x

maraknya penyebaran fenomena informasi bias adalah suatu hal yang patut kita perhatikan dengan serius.

Iklan

Fajar Suhud Laksana

Si logophile penyuka kata-kata dalam buku, hobi menulis dan sekaligus gemar menyusun romantisme dalam suatu kalimat utuh.
Bergabung Sejak: 27 April 2023

Selasa, 2 Januari 2024 19:32 WIB

Maraknya Penyebaran Hoaks di Masa Pemilu

Disebut juga sebagai hoaks merupakan informasi yang sengaja disampaikan dengan tujuan untuk menyesatkan dan mempengaruhi pandangan publik.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Dalam konteks pemilu, maraknya penyebaran fenomena informasi bias adalah suatu hal yang patut kita perhatikan dengan serius. Dalam era digital ini, perkembangan teknologi informasi memungkinkan informasi tersebar dengan cepat dan luas. Namun, dampak negatif dari perkembangan ini juga turut muncul, salah satunya adalah maraknya penyebaran informasi bias ataupun kabar bohong.

 

Disebut juga sebagai hoaks merupakan informasi yang sengaja disampaikan dengan tujuan untuk menyesatkan dan mempengaruhi pandangan publik. Tujuan dibalik penyebarannya sangat beragam, mulai dari tujuan politik, ekonomi, hingga tujuan sosial. Namun, pada masa pemilu ini, penyebaran informasi cenderung berkaitan dengan isu-isu politik, baik terkait calon pemimpin, partai politik, maupun program kerja.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

 

Dampak penyebaran informasi dalam konteks pemilu sangat merugikan masyarakat. Pertama, dapat membuat masyarakat percaya pada hal-hal yang salah atau tidak akurat. Hal ini tentu secara langsung akan mempengaruhi cara berpikir dan pengambilan keputusan masyarakat dalam menentukan pilihan selama masa pemilu. Kedua, penyebarannya dapat memicu konflik antara kelompok masyarakat yang berbeda pandangan politiknya. Hal ini tentu sangat merugikan dalam membangun kerukunan dan persatuan dalam bermasyarakat.

 

Oleh karena itu, kita sebagai masyarakat harus budayakan saring sebelum sharing. Dalam era digital ini, setiap orang memiliki peran dan tanggung jawab untuk menyaring kebenaran informasi sebelum dikirimkan kepada orang lain atau di-share ke publik. Ada beberapa langkah yang dapat kita lakukan untuk membiasakan diri dalam menyaring informasi sebelum membagikannya.

 

Pertama, verifikasi sumber informasi. Sebelum membagikan informasi kepada orang lain, pastikan terlebih dahulu bahwa informasi tersebut berasal dari sumber yang terpercaya. Lakukan penelusuran secara mendalam dan teliti terhadap sumber informasi, apakah sumbernya memang kredibel dan memiliki rekam jejak yang baik. Kita dapat melihat reputasi sumber informasi melalui media massa, platform berita online yang berakreditasi, atau sumber yang diakui oleh lembaga atau institusi yang terkait.

 

Kedua, periksa kebenaran informasi. Ketika mendapatkan informasi, jangan langsung mempercayainya begitu saja. Periksa kebenarannya melalui berbagai sumber terpercaya. Jika informasi yang diterima tidak memiliki sumber terpercaya yang bisa diverifikasi, sebaiknya tahan diri untuk membagikannya. Kita juga dapat menggunakan platform atau situs resmi lembaga pemantau kebenaran informasi untuk memverifikasi kebenaran informasi yang diterima.

 

Ketiga, hindari penyebaran informasi yang provokatif atau bernada negatif. Saat membagikan informasi, pastikan agar bahasa yang digunakan netral dan tidak menimbulkan konflik atau ketidakseimbangan opini. Jangan terjebak pada sensasi dan clickbait yang hanya bertujuan untuk mendapatkan perhatian. Sebagai bagian dari masyarakat yang cerdas, kita harus memperhatikan dampak dan implikasi informasi yang kita bagi.

 

Keempat, bersikap kritis dan skeptis terhadap informasi yang kita terima. Berpikir dua kali sebelum mempercayai dan membagikan informasi kepada orang lain. Cari tahu lebih dalam mengenai konteks dan latar belakang informasi yang diterima. Selalu ajukan pertanyaan tentang niat dan tujuan penyebaran informasi tersebut. Dengan bersikap skeptis, kita dapat melindungi diri dan orang lain dari manipulasi dan penyebaran informasi hoaks

 

Terakhir, edukasi diri sendiri dan orang lain. Tingkatkan pemahaman dan pengetahuan kita mengenai isu-isu politik, partai politik, dan program kerja para calon pemimpin. Dengan memahami secara mendalam, kita dapat secara efektif membedakan antara informasi yang benar dan yang salah serta bias. Bagikan pengetahuan dan keberanian untuk menyaring informasi kepada orang lain agar mereka juga dapat berperan aktif dalam memerangi penyebarannya.

 

Dalam menyaring sebelum sharing, kita tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga membangun budaya yang lebih cerdas, terinformasi, dan bertanggung jawab. Marilah kita bersama-sama melawan penyebaran hoaks, terutama dalam konteks pemilu ini. Dengan melakukan langkah-langkah tersebut secara konsisten dan sadar, kita dapat turut berkontribusi dalam memperkuat demokrasi dan masyarakat yang lebih berkualitas di Indonesia.

Ikuti tulisan menarik Fajar Suhud Laksana lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terkini

Terpopuler