x

Iklan

Oktavia Ardita

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 2 Juli 2022

Senin, 18 Desember 2023 19:38 WIB

Nilai Sosial pada Pertunjukan Wayang: Gathutkaca Wisuda

Pertunjukan Wayang Golek "Gatutkacha Wisda" oleh Ki Kasmin di Museum Wayang Jakarta pada 24 September 2023 memberikan nilai-nilai sosial kepada penontonnya.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Sebuah seni pertunjukan biasa memiliki unsur-unsur pendukung di dalamnya. Unsur tersebut dibagi menjadi dua, unsur intrinsik dan unsur ekstrinstik. Unsur intrinsik biasanya muncul dari dalam lakon itu sendiri, sedangkan ekstrinstik biasanya berisikan nilai-nilai yang berasal dari luar lakon tersebut. Dalam pertunjukan wayang yang berjudul Gathutkaca Wisuda yang diselenggarakan pada 24 September 2023 di Museum Wayang yang terletak di Jakarta yang dibawakan oleh dalang Ki Kasmin G. Terdapat unsur ekstrinstik yang membangun pada pertunjukan wayang tersebut. Unsur-unsurnya ialah:

Unsur cerita 
Cerita Gathutkaca Wisuda menceritakan tentang perjalanan Gathutkaca untuk mendapatkan gelar Wisudawan dari Resi Bisma. Dalam perjalanannya, Gathutkaca harus melewati berbagai rintangan, baik rintangan fisik maupun rintangan batin. Asal usul Gatot Kaca hingga menjadi raja. Gatot Kaca adalah seorang tokoh pewayangan yang kuat dan berani, merupakan salah satu karakter penting dalam epik Mahabharata, sebuah kisah epik India kuno. Ia adalah sekutu para Pandawa, yang berperang melawan Korawa. Gatot Kaca adalah putra Bima, salah satu tokoh pewayangan terkemuka yang juga dikenal dengan sebutan “Bima Suci.” Ia memiliki kekuatan fisik dan ketangguhan dalam pertempuran yang luar biasa, sehingga membuatnya menjadi pahlawan yang dihormati. Cerita wayang kulit Gatot Kaca Wisuda juga mencerminkan ajaran moral, mitos penciptaan, dan cerita epik yang merujuk pada epik Mahabharata.

Nilai sosial yang dapat diambil dari unsur cerita ini adalah pentingnya berjiwa nasionalisme, rela berkorban untuk pentingnya yang lebih besar, jangan terlalu meremehkan orang lain, dan tetap rendah hati.Gathutkaca dapat meraih gelar Wisudawan karena perjuangan dan kerja kerasnya yang tidak kenal lelah. Ia tidak menyerah menghadapi berbagai rintangan yang menghadang.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Unsur Karakter
Karakter-karakter yang terdapat dalam pertunjukan Gathutkaca Wisuda juga memiliki nilai sosial yang tinggi. Gathutkaca sendiri merupakan sosok yang gagah berani, pantang menyerah, dan berjiwa kesatria. Ia juga memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi, terutama terhadap keluarganya.Gatotkaca bermata telengan (membelalak), hidung dempak ,berkumisdan beryanggut.berjamang tiga susun,bersunting waderan,sanggul kadal- menek,bergaruda membelakang,berpraba, berkalung ulur-ulur, bergelang,berpotoh dan berkeroncong,dan berkain kerjaan lengkap. Bentuk wayang: gatotkaca berwanda,guntur,kilat, tatit, tatit sepuh,mega dan mendung.

Karakter-karakter lain yang juga memiliki nilai sosial tinggi antara lain Resi Bisma, yang merupakan sosok guru yang berani berkorban demi kepentingan orang lain dengan prinsip hormat,rukun,keadilan,kebenaran,dan keluhuran budinya. Prinsip rukun dan hormat serta adil,jujur,bijaksana menjadi salah satu kebijaksanaan dan arif.

