x

Quarter Life Crisis dapat dialami oleh siapa saja di semua lapisan masyarakat.

Iklan

Fajar Suhud Laksana

Si logophile penyuka kata-kata dalam buku, hobi menulis dan sekaligus gemar menyusun romantisme dalam suatu kalimat utuh.
Bergabung Sejak: 27 April 2023

Kamis, 4 Januari 2024 08:20 WIB

Strategi Kaum Milenial dan Gen Z Menghadapi Quarter Life Crisis

Istilah ini sering kali dikaitkan dengan kaum milenial dan generasi Z, yang kerap kewalahan menghadapi masalah tersebut. Namun tidak hanya mereka saja yang mengalami Quarter Life Crisis, emua lapisan masyarakat pun bisa terpapar.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Saat melangkah ke usia pertengahan 20-an atau awal 30-an, banyak dari kita merasakan quarter life frisis, fase di mana kita merasa terjebak dalam kebingungan dan tantangan yang mengintimidasi. Istilah ini sering kali dikaitkan dengan kaum milenial dan generasi Z, yang kerap kewalahan menghadapi masalah tersebut. Namun, perlu diingat bahwa tidak hanya mereka yang mengalaminya; Quarter Life Crisis dapat dialami oleh siapa saja di semua lapisan masyarakat.

Mari kita jelajahi beberapa strategi cerdas untuk menghadapi dan mengatasi musuh kita ini.

1. Kenali Diri Anda

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Langkah pertama menuju penyelesaian quarter life crisis adalah dengan benar-benar mengenal diri sendiri. Mengapa kita merasa terjebak atau bingung? Apa visi dan nilai-nilai hidup yang kita miliki? Menyadari potensi dan minat kita yang sebenarnya dapat membantu kita memahami apa yang ingin kita capai dalam hidup.

2. Terapkan Tujuan Jangka Panjang dan Jangka Pendek

Setelah kita mengenal diri sendiri, penting untuk menetapkan tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Tujuan jangka pendek dapat memberi arahan dan membuat kita fokus pada pencapaian kecil yang dapat meningkatkan kepercayaan diri. Sementara itu, tujuan jangka panjang akan membuat kita melihat gambaran besar dan memberikan motivasi jangka panjang.

3. Ciptakan Rencana Aksi

Tujuan tanpa rencana hanya akan menjadi impian belaka. Setelah menetapkan tujuan, saatnya membuat rencana aksi yang terstruktur dan realistis. Pecahlah tujuan menjadi tindakan-tindakan kecil yang dapat diambil setiap hari, minggu, atau bulan. Dengan mengikuti rencana tersebut, kita akan merasa lebih berdaya untuk mengejar impian kita.

4. Ubah Pola Pikir Menjadi Positif

Quarter life crisis  seringkali dipicu oleh pola pikir negatif dan keraguan diri. Perubahan pola pikir kita menjadi lebih positif adalah kunci utama untuk mengatasi tantangan ini. Berlatihlah mengganti pikiran negatif dengan yang positif, dan fokus pada hal-hal yang telah kita capai daripada yang belum terwujud. Kita adalah pencipta nasib dan memiliki kekuatan untuk mempengaruhi hidup kita sendiri.

5. Tingkatkan Keterampilan dan Pengetahuan

Quarter Life Crisis dapat dianggap sebagai kesempatan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan yang kita miliki. Manfaatkan waktu dan energi yang ada untuk melanjutkan pendidikan atau mengikuti pelatihan profesional. Dengan meningkatkan kompetensi dan mengeksplorasi bidang yang kita minati, kita dapat membuka pintu baru untuk kemungkinan karier dan pengalaman hidup yang lebih memuaskan.

6. Jangan Takut Gagal dan Berani Mengambil Risiko

Jangan biarkan ketakutan akan kegagalan membatasi potensi kita. Quarter Life Crisis adalah waktunya untuk menjelajahi dan mencoba hal-hal baru. Jika kita tidak berani mengambil risiko, kita mungkin akan terus merasa terjebak dalam kebingungan. Berani keluar dari zona nyaman dan berusaha mencapai impian kita, meski kemungkinan gagal selalu ada.

7. Cari Dukungan Sosial

Jangan merasa sendirian dalam menghadapi Quarter Life Crisis. Cari dukungan sosial dari keluarga, teman, atau komunitas yang memiliki pandangan dan pengalaman yang serupa. Berbagi kisah dan perjuangan dengan orang-orang terdekat dapat memberikan solusi yang berharga. Juga, jangan lupa untuk mengelola stres dengan cara yang sehat, seperti meditasi, olahraga, atau menjadwalkan waktu untuk bersantai.

8. Tetaplah Sabar dan Bertahan

Quarter Life Crisis bukanlah fase yang instan atau singkat. Sebaliknya, ini adalah perjalanan hidup yang membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Tidak semua masalah akan terpecahkan dalam semalam, tetapi setiap langkah kecil menuju pemulihan adalah langkah berarti yang sepadan. Tetaplah bertahan meskipun ada rintangan yang sulit, karena di balik itu semua ada cahaya di ujung terowongan.

Menghadapi quarter life crisis adalah tantangan yang dapat membentuk kita menjadi pribadi yang lebih kuat dan bertumbuh. Dengan berbekal pengetahuan dan strategi cerdas ini, kita dapat melangkah maju menuju masa depan yang lebih baik. Janganlah biarkan Quarter Life Crisis menguasai kita, tetapi ambillah kendali atas hidup kita sendiri dan bangun masa depan yang cerah.

 

 

Ikuti tulisan menarik Fajar Suhud Laksana lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Penumbra

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu

Terpopuler

Penumbra

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu