Kontribusi IQ, EQ, dan SQ dalam Pemaksimalan Psikologi Pendidikan

Jumat, 3 November 2023 12:57 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Apa pengertian IQ? IQ atau di sebut dengan Kecerdasan Intelegency -> Nah, menurut pendapat tokoh Alfred Binet mengenai (IQ) bahwasanya intelegensi mencakup 4 hal yaitu: pemahaman, hasil penemuan, arahan, dan pembahasan. Sedangkan, menurut pendapat Tokoh William Stern IQ adalah sebuah kapasitas umum dari individu yang secara sadar dapat menyesuaikan jiwa yang umum dengan masalah dan kondisi hidup baru.

IQ memiliki aspek intelegensi (Keseluruhan kemampuan seseorang yang dimana untuk berpikir dan bertindak secara logis, terarah, serta mengolah dan menguasai lingkungan dilakukan secara efektif) -> ketinggian, kecepatan, dan keluasan. Lalu apa sih pengertian dari EQ? EQ -> Emotional Quotient (EQ) atau kecerdasan emosi yang didefinisikan oleh Daniel Goleman sebagai kemampuan untuk mengenali perasaan sendiri, perasaan orang lain, memotivasi diri sendiri, mengelola emosi dengan baik, dan berhubungan dengan orang lain. Nah jadi dapat kita simpulkan bahwa pikiran rasional digerakkan oleh IQ sedangkan pikiran emosional digerakkan oleh emosi (EQ).

Apa itu SQ? SQ atau disebut dengan kecerdasan spiritual mampu mengawal manusia agar tidak tersesat dari landasan kehidupan yang ditetapkan oleh Allah Swt. Kecerdasan spiritual seperti -> melaksanakan perintah tuhan (tidak melanggarnya, melakukan semua usaha yang dilakukan, berdoa kepada Allah -> dengan sepenuh hati dan percaya Allah maha mengabulkan doa. 

Apakah IQ, SQ, dan EQ sangat penting bagi dunia pendidikan? Jawabannya ya sangat penting untuk pendidikan. Ketiga kecerdasaan tersebut seharusnya dipupuk dan dibimbing secara bersama, karena ketiganya mempunyai kekuatan tersendiri yang diperlukan individu 
dalam kehidupan. Menafikan salah satu di antaranya merupakan satu amalan yang tidak bermanfaat dan justru merugikan, karena kita termasuk menafikan satu unsur atau potensi yang ada dalam manusia itu sendiri.

Kategori IQ : kalau kategorinya tinggi namun nilainya rendah harus dilihat lagi. Orang yang punya prestasi tinggi, tapi emosi rendah (maka dia susah untuk menjadi seorang produktivitas), emosi berhubungan dengan psikologi, emosi bukan hanya berhubungan dengan kesuksesan seseorang, EQ (emosi rendah) -> itulah pentingnya keseimbangan. Menghindari sikap reaktif (berfikir tenang, dan jangan terburu-buru) latih kemampuan komunikasi (secara publik speaking), melatih pikiran terbuka (tidak boleh menolak), tidak boleh stress.

Ada pertanyaan: Bagaimana jikalau ada seorang manusia memiliki EQ (kecerdasan emosi) yang rendah? apakah hal tersebut akan menjadi penentu kesuksesan seseorang atau tidak?

Jawaban : EQ tidak menjadi penentu kesuksesan seseorang, namun jika seseorang memiliki EQ rendah maka bisa menjadi salah satu kerusakan hidupnya, bisa jadi dia stress. Seseorang yang memiliki EQ rendah susah untuk sukses, namun bisa dihilangkan dengan ia terus melatih diri, memahami diri sendiri, maka dari itu IQ, SQ dan EQ sangat berhubungan. Sehingga, dapat dikatakan bahwa EQ -> harus diatasi jikalau memiliki EQ yang rendah (dengan cara belajar menerima diri sendiri, tidak stress, melatih pikiran terbuka, melatih publik speaking, melatih diri dengan berbaur seseorang dan lainnya.

Kalau anak dua tahun baru belajar naik tangga (problem), solvingnya : bagaimana anak bisa menyelesaikan hal ini. Problem solving itu tidak harus menentu waktu besar. Dalam psikologi setiap materinya selaluberhubungan. Emosi berbagai hal segala sesuatu -> bukan hanya marah" namun senyum, bilang "oh" termasuk marah. Maka dari itu membutuhkan problem solving.

Bagikan Artikel Ini
img-content
Husna Afifah

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler