x

(Sumber foto: Tim Dokumentasi Pestarama#9)

Iklan

Anjelia Ratu Oasis

Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Bergabung Sejak: 28 Oktober 2023

Selasa, 11 Juni 2024 12:59 WIB

Pestarama#9 Gelar Persembahan untuk Asrul Sani: Diskusi Karya dan Doa Bersama untuk Asrul Sani

Pestarama#9 berhasil menyelenggarakan "Persembahan untuk Asrul Sani" yang diselenggarakan pada hari Kamis (30/05/2024) pukul 19.00 s.d. selesai di Gedung Teater Bulungan, Jakarta Selatan.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Setelah sukses menggelar 3 pementasan drama dari naskah dan sastrawan yang berbeda, Pestarama#9 juga berhasil menyelenggarakan "Persembahan untuk Asrul Sani" yang diselenggarakan pada hari Kamis (30/05/2024) pukul 19.00 s.d. selesai di Gedung Teater Bulungan, Jakarta Selatan.

Persembahan untuk Asrul Sani terdiri dari beberapa rangkaian acara, yakni penampilan teatrikal puisi oleh SMA Islam Harapan Ibu dan SMPN 141 Jakarta, pementasan drama "Mahkamah" hasil adaptasi naskah karya Asrul Sani oleh mahasiswa kelas 6C PBSI, diskusi panggung, mengenang Asrul Sani, Doa Bersama untuk Asrul Sani, dan pemberian kenang-kenangan untuk keluarga Asrul Sani dan pembimbing.

Acara digelar tepat pukul 19.00 WIB oleh pembawa acara yakni Nayla Autar dan Rian Dwianto. Selanjutnya, terdapat penampilan teaterikal puisi oleh SMPN 141 Jakarta dan SMA Islam Harapan Ibu. Kedua sekolah tersebut merupakan pemenang hasil kurasi video penampilan terbaik dalam acara Workshop Keaktoran Pestarama#9. SMPN 141 Jakarta menampilkan teaterikal puisi yang berjudul "Pengungsi" karya Asrul Sani sedangkan SMA Islam Harapan Ibu menampilkan "Surat dari Ibu" karya Asrul Sani. Walaupun masih belia, penampilan mereka patut untuk diacungi jempol karena sangat memukau para penonton.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Selanjutnya, terdapat penampilan yang ditunggu-tunggu yakni pementasan drama "Mahkamah" hasil adaptasi naskah karya Asrul Sani. Dengan durasi pementasan kurang lebih selama 1 jam 50 menit. Pementasan yang dilaksanakan oleh mahasiswa PBSI kelas 6C tersebut berhasil memukau dan menyentuh hati penonton terlepas dari kekurangan yang dimilikinya. Setelah pementasan berlangsung terdapat diskusi pementasan dengan Prof. Riris K. Toha Sarumpaet M.Sc., Ph.D., sebagai komentator.

Setelah itu, terdapat kehadiran Slamet Rahardjo seorang murid Asrul Sani di Teater Populer. Beliau hadir ikut mengomentari pementasan "Mahkamah" dan mengajak para penonton yang hadir untuk ikut serta mengenang Asrul Sani. Beliau memberikan apresiasi kepada para aktor dalam pementasan "Mahkamah". "Hari ini kalian, para aktor harus mengingat pementasan ini  dan hari inilah bukti bahwa mereka berani mewujudkan apa yang mereka ingin sampaikan kepada penonton," ucap Slamet Rahardjo. Slamet Rahardjo juga menanyakan setiap filosofi tata rias setiap aktor kepada sutradara pementasan "Mahkamah".

Selain mengomentari, Slamet Rahardjo juga memberikan tips dan trik untuk melatih vokal agar artikulasi jelas saat pementasan berlangsung. Slamet Rahardjo juga memberikan pesan Asrul Sani bahwa dalam hidup, haruslah hidup dengan apa yang kamu mau. "Jenderal mati diganti jenderal lain. Asrul Sani mati tidak ada gantinya," ujar Slamet Rahardjo.

Syauqi Sani selaku perwakilan dari keluarga Asrul Sani juga memberikan sepatah dua patah kalimat. "Mahkamah ini buat saya, selalu emosional. Dialog-dialog dalam naskah ini saya tahu semua prosesnya. Sekarang usianya sudah menginjak 40 tahun sejak disiarkan pertama kali," ungkap Syauqi. Syauqi Sani juga mengatakan bahwa ia melihat bagaimana anak zaman sekarang menginterpretasi naskah Mahkamah dan itu sangat berbeda setiap zamannya.

Setelah itu, Yang Yang Merdiatna M.Pd., salah satu dosen PBSI UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memimpin doa bersama untuk almarhum Asrul Sani. Acara kemudian ditutup dengan pemberian kenang-kenangan untuk Asrul Sani dan pembimbing ketiga pementasan Pestarama#9. Pertama, penyerahan poster pementasan "Mahkamah" kepada Syauqi Sani, perwakilan keluarga Asrul Sani oleh Dr. Ahmad Bahtiar, M.Hum. (Kaprodi PBSI UIN Jakarta). Kedua, penyerahan lukisan Asrul Sani dan trofi kepada Syauqi Sani, perwakilan keluarga Asrul Sani oleh Salamah Agung, M.A., Ph.D. (Wakil Dekan FITK). Ketiga, penyerahan sertifikat kepada pembimbing ketiga pementasan Pestarama#9 oleh Hayati Badrunnisa (Pimpinan Produksi Pestarama#9).

Ikuti tulisan menarik Anjelia Ratu Oasis lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler