x

Iklan

Adiatman

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 24 November 2021

Jumat, 8 Desember 2023 19:43 WIB

Efektivitas Pembelajaran Remedial melalui Proses Berbantu Website Mini di SMAN 1 Sebatik

Pembelajaran remedial cukup sulit dilakukan karena memerlukan persiapan yang khusus. Sebagian guru tak terlalu mau mengambil perhatian pembelajaran remedial untuk peserta didik. Sehingga peserta didik tidak diberikan kesempatan untuk memperbaiki kualitas belajarnya.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

  1. Pendahuluan

Pembelajaran remedial cukup sulit dilakukan karena memerlukan persiapan yang khusus. Sebagian guru tak terlalu mau mengambil perhatian pembelajaran remedial untuk peserta didik. Sehingga peserta didik tidak diberikan kesempatan untuk memperbaiki kualitas belajarnya.

Pembelajaran ini dikolaborasikan dengan pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran ini cukup menarik dan menyenangkan. Hal ini berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan belajar peserta didik. Berdasarkan hasil ujian sumatif tengah semester di didapatka peserta didik mengalami keragaman pemahaman yakni tidak paham, paham sebagian, dan

Hadirnya website sederhana yang telah dibuat melalui pemanfaatan akun belajar dengan menggunakan google site, ternyata cukup membantu peserta didik untuk mengakses konten atau materi-materi yang sederhana, kompleks, maupun materi-materi advance atau lanjutan, yang mana konten atau materi tersebut berupa materi yang telah di susun berdasarkan profil belajar peserta didik.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Seperti ada rekaman materi, video pembelajaran, gambar, maupun teks-teks dalam bentuk narasi, baik dari hasil buatan sendiri, maupun materi dari sumber lain yang relevan.

  1. Tujuan

Tujuan praktik baik ini adalah:

  1. Mengubah paradigma lama menjadi paradigma baru.
  2. Mewujudkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
  3. Mengakomodir kebutuhan dan kesiapan belajar peserta didik.
  4. Memberikan pelayanan prima kepada peserta didik.
  5. Membimbing peserta didik dan rekan guru dalam berinovasi membuat website sederhana dan pemanfaatan berbagai aplikasi google. Untuk dimanfaatkan sebagai media dan sumber belajar.
  6. Mengoptimalkan pemanfaatan akun belajar melalui proses pembelajaran.
  7. Memperbaiki kualitas pembelajaran.
  8. Mengembangkan pembelajaran diferensiasi.

 

 

  1. Isi
  2. Situasi
  • Belum optimalnya pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik.
  • Sebagian peserta didik masih kurang mengoptimalkan potensi yang mereka miliki, sehingga pembelajarannya cenderung monoton.
  • Sebagian peserta didik masih belum mengoptimalkan pemanfaatan akun belajar id.
  • Sebagian peserta didik hanya terpaku di kertas saja dalam menuliskan resume hasil belajarnya, sehingga ketika buku atau kertas tersebut tercecer maka peserta didik kehilangan sumber belajar yang telah dibuatnya sehingga saya melakukan diferensiasi produk.
  • Sebagian peserta didik belum memahami bagaimana membuat website sederhana.

Karena itu, sebagai guru dilakukan refleksi pembelajaran   dan saya berpikir bahwa bagaimana cara dan strategi apa yang harus dilakukan agar kualitas pembelajaran dapat meningkat dan tentunya dapat memfasilitasi dan mengakomodasi kebutuhan serta kesiapan belajar peserta didik. Sehingga dapat memberikan pelayanan prima bagi peserta didik di wilayah perbatasan.

Sehingga dengan menggunakan aplikasi google seperti google drive, dokumen, slide, dan lainnya dapat membantu peserta didik dalam memecahkan permasalahan tesebut. Di samping itu peserta didik juga di ajarkan menggunakan aplikasi lainnya seperti Canva.

 

 

  1. Tantangan

Tantangan  dalam melakukan praktik baik ini:

  • Seringnya tiba-tiba dilakukan pemadaman listrik  
  • Kondisi perekonomian sebagian peserta didik yang berbeda-beda, misalnya beberapa peserta didik yang kurang kuota bahkan tidak memiliki kuota internet, Namun saya mengarahkan mereka ke Laboratorium komputer yang tersedia wifi dari sekolah.
  • Bagaimana menentukan gaya belajar peserta didik melalui pengukuran yang tepat. Sehingga sebagai guru mapel saya berkoordinasi dengan guru BK dan akhirnya memperoleh data gaya belajar masing-masing peserta didik.  
  • Sulitnya menentukan model pembelajaran apa yang akan di integrasikan ke dalam pembelajaran berdiferensiasi sehingga kolaborasi dan konsultasi sering saya lakukan tanpa ada rasa gengsi atau malu bersama rekan sejawat, kepala sekolah, fasilitator dan pelatih ahli sekolah penggerak. Saya juga belajar secara mandiri melalui aplikasi Platform Merdeka Mengajar, dan akhirnya semua itu sangat membantu saya dalam mendalami pembelajaran berdiferensiasi.
  • Kurangnya buku-buku pendukung level tinggi atau materi advance di perpustakaan, sehingga saya meminjam buku-buku pendukung dari teman sejawat berupa buku-buku olimpiade dan juga membuka jurnal penelitian di internet terkait dengan materi tersebut dan juga memanfaatkan materi PPG yang relevan, sehingga kebutuhan dan kesiapan belajar peserta didik dapat terakomodasi.
  • Kemampuan saya dalam merekam terbatas. Sehingga saya berkolaborasi dengan mahasiswa PPL.
  • Android yang digunakan untuk merekam penuh, sehingga saya dibantu oleh peserta didik saya.

Meskipun saya sering melaksanakan pembelajaran diferensiasi. Namun terkadang masih banyak hal yang perlu saya kaji dan refleksi bersama kepala sekolah, rekan sejawat, pelatih dan fasilitator sekolah penggerak serta kepala cabang dinas pendidikan provinsi Kalimantan Utara wilayah Nunukan.

Salah satunya adalah bagaimana mengkombinasikan kebutuhan belajar peserta didik dengan profil belajarnya. Sehingga membentuk satu kesatuan yang utuh dan saling melengkapi dalam kegiatan pembelajaran baik dari  segi  proses maupun produk yang tentunya akan mempermudah untuk mengaktualisasikan pembelajaran berdiferensiasi.

Akhirnya melalui saran dan masukan serta perenungan yang mendalam saya mencoba menerapkan strategi SMART     

  1. Spesifik

Pembelajaran diferensiasi adalah pembelajaran yang unik dan berkarakter, yang mana sebelum penerapannya ada beberapa langkah spesifik yang harus dilakukan oleh guru salah satunya berupa asesmen diagnostik kognitif maupun non kognitif pada awal pembelajaran.

Pemetaan tersebut akan menjadi acuan untuk menyusun strategi dan rencana pembelajaran yang dituangkan ke dalam Modul Ajar. Pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik akan menciptakan pembelajaran yang bermakna.

 

 

 

  1. Menyenangkan

Proses pembelajaran yang menyenangkan akan membuat peserta

didik untuk terus semangat belajar dan terbebas dari rasa tekanan. Sehingga proses belajar dapat berlangsung dengan baik.

Ada beberapa cara jitu yang telah diterapkan agar pembelajaran diferensiasi berlangsung menyenangkan dan selalu bersifat dinamis, yakni: pemanfaatan aplikasi kahoot sebagai kuis, proses pembelajaran dapat di sisipkan yel-yel semangat, nyanyian namun liriknya masih berkaitan dengan materi Biologi serta ice breaking.

Melalui proses menyimak video pembelajaran, baik dalam bentuk animasi maupun video 3D tentunya diharapkan akan membuat pembelajaran semakin menyenangkan dan bermakna.

  1. Advance

Peserta didik yang telah memiliki kemampuan yang lebih dalam penguasaan materi tertentu, akan diberikan materi advance atau materi lanjutan sebagai pengembangan dari materi yang telah mereka pahami. Melalui website yang telah dibuat peserta didik dapat mengakses segala bentuk materi yang telah disesuaikan dengan gaya belajar masing-masing peserta didik.

Jika, materi pada website yang telah disediakan masih kurang, maka peserta didik sangat diperbolehkan untuk mencari konten atau materi advance lainnya dari sumber manapun selama materi tersebut masih relevan.

Pemanfaatan website sederhana sebagai media pembelajaran akan memudahkan proses belajar peserta didik dan dapat diakses kapanpun dan di manapun serta mengakomodasi kebutuhan belajarnya.

Peserta didik yang telah mahir, akan dijadikan sebagai tutor sebaya bagi teman-temannya sebagai salah bentuk apresiasi. Melalui strategi tersebut diharapkan peserta didik mampu memecahkan permasalahan bersama melalui proses diskusi dan belajar yang dialaminya.

Melalui proses belajar dan bertumbuh bersama dengan saling melengkapi satu sama lain maka, proses pembelajaran akan semakin bermakna dan sesuai dengan profil pelajar pancasila.

Pada praktik baik yang telah dilakukan diberbagai kelas ternyata  menimbulkan dampak positif bagi kemajuan peserta didik, yang tadinya kurang memahami pelajaran dengan bahasa buku atau guru akan terbantukan melalui tutor sebaya dan profil belajar masing-masing. Ada yang menyukai belajar dengan cara menyimak video pembelajaran, dan melihat gambar serta lainnya.

Pembagian kelompok yang heterogen dengan melihat potensi atau kemampuan peserta didik melalui asesmen awal yang telah dilakukan sebelumnya maka diharapkan akan membentuk suatu kolaborasi yang hebat antara peserta didik yang telah memiliki pemahaman materi advance dan akan siap membantu serta mengarahkan teman-temannya untuk berkolaborasi dalam memecahkan permasalahan yang ada.

  1. Resume

Setiap anggota kelompok wajib aktif dan memperhatikan jalannya proses diskusi dengan membuat catatan-catatan di buku masing-masing, dan akan menjadi sumber belajar bagi dirinya maupun temannya yang lain.

Pada praktik baik ini, yang saya lakukan adalah mendeferensiasikan produk atau sesuatu yang akan dihasilkan oleh peserta didik sebagai bukti dari hasil belajarnya dalam bentuk resume materi berdasarkan hasil diskusi, presentasi, atau segala sesuatu yang telah mereka pelajari pada materi tersebut selama proses pembelajaran berlangsung.

Para peserta didik dapat menuliskan hasil resumenya melalui berbagai jenis file yang telah saya ajarkan sebelumnya, yakni dengan menggunakan akun belajar id bagi yang ada.

Untuk mengakses berbagai layanan aplikasi google seperti google slide, google site, google dokumen, jamboard, atau lainnya seperti membuat infografis berupa poster dari Canva.

Namun, peserta didik juga bisa menggambar di karton  dan juga bisa menuliskan hasil resumenya di kertas serta peserta didik juga diperbolehkan merekam suaranya melalui android yang mereka miliki guna untuk sebagai sumber belajar berupa audio. artinya disesuiakan dengan kebutuhan dan kesiapan belajar serta minat peserta didik. Sehingga merdeka belajar yang dirasakan oleh peserta didik betul-betul bermakna.

  1. Teknologi

Hasil resume tersebut, tentunya akan di satukan ke dalam website kelompok yang telah dibuat oleh masing-masing koordinator kelompok. Pembuatan website sederhana dengan menggunakan google site yang telah saya ajarkan sebelumnya akan membantu peserta didik  untuk mengumpulkan atau menyatukan hasil resume yang telah dibuat oleh anggota kelompok masing-masing dengan berbagai jenis file sebagai bentuk portofolio mereka.

            Adanya website kelompok ini, diharapkan peserta didik bisa mempelajari kembali materi tersebut dimanapun dan kapanpun. Dan tahap akhir dari kegiatan ini adalah semua koordinator kelompok menyiapkan narasumber yang akan mempresentasikan hasil resumenya dalam bentuk website sederhana di depan kelas dengan bantuan proyektor. 

Dan sekaligus saling menilai antar kelompok. Akhir dari pembelajaran ini adalah dilaksanakannya evaluasi dalam bentuk google form. Adanya evaluasi tersebut maka diharapkan dapat mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran yang telah dilaksanakan.

 

 

 

 

 

 

 

  1.   Refleksi

Dari praktik baik yang saya lakukan, telah banyak diberikan masukan dan saran yang membangun baik dari rekan sejawat, kepala sekolah, maupun dari pendamping ahli serta fasilitator program sekolah penggerak.

Namun, hal itu, tidak membuat saya berkecil hati atau patah semangat. Karena guru adalah pembelajar sepanjang hayat. Melalui saran dan masukan dari bapak/ibu hebat.  

Adapun dampak dari praktik pembelajaran diferensiasi ini adalah:

  • Pembuatan website sederhana melalui google site dan pemanfaatan berbagai aplikasi google telah menginspirasi peserta didik dan rekan sejawat serta guru-guru yang ada di provinsi Kalimantan utara dengan diamanahkan menjadi pemateri dalam kegiatan webinar dengan tema digitalisasi pembelajaran, yang diselenggarakan oleh BPMP Kalimantan Utara.
  • kebutuhan belajar peserta didik terakomodasi dengan baik.
  • Tujuan pembelajaran tercapai dan hasil evaluasi menunjukkan bahwa terjadi penguasaan materi secara komprehensif yang dapat di analisis melalui google form.
  • Pembelajaran diferensiasi sangat efektif diterapkan.   
  • menginspirasi mahasiswa Universitas Borneo Tarakan jurusan Pendidikan Biologi yang tengah melakukan PPL di SMA Negeri 1 Sebatik.
  • Terwujudnya digitalisasi sekolah yang berpusat pada peserta didik.
  1. Penutup

Walaupun berada di wilayah perbatasan dengan segala tantangan yang ada, sebagai guru saya akan terus semangat untuk menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. 

Ikuti tulisan menarik Adiatman lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu