x

Ilustrasi remaja galau. Pxhere.com

Iklan

Raisa Pasyah Sobihannur

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 25 Desember 2023

Senin, 25 Desember 2023 15:50 WIB

Kejadian Stunting Terhadap Kesehatan Reproduksi Remaja dan Upaya Pencegahannya; Studi Kasus di Provinsi Jambi

Stunting adalah kondisi dimana pertumbuhan anak terhambat, biasanya disebabkan oleh kekurangan nutrisi dan perawatan yang tidak memadai pada masa awal kehidupan. Remaja yang mengalami stunting cenderung memiliki risiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan reproduksi.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

     Stunting adalah kondisi dimana pertumbuhan anak terhambat, biasanya disebabkan oleh kekurangan nutrisi dan perawatan yang tidak memadai pada masa awal kehidupan.

Remaja yang mengalami stunting cenderung memiliki risiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan reproduksi. Stunting dapat memengaruhi perkembangan organ reproduksi, seperti ovarium pada perempuan dan testis pada laki-laki. Hal ini dapat berdampak pada kesuburan di masa depan.

Selain itu, stunting juga dapat memengaruhi siklus menstruasi pada remaja perempuan, yang pada gilirannya dapat mengganggu keseimbangan hormonal dan mempengaruhi kesuburan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

     Stunting juga menjadi masalah di Provinsi Jambi. Walau proporsi stunting dapat ditekan dari 37,8% di tahun 2013 menjadi 30,1% di tahun 2018 (sedikit di bawah angka nasional), namun terdapat prevalensi di kabupaten dalam Provinsi Jambi termasuk kategori masalah stunting berat (>40%).

Kabupaten tersebut yaitu Kabupaten Kerinci dengan angka 55,3% tahun 2013 dan 42,4% tahun 2018, diikuti Kabupaten Tanjung Jabung Timur dengan 48,5% tahun 2013 dan 40,9% tahun 2018, dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang justru mengalami kenaikan signifikan dengan angka prevalensi 29,6% di tahun 2013 meningkat menjadi 44% di tahun 2018.

Sedangkan pada tahun 2022, berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) angka stunting di wilayah Jambi sebesar 18,0 persen. Angka tersebut mengalami penurunan sebanyak 4,4 persen dimana pada tahun 2021 sebesar 22,4 persen. Angka prevalensi stunting secara nasional saat ini sebesar 21,6 persen.

     Untuk mencegah stunting dan meningkatkan kesehatan reproduksi remaja, beberapa langkah yang dapat diambil meliputi:

  1. Pemberian informasi dan konseling tentang kesehatan reproduksi dan stunting bagi remaja.
  2. Penguasaan materi sistem reproduksi dan literasi stunting secara menarik dan efektif.
  3. Melakukan olahraga atau aktivitas fisik untuk menjaga kesehatan reproduksi.
  4. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat.

     Mengatasi stunting bukan hanya tentang nutrisi yang cukup, tetapi juga memerlukan akses ke layanan kesehatan yang memadai, pendidikan tentang pola makan yang sehat, dan pemantauan pertumbuhan yang teratur. Ini akan membantu meningkatkan kesehatan reproduksi remaja dan mencegah dampak buruk stunting pada masa depan mereka.

Daftar Rujukan:

https://litbang.jambiprov.go.id/artikel/6

https://www.kemenkopmk.go.id/csr-dan-bapak-asuh-atasi-stunting-dan-kemiskinan-ekstrem-di-jambi

 

Ikuti tulisan menarik Raisa Pasyah Sobihannur lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Biomorfik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

19 jam lalu

Terkini

Terpopuler

Biomorfik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

19 jam lalu