x

Iklan

Heru Subagia

Penulis, Pengamat Politik dan Sosial
Bergabung Sejak: 9 November 2022

Rabu, 15 Mei 2024 19:57 WIB

Menunggu Konsistensi Sikap Politik Ganjar Pranowo, Bangun Partai Baru Ataupun Tetap Menjadi Boneka Partai

Terkesima dengan pernyataan politik dari Ganjar Pranowo; Kalau manusia biologis mati hanya sekali namun demikian sangat berbeda bagi seorang politikus bisa mati berkali-kali. Apakah ini menjadi petunjuk bukti bahwa Ganjar Pranowo tidak akan mundur dan berkomitmen maju tak gentar dalam kontestasi politik kekinian?

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Konsistensi Politik Kenegarawan Ganjar Pranowo Akan Diuji, Bangun Partai Baru Atau Tetap Menjadi Boneka Partai?

Bercermin sikap politik Budi Arie Setiadi menolak keras jika Presiden Jokowi pensiun dari panggung politik nasional. Keberlangsungan politik Jokowi harus diperjuangkan dan dipertahankan. Jokowi layak kembali mempertahankan eksistensi politiknya (status quo).

Menurut Ketua Umum PROJO (Pro Jokowi) yang saat ini sedang menjabat Kemeninfo,  justru menganggap wajar ketika PAN dan Partai Golkar siap menerima Presiden Joko Widodo (Jokowi) seandainya sudah tidak diterima PDIP. Dia pun menyebut Jokowi terlalu muda untuk pensiun setelah menjadi Presiden dan pada akhirnya banyak tawaran baginya untuk kembali manggung di politik nasional.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Demikian juga elite politik pendukung Prabowo Subianto dari Partai Amanat Nasional ( PAN) Viva Yoga Mulyadi memberikan dukungan penuh untuk Presiden Jokowi paska masa tugas sebagai presiden di Bulan Oktober 2024. Banyak hal positif yang bisa diperankan maksimal oleh Jokowi disaat meninggalkan jabatannya sebagai presiden.

Wakil Ketua Umum PAN ini menyebutnya Jokowi akan bermanfaat dan juga berkontribusi penuh di jalur diplomasi internasional di sektor pangan. Jokowi bisa disebutkan akan menjadi "Diplomat Pangan" untuk kemanusiaan.

Kalau Jokowi saja ketika mau mundur jabatan presiden, tentunya demikian juga akan berlalu untuk mantan Capres Paslon 03 Ganjar Pranowo. Secara teknis kegagalan Ganjar Pranowo sebagai Capres 2024 bukan harga mati untuk karir politik. Mantan Gubernur Jateng ini masih mempunyai kesempatan berulang kali untuk kembali berlaga sebagai calon presiden.

Hal ini pernah dilakukan rival politiknya yakni Prabowo Subianto yang telah konsisten menjadi peserta pilpres dari menjadi wakil presiden hingga mencalonkan diri sebagai presiden 3 kalinya. Alhasil, dalam pencalonan yang ke-4 kalinya akhirnya mantan Danjen Kopassus ini berhasil meriah kemenangan di kontestan Pilpres 2024.

Pertanyaan, apakah Ganjar Pranowo akan mempunyai nyali pejuang tangguh tetap konsisten berambisi menjadi presiden? Kemudian apakah masih adanya kesempatan dicapreskan lagi oleh partai pengusung?

Portofolio Politik

Portofolio politik Ganjar Pranowo yang dimiliki paska kalah dalam pilpres 2024 bisa dikatakan minimalis. Ganjar Pranowo harus mengaku bahwa kekalahan dalam kontestasi Pilpres 2024 menyangkut keseluruhan aspek kekalahan. Logikanya Ganjar Pranowo yang berduet dengan Mahfud MD hanya memperoleh 16,46 persen. Palson 03 ini mengalami distorsi dukungan politik yang sistematis dan begitu cepatnya hingga menelan kekalahan telak.

Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka tercatat unggul berdasar rekapitulasi tingkat nasional Pilpres 2024, berhasil menyapu kemenangan di 36 provinsi tanah air dengan total raihan 96,2 juta suara. Perolehan suara pasangan ini setara dengan 58,58 persen dari total suara nasional sebanyak 164,2 juta.

Palson 01, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) meraih 40.971.906 suara atau 24,94 persen dari total suara sah. Anies-Cak Imin menang di dua provinsi, yakni Sumatera Barat dan Aceh.

Sedangkan Ganjar Pranowo-Mahfud MD mendapat 27.040.878 suara atau 16,46 persen dari total suara sah. Ganjar-Mahfud tak menang di satu provinsi pun.

Saat ini Ganjar Pranowo secara struktural di organisasi kepartaian PDIP, mantan Gubernur Jateng ini tidak ada jabatan apapun, sekedar kader partai biasa. Seorang Ganjar Pranowo juga bukan lagi bagian dari anggota DPR atau terafiliasi oleh lembaga legislatif. Ganjar Pranowo saat ini sedang menempati jabatan non politik seperti Ketua Umum Alumni UGM) Kagama ), itupun juga akan berakhir di tahun 2024 ini.

Sampai saat ini, posisi jabatan politik sangat kering kerontang dirasakan oleh Ganjar Pranowo. Pada akhirnya Ganjar Pranowo sangat minim bargaining politik dan secara psikologi massa Ganjar Pranowo akan lebih banyak tertekan.

Proyeksi Politik

Presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo mengaku tidak akan berhenti terlibat dalam aktivitas politik meski kalah dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 karena dirinya merupakan anggota partai politik. Menurut Ganjar, kekalahan tidak akan mematikan perjuangan seorang politikus.

"Kalau saya, anggota partai, saya anggota partai, maka tidak akan berhenti berkegiatan politik. Manusia, human, itu ya bisa meninggal mati sekali, tapi kalau politisi, bisa mati berkali-kali," kata Ganjar di Posko Teuku Umar, Jakarta, Senin (6/9/2024) malam. Poltikus PDI-P ini mengaku kegiatannya semakin banyak setelah rangkaian Pilpres 2024 berakhir.

Eks calon presiden Ganjar Pranowo menyatakan, akan membantu PDI-P di bidang kaderisasi untuk menyiapkan kader-kader terbaik partai banteng. Namun soal apakah itu berarti dirinya akan masuk sebagai pengurus DPP PDI-P, Ganjar belum bisa memastikan.

"Atau barangkali kita membantu kawan-kawan menyiapkan diri di jabatan publik, kaderisasi. Nanti saya akan membantu kawan-kawan yang besok maju Pilkada," kata Ganjar ditemui di Galeri Nasional, Jakarta Pusat, Rabu (8/5/2024).

Munculnya berbagai solusi untuk Ganjar Pranowo agar bangkit kembali dan bersinar terang paska kekalahan dalam Pilpres 2024. Pengamat politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga menilai, Ganjar Pranowo dapat membangun organisasi masyarakat demi menjaga karir politiknya dan tetap eksis di dunia politik.

Menurut Jamiluddin, opsi tersebut bisa diambil Ganjar karena ia tidak mungkin berkiprah di sektor legislatif maupun eksekutif untuk lima tahun ke depan.

Menurut dia, nasib Ganjar akan berbeda jika Ketua Umum PD-P Megawati Soekarnoputri memberi posisi strategis kepada Ganjar di partai banteng demi menjaga popularitas dan elektabilitasnya. Namun, Jamiluddin menilai mantan gubernur Jawa Tengah itu akan kesulitan untuk mendapat posisi strategis di partai. "Sebab, kepengurusan DPP sudah berjalan dan karenanya tidak terlalu mudah untuk memasukkan Ganjar ke posisi strategis di partainya," katanya. (8/5/2024).

Dengan mempelajari dan menganalisa peta politik dan juga hubungan dengan potensi diri dan juga afiliasi politik Ganjar Pranowo, penulis nawarkan berbagi ide dan gagasan revitalisasi politik bagi Ganjar Pranowo.

Gagasan Pendirian Partai Baru

Pertama kali dalam bayangan penulis adalah seorang Ganjar Pranowo wajib keluar dari lingkungan partai pamanya yakni PDIP. Lingkaran politik Ganjar Pranowo bukan lagi di PDIP. Nasib Ganjar Pranowo lebih baik sedikit dengan Jokowi yang sudah didepak dari PDIP.

Penulis memberikan ide dan gagasan " Politik Kebangkitan dan Perubahan Semesta". Gagasan ini berbasis pada semangat kebersamaan dan konsistensi untuk berbuat terbaik, berjiwa kebangsaan dan negarawan.

Ganjar Pranowo harus menjalankan politik kolaboratif dan persisten. Penulis setuju jika Ganjar Pranowo bisa bekerja sama dengan sesama mantan Presiden 2024. Yang paling memungkinkan jika Ganjar Pranowo mengandeng Anies Baswedan.

Pasangan Anies-Muhaimin Iskandar memperoleh suara 40.971.906 atau 24,95% dari suara sah. Secara pribadi modal Ganjar Pranowo-Mahfud MD mengumpulkan 27.050.878 suara atau 16,47% cukup untuk menjadi modal awal melakukan koalisi politik dengan Anies Baswedan.

Ganjar Pranowo masih konsisten akan langgeng mempunyai basis dukungan dari para pendukung militan. Demikian juga bagi Anies Baswedan yang mengantongi suara di basis intelektual dan emosional. Duet mantan capres ini akan menguntungkan secara Elektoral dan juga psikologi massa.

Catatan kritis penulis adalah warna bapak yang terlalu merah harus diguyur hujan deras hingga setidaknya warna utama luntur . Bapak harus berjalan dengan golongan tertentu yakni basis religius moderat. Pak Anies Baswedan punya kekuatan tersebut .

Perhitungan penulis jika Ganjar Pranowo bisa mengawali dan bergegas membangun komunitas politik dengan pak anies akan segera mengakhiri kegelisahan politik dan persepsi publik yang saat ini sangat ekstrim sedang menyuguhkan orkestra politik merugikan pihak bapak .

Penulis banyak menyerap aspirasi juga dari pendukung Anies Baswedan jika mereka kecewa berat dengan Nasdem . Partai ini tadinya identik dg Anies karena didaulat sebagai pengusung Anies Baswedan. Di Jabar suara Nasdem meningkatkan karena Cocktail effect Anies Baswedan.

Persepsi publik mengatakan jika profil politik Ganjar Pranowo kental banget dengan warna merah atau kaum nasionalis. Asosiasi ini menimbulkan spektrum politik yang hanya satu warna, tidak ada warna lain selain warnai merah yang yang terpancar. Oleh karenanya Ganjar Pranowo harus membuat prioritas dukungan diluar berbasis suara nasionalisme.

Perlu diingat bahwa Ganjar Pranowo dalam Pilpres 2024 hanya mendapatkan dukungan politik dari partai partai parlemen dari PDIP dan PPP. Sudah jelas jika dua politik ini tidak seimbang dukungan grassroots-nya. PDIP berjubel dengan nasionalis sementara PPP sangatlah minimalis dengan warna dukungan kaum Hijau atau santri.

Apapun ceritanya stigma agama masih kental dan menjadi senjata ampuh dalam propaganda politik. Pak gp memulainya membuka peta jalan mengambil jalan politik hijau.

Kesimpulan

Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan bersatu segera membentuk gerakan organisasi dan menuju ke organ terstruktur untuk menuju sebuah organisasi yang besar dan padan serta solid. Kalau perlu segera membentuk partai baru. Merger kekuatan abangan dan religius moderat akan menjadi angin segar yang akan menggantikan partia tengah seperti Nasdem pan, Demokrat bahkan Gerindra .

Penulis juga merasakan jika kekalahan bapak dalam pilpres ini tidak hanya sebagian kekalahan pendukung Ganjar Pranowo tetapi bagian kekalahan bersama , rontoknya demokrasi dan hilangnya moralitas politik serta kehancuran subtansi Pancasila dan UUD 45. Saatnya dua kekuatan bersatu sebagai episentrum politik terbarukan menuju Pilpres 2029.

Pesan Moralitas 

Penulis mengatakan Ganjar Pranowo harus berani melawan jika pada saatnya nantinya perjuangan akan membuat bangga. Saat ini bolei tersingkirkan oleh kekuatan politik yang sangat dahsyat,  banyak manusia Indonesia pendukung dan masyarakat menjadi korban matinya moralitas politik, matinya fungsi partai politik dan tumbuh suburnya oligarki dalam politik.

Penulis percaya kehancuran dan rusaknya politik ini bukan hanya sebagian tetapi sudah menuju keseluruhan entitas politik. Semuanya rusak dan hancur karena kelakuan buruk keseluruhan elite dan juga dominasi rakyat sebagai pemilih juga rusak .

Bahkan penulis bisa katakan jika petak dan malapetaka politik saat ini telah menjadi titik nadir ketidakpastian dan kezaliman bangsa ini melakukan kegiatan politik massal yang sudah dimurkai oleh Tuhan dan Alam Semesta.

Seorang Ganjar Pranowo bisa dibanggakan dengan komitmen oposisi, tetapi perlu dicatat , tidak bisa berjuang seperti serigala yang sedang kesepian. Ingatlah perjuangan  dimulai Oposisi saja sudah banjir cibiran, hinaan dan juga pemerkosaan intelektual serta psikologis.

Sekali lagi , seorang Ganjar Pranowo tidak bisa berjuang sendirian ( Wolf Alone).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ikuti tulisan menarik Heru Subagia lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terkini