Unsur dialog
Dialog-dialog yang terdapat dalam pertunjukan Gathutkaca Wisuda juga mengandung nilai sosial yang tinggi. Dialog-dialog tersebut antara lain mengandung pesan-pesan moral, seperti pentingnya pendidikan, pentingnya kerja keras, pentingnya tanggung jawab, dan pentingnya kesetiaan.

Pentingnya Tanggung Jawab
Gatotkaca sadar betul bahwa saat diminta maju ke medan laga, bahwa itu berarti dia akan sengaja dikorbankan menjadi tumbal bagi pihak Pandawa. Dihari menjelang kematiannya, Gatotkaca menggempur prajurit pihak Kurawa secara luar biasa, Hari itu adalah hari dimana Kurawa kehilangan prajuritnya dalam jumlah yang sangat luar biasa besar dibanding dengan hari-hari lain selama Baratayudha. Hal ini merupakan suatu bentuk tanggung jawab besar meski gatotkaca menyadari kematiannya yang dekat.

Pentingnya Kerja Keras
Gatotkaca bekerja keras untuk memberikan pengorbanan guna membantu paman yang paling dihormatinya. Gatotkaca menyerang Korawa dengan seluruh pasukannya yang dibawa dari Pringgodani, sebuah daerah di Nusantara. Dia memberi semangat kepada pasukannya, “Kita semua akan mati, dan kini terbuka kesempatan mulia, apabila mati, kita akan dikenang sebagai pahlawan pembela kebenaran yang tak akan dilupakan sampai puluhan abad kemudian”. Semakin malam pasukan raksasa Gatotkaca semakin kuat dan semakin tajam penglihatan mereka, sehingga Korawa dibuat kocar-kacir. Ribuan pasukan Korawa dibunuh pasukan Gatotkaca. Gathutkaca dapat meraih gelar Wisudawan karena kerja kerasnya yang tidak kenal lelah. Ia tidak menyerah menghadapi berbagai rintangan yang menghadang. Kerja keras merupakan kunci untuk meraih kesuksesan.

Pertunjukan Wayang Golek "Gatutkacha Wisda" oleh Ki Kasmin di Museum Wayang Jakarta pada 24 September 2023 memberikan nilai-nilai sosial kepada penontonnya, terutama nilai-nilai pendidikan dan moral. Pertunjukan ini menunjukkan pentingnya pendidikan yang bisa membuat seseorang sukses, seperti Gatutkacha yang berhasil menyelesaikan gelar sarjana dengan kegigihannya. Selain itu, pertunjukan ini juga mengajarkan nilai-nilai moral seperti kejujuran, tanggung jawab, dan keberanian melalui contoh sikap yang ditunjukkan oleh Gathutkaca.

Pertunjukan Ghatutkacha Wisda menggambarkan beberapa pesan penting yang dapat dipetik. Pertama, pentingnya pendidikan dalam menjadi seorang ksatria yang cerdas dan bijaksana. Pendidikan dapat memperluas pengetahuan, keterampilan, dan wawasan, serta membentuk karakter yang baik. Kedua, pentingnya ketekunan dan kerja keras dalam meraih kesuksesan. Ghatutkacha berhasil menjadi sarjana berkat usaha yang tak kenal lelah dan ketekunannya menghadapi rintangan. Ketiga, pentingnya tanggung jawab, terutama terhadap keluarga. Ghatutkacha memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi dan menjadi sosok perlindungan bagi keluarganya. Pesan-pesan ini tercermin melalui penampilan Ghatutkacha Wisda.Dalam keluarga saya, nilai moral penting yang harus dimiliki oleh setiap orang adalah tanggung jawab dan kesetiaan. Ghatu Tokaka, tokoh dalam cerita, menunjukkan kesetiaannya kepada keluarga dan gurunya dengan selalu berusaha memenuhi harapan mereka. Kesetiaan merupakan nilai moral yang wajib dimiliki oleh setiap orang.

Ikuti tulisan menarik Oktavia Ardita lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

3 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

3 hari lalu