantu anak belajar untuk menjadi mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki harga diri yang tinggi. 

Selain menerapkan pola asuh yang tepat, orangtua juga perlu memperhatikan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi perkembangan anak, seperti:

Lingkungan keluarga: Lingkungan keluarga yang positif, harmonis, dan nyaman, akan memberikan pengaruh yang baik bagi perkembangan anak karena anak akan merasa senang berada di lingkungan keluarga tanpa adanya rasa tertekan.

Lingkungan sosial: Lingkungan sosial yang positif akan memberikan pengaruh yang baik bagi perkembangan anak. Jika anak tumbuh pada lingkungan sosial yang kurang baik, tentunya anak akan mendapat dampak negatif pada kehidupannya karena pengaruh lingkungan sosialnya yang kurang bagus.

Pendidikan: Pendidikan yang berkualitas akan membantu anak mengembangkan kemampuannya. Namun masih banyak yang menyepelekan pendidikan, apalagi untuk perempuan.

Pemilihan pola asuh yang tepat harus disesuaikan dengan karakteristik anak dan situasi keluarga. Orang tua perlu memahami berbagai jenis pola asuh dan dampak yang dapat ditimbulkan oleh masing-masing pola asuh. Selain itu, orang tua juga perlu mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan anak dalam memilih pola asuh yang tepat.

Ada beberapa tip untuk menjaga kesehatan mental remaja, yaitu: Berikan dukungan dan cinta, Ajarkan mereka cara mengatasi stres, dan berikan mereka harapan. Kesehatan mental remaja adalah masalah yang penting untuk diperhatikan. Dengan dukungan dan perhatian yang tepat, remaja dapat mengembangkan kesehatan mental yang kuat. Adapula beberapa solusi untuk mecegah mengurangi masalah kesehatan remaja: Meningkatkan kesadaran masyarakat, meningkatkan akses ke layanan kesehatan mental, meningkatkan pendidikan tentang kesehatan mental. Dengan ini, diharapkan dapat mengurangi keinginan bunuh dirj pada remaja yang memiliki kesehatan mental kurang baik.

Kasus bunuh diri yang tengah rama menjadi pembicaraan ini juga disebabkan banyak faktor, salah satunya adalah kurangnya komunikasi antara orangtua dan anak sehingga anak merasa sendiri dan cenderung tidak bercerita apa-apa terhadap orang tua yang seharusnya menjadi tempat ternyaman para anak. Hal ini berakibat fatal pada kesehatan mental para remaja, yanh dimana sudah disebutkan bahwa masa remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa yang membuat para remaja sangat labil. Para remaja dalam pertumbuhannya sebagai remaja pastinya sedang beradaptasi dengan alur kehidupan yang mereka alami. Banyak kasus bunuh diri yang di latar belakangi oleh stress akibat permasalahan keluarga, baik dari masalah ekonomi, kondisi keutuhan keluarga, atau pola asuh orang tua.

Isu bunuh diri yang sedang hangat diperbincangkan di masyarakat pastinya membuat banyak orang tua yang memiliku anak remaja merasa cemas terhadap anak mereka. Sudah disebutkan bahwa salah satu penyebabnya dapat berasal dari pola asuh orang tua. Maka dari itu, para orang tua diharapkan dapat memilih pola asuh yang tepat bagi anak mereka masing-masing. Apabila para orang tua tepat dalam memilih pola asuh orang tua, hal tersebut akan membuat kesehatan para remaja tejaga dengan baik. Hal tersebut diharapkan mampu mengurangi rasa ingin bunuh diri yang muncul pada remaja saat ini.

Diupload untuk memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Pendidikan dan Bimbingan yang diampu oleh : Nadia Aulia Nadhirah, M.Pd.dan
Tiara Iskandar Pratiwi, S.Pd.

Ikuti tulisan menarik Nurul Azizah lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Biomorfik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

1 hari lalu

Terpopuler

Biomorfik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

1 hari lalu