x

Grey Skulls Piled on Ground_pexels(renato-danyi)

Iklan

Fitriani Fattah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 20 November 2021

Senin, 6 November 2023 12:18 WIB

Alasan Mengapa Mengingat Mati Itu Penting Bagimu

Hidup manusia tidaklah lama,akan ada waktunya Tuhan mengistirahatkanmu.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Hidup dalam jangka waktu yang sangat lama-kekal abadi-mungkin akan terasa membosankan sekalipun wajahmu seganteng Edward Cullen dan secantik Bella Swan.Jangan salah vampir yang masih mempertahankan naluri kemanusiaannya pasti akan merasakan bosan.Satu-satunya cara agar manusia bisa menikmati hidup di dunia dalam kekekalan adalah dengan menghilangkan sifat kebinatangannya.Mengapa? Karena sebagian kesenangan itu berasal dari nafsu.Sayangnya kemungkinan terhapusnya otak binatang itu mustahil terjadi.

Entah mengapa sebagian orang bergidik ketika mendengar kata mati padahal kematian itu sendiri adalah istirahat terbaik bagi manusia yang diberikan oleh Tuhan.Tentu saja selama kedatangan kematian itu sendiri berasal dari keputusan Tuhan bukan keputusan pribadi seseorang.Bagimanapun ketakutan itu meliputi siapa saja entah dari golongan yang paling sholeh sampai yang paling degil sekalipun.Sebenarnya hal itu sangatlah wajar karena kita tidak memiliki pengetahuan yang utuh perihal peristiwa apa yang menanti manusia kelak di alam sana.

Terlepas dari apa yang akan kita temukan kelak-siksaan atau kesenangan-,tulisan ini hanyalah sebuah ajakan untuk sesekali bahkan sesering mungkin merenungi kematian.Tidak ada yang pasti di dunia ini selain kematian.Siapapun di manapun dalam keadaan apapun pasti akan menghadapinya.Persiapan terbaik dalam menghadapi ketidakpastian adalah dengan merenunginya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Berikut beberapa alasan mengapa mengingat kematian mungkin akan bermanfaat bagi kita.

1.Mengurangi Penundaan

Bahkan setelah sekian tahun berlalu setelah kematiannya dijamin kalian tetap saja akan menyesal mengingat betapa mudahnya mengatakan 'tunggu','sebentar','nanti saja,' dan beberapa detik kemudian ia tidak lagi bisa menyuruhmu.Jangan ragu bersegera mencuci piring yg bertumpuk sebelum mereka-yg lebih renta daripadamu-membasahi tangannya dengan air.

Hidup manusia tidaklah lama,akan ada waktunya Tuhan mengistirahatkanmu. Sempatkanlah segala panca inderamu walau sekian detik karena masa hidupmu ada batasnya.Telingamu tak akan terbakar karena mendengarkan keluh kesah.Matamu tak akan buta karena menyaksikan raut wajah kesedihan dari orang yg hidupnya sedang gulana.Tubuhmu tak akan lumpuh karena mendampingi orang yg sedang bersedih hati.Tak akan lama,tidak selamanya mereka akan seperti itu.Orang yg masih hidup namun paling tersiksa batinnya adalah mereka yg luput dari membantu orang lain yg telah tiada.

2.Lebih Tentram

Ketakutan yg timbul dari mengingat mati adalah sinyal yg baik.Sama dengan ketakutan kepada Tuhan,takut mati semestinya membuatmu tenang bukan gelisah.Jika menyadari bahwa usia sangatlah terbatas kamu tidak akan repot-repot menghabiskannya dengan membuat semua orang terkesan.Kenapa?Karena tidak ada satupun manusia yg merelakan hidupnya tenggelam dalam kedukaan.Tak ada satupun malam yg kamu lewati tanpa membuatmu gelisah karena memikirkan bagaimana mendapatkan pujian dari orang lain.Padahal,esoknya,setelah kepergianmu,si manusia ini akan mulai mencari sosok lain yg bisa dibanggakan.

Kalian stress bagiamana mempertahankan loyalitas mereka dan membuatnya luput dari ketidaksempurnaanmu.Jangan berharap kepada manusia karena mereka itu lemah,mudah lupa,dongkol,dan arogan.Esok kamu akan tiada dan mereka akan kembali sibuk dengan aktivitasnya yg kadang memuja dan lebih banyak mencaci.Orang yg paling damai hidupnya adalah mereka yg bergeming dari pujian dan cacian.


3.Menjadi Peka

Ciri orang yg baik adalah mereka yg menghabiskan sebagian waktu dan hidupnya demi kebahagiaan orang lain.Kita tidak memiliki banyak waktu untuk membuat orang yg kita sayangi terus tersenyum.Kita tidak bisa mempertahankan ekspresi kebahagiaan itu selamanya.Salah satu ramuan untuk melemahkan sifat egois adalah dengan mengingat mati.Toh esok aku akan tiada,apa susahnya membahagiakan orang lain yg juga akan tiada?Kematian memang tidak memandang angka,namun,selagi masih muda,keras kepala,egois,dan congkak,mulailah merenungkan mereka yg sudah sepuh darimu terutama orang tua.Mereka tampak lebih dekat dengan kematian itu dibanding kamu.Orang yg paling malang hidupnya adalah mereka yg tidak bergetar ketika melihat rambut yg putih,alis yg beruban,kulit yg keriput,dan punggung yg tidak lagi tegap.

4.Berlapang Dada

Dengan mengingat mati kita menjadi sadar bahwa segala hal di dunia ini hanyalah sementara.Kematian akan menghentikan orang kaya dari menikmati hartanya.Kematian akan menghentikan orang miskin dari meratapi kefakirannya.Kematian akan menyadarkan anak muda bahwa ia tidak akan bisa bersenang-senang selamanya.

Kematian akan menyadarkan orang yg sudah berusia bahwa masa jayanya akan usai sehingga tidak timbul hasad kepada kaum muda.Orang yg sering mengingat mati akan menyadari keterbatasan kuasanya sehingga hatinya akan lebih terbuka dan lebih siap dalam menerima setiap kenyataan entah itu pahit atau manis.Orang yg paling sengsara malam dan siangnya adalah mereka yg menolak tua.Sementara orang yg paling terkasihani hidupnya adalah mereka yg berpikir bisa terus muda,indah dan gagah.

5.Mendekat Kepada Tuhan

Mustahil mengingat mati tapi melupakan Tuhan.Mustahil mengingat Tuhan tapi tidak berusaha menjauhi dosa.Siklus hidup yg ideal akan selalu mengarahkan kita kepada Tuhan.Rasa takut bertujuan untuk menyelamatkan kita dari kesusahan.Bukan kematian itu sendiri yg harus ditakutkan tapi keadaan kita ketika hal itu terjadi yg perlu dikhawatirkan dan diwaspadai.Segala sesuatu yg nampak menyeramkan seperti misalnya kematian,jika bisa mendekatkan kita kepada Tuhan akan jauh lebih baik dibanding banyak kesenangan namun melalaikan kita dari takdir yg pasti.Orang berpikir bahwa hidup hanya sekali sehingga tidak boleh bersedih hati dan harus selalu menikmati hidup.Kenyataanya kematianlah yg hanya sekali.Suatu hari kita akan hidup untuk kedua kalinya,abadi,kekal,dan tidak pernah membosankan.

 

 

 

Ikuti tulisan menarik Fitriani Fattah lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu