Sejak Kepergianmu, Aku Tidak Lagi Mencintai Siapapun Kecuali Puisi dan Lagu-lagu Luka

Kamis, 6 Juni 2024 12:37 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Mungkin, aku terlalu bergantung pada hadirmu, hingga saat kau pergi, semua menjadi hampa dan sunyi. Sejak saat itu, aku tidak lagi mencintai siapapun kecuali puisi dan lagu-lagu luka.

Tulisan Ini hanya Fiksi & Buah Imajinasi Penulis

Sejak hari itu, hari yang membuat langit terasa lebih suram dari biasanya, aku merasakan sebuah kehampaan yang tak terperi. Kepergianmu menyisakan ruang kosong yang tak mampu diisi oleh apapun. Mungkin, aku terlalu bergantung pada hadirmu, hingga saat kau pergi, semua menjadi hampa dan sunyi. Sejak saat itu, aku tidak lagi mencintai siapapun kecuali puisi dan lagu-lagu luka.

Setiap kali aku mendengar alunan lagu yang sendu, seolah ada benang halus yang menghubungkanku dengan perasaan yang dulu pernah ada. Lagu-lagu itu menjadi teman setiaku, mengisi malam-malam sepi dengan lirik yang mengalun lembut namun menohok hati. Lagu-lagu luka, seperti angin yang berhembus di antara reruntuhan kenangan kita, membisikkan rasa sakit yang sama berulang kali.

Puisi pun menjadi pelarian, kata-kata yang tersusun rapi dalam baris-barisnya mampu menyentuh perasaan yang tak mampu kuungkapkan sendiri. Di dalam puisi, aku menemukan diriku yang terluka, yang merindukanmu dengan cara yang tak lagi dapat kuucapkan. Setiap baitnya adalah cermin dari hatiku yang patah, dari cinta yang tak lagi bisa kujemput kembali.

Kau mungkin tidak tahu, betapa sulitnya bagiku untuk mencintai lagi. Hatiku seperti tertutup tirai kelabu yang tak bisa kuterobos. Setiap kali aku mencoba membuka diri, bayanganmu selalu muncul, mengingatkanku pada apa yang pernah kita miliki dan kini telah hilang. Aku tak ingin menutup diri selamanya, tapi entah bagaimana, setiap usaha untuk melangkah maju selalu terhalang oleh kenangan akan dirimu.

Mungkin inilah cara hatiku menyembuhkan diri, dengan membenamkan diri dalam puisi dan lagu-lagu luka. Biarlah waktu yang akan menjawab, apakah suatu saat nanti aku akan mampu mencintai lagi, ataukah aku akan terus terperangkap dalam kenangan akan dirimu. Hingga saat itu tiba, aku akan terus menulis, mendengarkan lagu-lagu yang menyuarakan kesedihan hatiku, dan berharap bahwa suatu saat nanti, aku akan menemukan jalan untuk kembali mencintai dengan utuh.

Bagikan Artikel Ini

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terkini di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
Lihat semua

Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua