x

Ilustrasi AI

Iklan

Slamet Samsoerizal

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 30 Maret 2022

Minggu, 12 November 2023 18:22 WIB

Ilmuwan: Singularitas akan Terjadi pada 2031

Seorang Ilmuwan Mengatakan Singularitas, yakni ketika kecerdasan buatan sudah di luar kendali manusia, akan terjadi pada 2031. Bahkan mungkin lebih cepat. Apakah Anda siap?

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Ben Goertzel, Ph.D ilmuwan yang CEO SingularityNET tersebut percaya bahwa Singularitas - momen ketika kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) melampaui kendali manusia bsa jadi hanya tinggal beberapa tahun lagi. Ini jauh lebih singkat daripada prediksi saat ini mengenai garis waktu dominasi AI, terutama mengingat bahwa dominasi AI tidak sepenuhnya terjamin sejak awal.

Goertzel pernah bekerja sebagai pemimpin Humanity+ dan Artificial General Intelligence Society-mengatakan kepada Decrypt bahwa ia yakin kecerdasan umum buatan (AGI) masih tiga hingga delapan tahun lagi. AGI adalah istilah untuk AI yang benar-benar dapat melakukan tugas-tugas seperti halnya manusia, dan ini merupakan prasyarat untuk singularitas yang akan segera terjadi.

Terlepas dari apakah Anda percaya atau tidak, tidak ada tanda-tanda bahwa dorongan AI akan melambat dalam waktu dekat. Model bahasa yang besar seperti Meta dan OpenAI, bersama dengan fokus AGI dari xAI milik Elon Musk, semuanya berusaha keras untuk mengembangkan AI.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

“Sistem ini telah meningkatkan antusiasme dunia terhadap AGI," kata Goertzel kepada Decrypt, "sehingga Anda akan memiliki lebih banyak sumber daya, baik uang maupun tenaga manusia - lebih banyak anak muda yang cerdas yang ingin terjun ke dunia kerja dan mengerjakan AGI."

Ketika konsep AI pertama kali muncul-pada tahun 1950-an-Goertzel mengatakan bahwa perkembangannya didorong oleh militer Amerika Serikat dan dilihat terutama sebagai alat pertahanan nasional yang potensial. Namun, baru-baru ini, kemajuan di bidang ini telah didorong oleh berbagai pendorong dengan berbagai motif.

"Sekarang AI bahkan dapat menghasilkan uang bagi perusahaan," katanya, "juga menarik, bagi seniman atau musisi."

Untuk mencapai Singularitas, bagaimana pun akan membutuhkan lompatan yang signifikan dari titik perkembangan AI saat ini. Meskipun AI saat ini biasanya berfokus pada tugas-tugas tertentu, dorongan menuju AGI dimaksudkan untuk memberikan teknologi pemahaman yang lebih mirip manusia tentang dunia dan membuka kemampuannya. Ketika AI terus memperluas pemahamannya, AI terus bergerak lebih dekat ke AGI-yang menurut beberapa orang hanya tinggal selangkah lagi menuju singularitas.

Mengutip dari laman Popular Mecahanics, teknologi ini belum ada. Beberapa ahli memperingatkan bahwa kita masih jauh dari teknologi ini dari yang kita pikirkan-kalau kita bisa mencapainya. Namun, pencariannya tetap berjalan.

Ellon Musk, misalnya, menciptakan xAI pada musim panas 2023 dan baru-baru ini meluncurkan chatbot Grok untuk membantu umat manusia dalam upaya mencari pemahaman dan pengetahuan. Musk juga menyebut AI sebagai kekuatan yang paling mengganggu dalam sejarah.

Dengan banyaknya raksasa teknologi yang paling berpengaruh - Google, Meta, dan Musk - yang mengejar kemajuan AI, kebangkitan AGI mungkin lebih dekat daripada yang terlihat. Hanya waktu yang akan menjawab apakah kita akan sampai di sana, dan apakah singularitas akan menyusul.***

 

Ikuti tulisan menarik Slamet Samsoerizal lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu