x

Laut Natuna Utara

Iklan

Adil Tigo Abdillah, S.E.

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 27 Mei 2024

Selasa, 28 Mei 2024 16:41 WIB

Ancaman Kedaulatan di Laut China Selatan: Menggugah Kesadaran Melalui Lomba dari ISDS

Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai isu ini, Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS) menggelar lomba dengan sub tema ‘’Ancaman Konflik di Laut China Selatan terhadap Kedaulatan Indonesia’’. Lomba ini bertujuan untuk mengedukasi dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia tentang pentingnya kedaulatan nasional, serta mendorong partisipasi aktif dalam menjaga keutuhan wilayah NKRI.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Semarang, 28 Mei 2024 – Konflik di Laut China Selatan kembali menjadi sorotan utama dalam diskusi kedaulatan regional. Laut yang kaya akan sumber daya alam ini menjadi pusat konflik antar negara, termasuk Indonesia. Salah satu isu sentral yang mempengaruhi banyak negara adalah klaim sepihak China atas wilayah ini melalui konsep "Sembilan Garis Putus-Putus" atau Nine Dash Line. Klaim ini mencakup sebagian besar Laut China Selatan, termasuk wilayah yang dikenal sebagai Laut Natuna Utara di Indonesia.

 

Laut Natuna Utara dan Sembilan Garis Putus-Putus

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Konsep Sembilan Garis Putus-Putus yang diperkenalkan oleh China pada awal abad ke-20 menjadi dasar bagi klaim teritorial mereka di Laut China Selatan. Garis ini mencakup hampir 90% dari perairan tersebut dan tumpang tindih dengan klaim dari beberapa negara Asia Tenggara lainnya, termasuk Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei, dan Indonesia . Bagi Indonesia, klaim ini menjadi ancaman langsung terhadap kedaulatan di wilayah Natuna Utara.

Laut Natuna Utara, yang secara historis merupakan bagian dari Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, kaya akan sumber daya alam, terutama ikan dan cadangan gas alam. Konflik di wilayah ini tidak hanya berdampak pada keamanan nasional, tetapi juga pada ekonomi lokal yang bergantung pada perikanan dan eksplorasi sumber daya alam . Insiden pelanggaran wilayah oleh kapal-kapal nelayan dan penjaga pantai China telah memicu ketegangan di wilayah tersebut, menuntut respons tegas dari Indonesia.

 

Upaya Diplomatik dan Militer Indonesia

Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri dan TNI Angkatan Laut, telah mengambil berbagai langkah untuk menegaskan kedaulatannya di Laut Natuna Utara. Langkah-langkah diplomatik termasuk pengajuan nota protes ke pemerintah China dan peningkatan kerja sama dengan negara-negara ASEAN untuk menghadapi klaim sepihak tersebut . Pada sisi militer, Indonesia telah memperkuat kehadiran angkatan lautnya di wilayah tersebut dengan mengadakan patroli rutin dan pembangunan infrastruktur pertahanan di Natuna .

Namun, tantangan yang dihadapi Indonesia tidak hanya berasal dari luar negeri. Di dalam negeri, kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kedaulatan nasional di Laut Natuna Utara masih perlu ditingkatkan. Banyak warga yang belum menyadari betapa pentingnya wilayah ini bagi keamanan dan kesejahteraan nasional. Oleh karena itu, langkah-langkah edukasi dan peningkatan kesadaran publik sangat diperlukan.

 

Lomba dari Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS)

Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai isu ini, Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS) menggelar lomba dengan sub tema ‘’Ancaman Konflik di Laut China Selatan terhadap Kedaulatan Indonesia’’. Lomba ini bertujuan untuk mengedukasi dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia tentang pentingnya kedaulatan nasional, serta mendorong partisipasi aktif dalam menjaga keutuhan wilayah NKRI.

Ketua ISDS, Dr. Arif Hidayat, menyatakan bahwa lomba ini diharapkan bisa menjadi wadah bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyuarakan pandangan mereka mengenai ancaman yang dihadapi Indonesia di Laut China Selatan. "Kita perlu memastikan bahwa masyarakat memahami betapa pentingnya menjaga kedaulatan negara. Ancaman dari konflik ini nyata dan tidak bisa diabaikan," ujar Dr. Arif .

Lomba ini terbuka untuk semua kalangan, dengan berbagai kategori yang mencakup esai, artikel, dan video pendek. Partisipan diharapkan bisa mengkaji secara kritis berbagai aspek dari konflik ini, termasuk dampaknya terhadap keamanan nasional, ekonomi, dan hubungan diplomatik Indonesia dengan negara-negara lain di kawasan. Selain itu, lomba ini juga bertujuan untuk menemukan solusi dan rekomendasi kebijakan yang bisa diambil oleh pemerintah untuk menghadapi tantangan di Laut China Selatan .

Membangun Kesadaran Kolektif

Pemenang lomba akan mendapatkan penghargaan dan kesempatan untuk mempresentasikan karya mereka di hadapan para ahli dan praktisi di bidang pertahanan dan keamanan. Selain itu, karya-karya terbaik akan dipublikasikan untuk memperluas jangkauan informasi dan edukasi kepada masyarakat luas. Melalui publikasi ini, ISDS berharap bisa menyebarluaskan pemahaman yang lebih mendalam tentang isu-isu kedaulatan dan pentingnya menjaga keutuhan wilayah negara.

Dengan adanya inisiatif seperti ini, ISDS berharap bisa membangun kesadaran kolektif akan pentingnya mempertahankan kedaulatan Indonesia di tengah dinamika geopolitik yang semakin kompleks. Konflik di Laut China Selatan adalah tantangan nyata yang memerlukan kesatuan dan ketegasan dari seluruh komponen bangsa.

 

Tentang ISDS

Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS) adalah lembaga penelitian independen yang berfokus pada isu-isu strategis dan pertahanan. ISDS berkomitmen untuk memajukan pemahaman publik mengenai kebijakan keamanan nasional dan internasional, serta berperan aktif dalam menyusun rekomendasi kebijakan yang berbasis penelitian .

ISDS tidak hanya berfokus pada isu Laut China Selatan, tetapi juga pada berbagai tantangan strategis lainnya yang dihadapi Indonesia, termasuk ancaman terorisme, keamanan siber, dan kerjasama pertahanan regional. Dengan berbagai program penelitian dan edukasi, ISDS berusaha untuk menjadi garda terdepan dalam menghadapi tantangan keamanan di abad ke-21 .

---

Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan masyarakat Indonesia dapat lebih peka dan proaktif dalam menjaga kedaulatan negara, serta siap menghadapi segala bentuk ancaman yang muncul dari dinamika global. Kesadaran dan partisipasi aktif dari seluruh elemen bangsa adalah kunci untuk mempertahankan kedaulatan dan keamanan nasional.

---

 

Sumber

1. Glaser, Bonnie S. "Conflict in the South China Sea." Council on Foreign Relations, 2015.

2. Fravel, M. Taylor. "China's Strategy in the South China Sea." Contemporary Southeast Asia, 2011.

3. Bateman, Sam. "The South China Sea: The Evolving Dispute Between China and Her Maritime Neighbors." Asian Survey, 2015.

4. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. "Diplomasi Maritim Indonesia: Natuna dan Laut China Selatan." 2019.

5. TNI Angkatan Laut. "Peningkatan Patroli di Perairan Natuna Utara." 2021.

6. Hidayat, Arif. "Strategi Pertahanan Indonesia di Tengah Konflik Laut China Selatan." Jurnal Keamanan Nasional, 2020.

7. Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS). "Lomba Kesadaran Kedaulatan: Ancaman Konflik di Laut China Selatan." 2024.

8. Hidayat, Arif. "ISDS dan Upaya Peningkatan Kesadaran Kedaulatan." 2023.

9. ISDS. "Tentang Kami." 2024.

10. Suryadinata, Leo. "Indonesia's Strategic Responses to the South

China Sea Disputes." Southeast Asian Affairs, 2020.

Ikuti tulisan menarik Adil Tigo Abdillah, S.E. lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terkini

Terpopuler