x

Iklan

Syiqqil Arofat

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Indymedia: Gerakan Sosial melalui Media Global

Penulis : Charity Crabtree; Judul : Where Culture, Structure, and the Individual Meet: A Social Movement Organization in Action; Publikasi : Submission for the 100th Annual Meeting of the American Sociological Association, 20 January 2005

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Komunitas Indymedia (Independent Media) adalah sebuah komunitas pengembang media global, yang dapat diakses dalam situs: www.indymedia.org, dengan tujuan untuk menciptakan ruang alternatif bagi berbagai praktik globalisasi yang sarat kepentingan. Ketika berbagai media global semakin dikuasai dan berpihak pada korporasi global, diperlukan gerakan sosial yang mampu menandingi  kekuatan-kekuatan global tersebut, tentunya melalui media yang bersifat independen dan populis. Komunitas Indymedia yang memiliki lebih dari seratus cabang di seluruh dunia ini berupaya menfasilitasi kebutuhan sebagai ruang demoratis, populis, tidak berpihak, dan kritis terhadap perkembangan globalisasi. Namun, menciptakan dan mempertahankan gerakan global ini tidaklah mudah, terutama dalam kaitannya dengan kebersinambungan relawan-relawan lokal yang begitu ragam, baik dalam usia, pekerjaan, agama, maupun dalam pandangan politik, dari yang demokrat-moderat hingga yang anarkis.

Charity Crabtree mengkaji tentang bagaimana komunitas Indymedia cabang Atlanta mampu mempertahankan eksistensisnya, meski sering terjadi rotasi pada anggota-anggotanya yang aktif, dan bahkan tidak sedikit pula yang memutuskan untuk berhenti menjadi anggota.  Kesulitan mempertahankan anggota menjadi persoalan utama dalam komunitas indymedia. Namun,  Crabtree menemukan setidaknya terdapat tiga faktor yang berpengaruh pada kesinambungan partisipasi anggota Indymedia, yaitu individual, organisasional dan kultural. Ketiga faktor ini selalu saling terkait, sementara pembedaaan masing-masing faktor ini hanya bersifat analitis.

Pertama, faktor individual. Fleksibelitas pekerjaan merupakan faktor penting bagi anggota untuk tetap berpartisipasi dalam pengembangan media ini. Sebab, fleksibilitas organisasi dapat menghadirkan kepuasan. Setiap anggota dapat memilih bentuk pekerjaan yang diinginkannya. Indymedia  lebih menekankan kebersamaan, kedekatan, dan saling berbagi aktivitas untuk mencapai tujuan bersama. Meski terkadangan terjadi konflik personal yang mengancam perpecahan di antara anggota-anggotanya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kedua, faktor organisasional. Salah satu alasan bahwa konflik internal tidak berlanjut pada pembubaran komunitas adalah kuatnya komitmen relawan terhadap misi organisasi. Bahkah dalam keterbatsan sumber daya,  realawan-relawan Indymedia tetap berupaya melakukan yang terbaik untuk menyukseskan program-program yang dilajalankannya. Tantangan komunitas Indymedia dalam level organisasi adalah keterbatasan sumber daya, baik material maupun manusia. Sehingga para relawan dituntun untuk saling berbagi keahlian dan pengalaman.

Ketiga, faktor kultural. Faktor inilah yang paling kuat dalam memotivasi gerakan sosial. Konflik kepentingan antara Indimedia dan media korporasi menjadi unsur utama yang memobilisasi massa di luar media. Dengan adanya pembedaan ini, terbentuklah identitas kolektif dalam memprotes persoalan-persoalan sosial. Identitas kolektif ini terus dijaga dan dibangun ulang melalui pemutaran film yang seolah telah menjadi ritual mereka. Pemutaran film-film kritis yang diproduksi oleh Indymedia ini selalu mampu membangkitkan kembali antusiasme dan komitmen para relawan, sehingga mereka pun termotivasi untuk terus bertahan dan mengembangkan komunitas. Identitas kolektif ini pula yang mendorong terjadinya aksi kolektif.

Sumber foto: www.indymedia.org

Ikuti tulisan menarik Syiqqil Arofat lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Puisi Kematian

Oleh: sucahyo adi swasono

Sabtu, 13 April 2024 06:31 WIB

Terkini

Terpopuler

Puisi Kematian

Oleh: sucahyo adi swasono

Sabtu, 13 April 2024 06:31 WIB