x

Kontingen pertama Pasukan Burundi tiba di Goma, bagian utara Provinsi Kivu, Kongo, Minggu (2/7), di bawah mandat pasukan teritorial East African Community (dailynewsegypt)

Iklan

Teguh V. Andrew

Pengabar Berita Internasional. Dikurasi dan ditulis oleh Jurnalis Warga Teguh V. Andrew
Bergabung Sejak: 22 September 2022

Minggu, 31 Desember 2023 20:14 WIB

Laporan Rahasia PBB Bocor, Ribuan Tentara Burundi Menyusup Masuk ke Kongo

Lebih dari 1000 tentara Burundi telah menyusup masuk ke bagian Timur Republik Demokratik Kongo sejak Oktober 2023. Tujuannya untuk menumpas kelompok pemberontak M23 yang berupaya menguasai wilayah Kongo.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Pemerintah Burundi dan Kongo kompak untuk tidak berkomentar ihwal penyusupan tentara ini ketika dimintai konfirmasi oleh Reuters. Padahal, laporan PBB yang sama menyebut tentara Burundi telah diterbangkan ke bagian Timur Kongo menggunakan pesawat militer milik tentara Kongo sejak 21 September 2023.

 

Selain itu, laporan PBB yang baru akan dirilis Januari mendatang ini juga menyoroti strategi keamanan di Kongo bagian Timur. Laporan yang sama juga menyebut terdapat pengerahan pasukan penjaga perdamaian PBB, pasukan Kongo, serta pasukan East African Community (EAC) yang berlangsung hingga awal Desember 2023.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

 

Pemerintah Burundi, menurut laporan PBB yang sama, telah membantah klaim para pakar PBB tentang penempatan pasukan Burundi di luar kesepakatan EAC. Laporan yang sama juga menyebut bahwa otoritas militer Kongo telah mengatakan kepada EAC bahwa mereka tidak tahu-menahu tentang Kerjasama dengan pasukan Burundi yang disebutkan dalam laporan PBB tersebut.

 

Mengutip sejumlah sumber, laporan PBB menyebut pasukan Burundi telah dikirim ke Kongo tanpa persetujuan EAC. Bersama pasukan Kongo dan para sekutunya, pasukan Burundi aktif memerangi pemberontak M23 di bagian utara Provinsi Kivu.

 

Sejak 2022, kelompok  serangan kelompok pemberontak  M23 telah memperburuk situasi keamanan dan krisis kemanusian. Keadaan ini telah berlangsung selama beberapa dekade belakangan dan telah memaksa lebih dari 1 juta rakyat Kongo harus mengungsi.

 

Sejumlah pihak, baik Kongo, negara-negara Barat, dan PBB menuding kelompok pemberontak M23 yang dipimpin oleh tokoh-tokoh suku Tutsi mendapat bantuan dari negara tetangga Kongo, Rwanda. Namun, Rwanda menolak tudingan itu yang berdampak pada berlangsungnya krisis diplomatik di wilayah itu (Reuters)

 

Ikuti tulisan menarik Teguh V. Andrew lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler