x

Iklan

P

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 11 Februari 2024

Kamis, 15 Februari 2024 09:04 WIB

Orientasi untuk Masa Depan

Karena kepedulian kami, banyak hal yang kami lakukan dengan sukarela. Kami sukarela melewatkan waktu kebersamaan dengan orang-orang terkasih.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Memiliki gelar “masa depan ” bukanlah suatu hal yang bisa dikesampingkan, diacuhkan, apalagi dilupakan begitu saja. Tidak mudah bagi kami, generasi muda, untuk mengemban tanggung jawab yang tersirat dalam gelar tersebut. Sejak belia, kami dituntun dan dituntut untuk ahli di berbagai bidang agar bisa menunjang ketidakpastian duniawi yang akan kami hadapi di masa depan. Dari ilmu eksakta hingga ilmu humaniora, semua tak lepas dari bahan ajar kami selama belasan tahun. 

Kabar baiknya, semua tekanan itu nyatanya membuahkan hasil yang manis. Karena kini, kami sadar dan kami peduli. Kami peduli dengan masa depan bangsa. Kami peduli dengan masa depan kami. Kami peduli akan hari esok.

Karena kepedulian kami, banyak hal yang kami lakukan dengan sukarela. Kami sukarela melewatkan waktu kebersamaan dengan orang-orang terkasih, sukarela memangkas waktu untuk kami bersenangsenang, bahkan sukarela mempelajari hal-hal baru yang tidak linear dan tidak familiar dengan apa yang yang biasanya kami masing-masing pelajari. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Entah karena domino effect, butterfly effect, atau karena kuasaNya, namun segala kepedulian dan pengorbanan itu mengantarkan kami, para masa depan bangsa, pada orientasi program magang yang diadakan oleh Gerilya Academy Batch 6 pada Kamis, 1 Februari 2024.  

Seperti orientasi lainnya yang pasti dimulai dengan perkenalan, kami para Gerilyawan, sebutan untuk peserta program magang Gerilya Academy, dikenalkan baik kepada para mentor, kepada lingkungan yang nantinya akan menjadi tempat kami mengemban ilmu selama lima bulan ke depan, kepada satu sama lain sesama Gerilyawan,  dan yang pasti kepada Energi Baru Terbarukan (EBT) selaku fokus utama mengapa kami peduli pada program yang sangat cemerlang ini.

Meski baru memasuki tahap pembukaan dan pengenalan program, namun pembiacara pertama yaitu Pak Agus Cahyono Adi atau yang kerap dipanggil dengan Pak Aca selaku Kepala Biro KLIK ESDM langsung menghantam kami dengan ilmu yang beliau miliki mengenai Energi Baru Terbarukan. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan bahwa kami sebagai generasi muda merupakan Agent of Change yang nantinya akan membawa EBT ke era baru dimana EBT menjadi penopang utama segala aspek kehidupan.

Banyak sekali yang beliau sampaikan. Awalnya, beliau memaparkan fakta bahwa pencapaian program Net Zero Emission (NZE) 2060 yang masih jauh dari target. Hal tersebut tidak semerta-merta terjadi tanpa alasan. Dari apa yang dipaparkan oleh beliau, saat ini banyak faktor yang mempengaruhi keberlangsungan EBT mengingat EBT merupakan salah satu aspek utama untuk mencapai program NZE 2060 tersebut. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberlangsungan EBT saat ini diantaranya adalah faktor ekonomi, faktor infrastruktur, serta faktor alamiah.

Tidak hanya memaparkan fakta mengenai keadaan EBT di Indonesia sekarang, Pak Aca juga berhasil menyentuh hati kami dengan pengandaian filosofisnya mengenai bagaimana beliau menganalogikan energi sebagai darah yang ada di dalam tubuh manusia. Energi kerap mengalir di seluruh aspek kehidupan untuk menghidupkan semesta dan seisinya layaknya darah yang mengalir sepanjang tubuh manusia untuk menhantarkan oksigen agar seseorang tersebut dapat tetap hidup. Masih sama seperti darah yang juga mengalirkan nutrisi untuk tubuh, energi juga mengalirkan daya untuk keberlangsungan hidup di semesta raya ini.

Masih dalam sesi pembukaan, kami berkesempatan untuk mendapat brief singkat mengenai kolaborasi antara Gerilya Academy dengan USAID, lembaga pembangunan internasional milik Amerika Serikat yang berada di Indonesia. Dalam sesi ini, kami secara singkat dijelaskan mengenai hebatnya kekuatan kolaborasi dalam mengerjakan sesuatu khususnya untuk sesuatu yang besar.

Masuk pada materi pokok orientasi, kami Gerilyawan dimentori oleh Mas Reza Huseini selaku Ketua Tim Kurikulum Gerilya Academy, mengupas tuntas bagaimana cara pemakaian LMS Spada sebagai media utama pembelajaran daring selama sebulan pertama program magang ini. Perbedaan-perbedaan yang dialami oleh masing-masing Gerilyawan diatasi secara bersama-sama sehingga pada akhirnya semua memiliki tampilan dan pemahaman yang sama mengenai sistem pembelajaran ini.

Untuk materi terakhir sekaligus materi inti pada orientasi ini, kami berkesempatan langsung dipaparkan materi mengenai bukan hanya EBT, namun juga seluk beluk ESDM oleh founder Gerilya Academy yang kini menjabat sebagai Koordinator Komunikasi KLIK ESDM; Mba Khoiria. 

Pada sesi  terakhir ini, Beliau menjelaskan secara rinci Kementrian ESDM mulai dari struktrur organisasi, visi, serta misi Kementrian ESDM. Dalam pemaparannya, Beliau menekankan urgensi dalam visi Kementrian ESDM untuk segera memanfaatkan Energi Baru Terbarukan dengan menjalankan proyek-proyek yang sudah direncanakan dan diolah sedemikian rupa. Selain itu,  poin mengenai kolaborasi juga menjadi highlight dalam materi yang dipaparkan oleh Mba Khoiria. Beliau menyampaikan bahwa saat ini merupakan masanya untuk kami para masa depan bangsa melakukan kolaborasi untuk memudahkan kita mencapai tujuan.

Meski berawal dari tanggung jawab struktural, namun pada akhirnya program magang yang diadakan oleh Gerilya Academy membuat kita yang awalnya sudah memiliki kesadaran akan masa depan yang memerlukan Energi Baru Terbarukan untuk keberlanjutan hidup seluruh umat, berevolusi membentuk kesadaran itu menjadi kepedulian mendalam. Walaupun masih dalam masa orientasi, namun sudah terlihat jelas cikal bakal generasi yang akan amanah dalam mengemban tanggung jawabnya untuk memajukan masa depan bangsa lewat Energi Baru Terbarukan.

Ikuti tulisan menarik P lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan