x

Iklan

Asep Rizal

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Pedagang Gorengan Keliling di Pasar Cineam Mampu Kuliahkan Anaknya

Berdagang gorengan keliling di pasar Cineam, Tasikmalaya, Masriyah (52) mampu menyekolahkan anakhnya hingga jenjang perguruan tinggi

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Photo; Ibu Masriyah (52) Pedagang Gorengan Keliling(doc/pri) 

Terlihat sosok perempuan berusia 52 tahun itu energik dengan komunikasi yang  terjalin dengan para langganan “gorengan kelilingnya”.

Dia piawai menawarkan dagangan Gorengannya yang di bawa pakai keranjang kecil khusus dari plastic berwarna hijau.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sisa gorengan pisangnya tinggal 4 buah,lalu ada 2 buah lagi gorengan “bala-bala” (Bakwan-Pen) , dia sempat mendekat ke penulis ketika pada sebuah hari di  siang yang mendung sedang  berada di dalam Pasar Cineam Kabupaten Tasikmalaya  yang sedang malakukan sebuah aktifitas.

“Ibu mah,,telah 30 tahun berdagang beginian di pasar ini (Pasar Cineam) pahit getirnya mungkin susah diceritakan *Jang,,!(*Ujang Bahasa Sunda yang artinya Panggilan untuk Orang yang lebih muda laki-laki)   Tapi anak Ibu Alhamdulillah bisa kuliah , kemarinmah anak ibu akan kuliah di *(……..) *sambil menyebutkan sebuah nama perguruan tinggi yang berada di Kota Tasikmalaya-Pen.

Namun bayaran persemesternya sangat tinggi, kini dia (anaknya) kuliah di  sebuah perguruan tinggi yang lainnya, Alhamdulillah,,!  walau usaha jualan kaya beginian (Gorengan Keliling Pakai Rigen kecil) ibu bisa membiayai kuliah anak ibu!” Bu Masriyah (52) bercerita kepada penulis ketika pada suatu hari di siang itu.

Sejurus hal itu hanya berupa obrolan biasa , ketika dimaknai lebih dalam lagi  barangkali akan sangat hebat “makna” obrolan tersebut.

Karena menurut alasan Penulis hal itu bukan merupakan hal biasa , ada aroma lain dari obrolan Ibu Masriyah , yang hanya pedagang Gorengan Kelilingpun dia bisa “Mengkuliahkan” Anaknya tercinta , betapa mulianya niatan Keluarga dan  Anaknya ketika sang ibu “Hebat” itu bisa menyekolahkannnya ke jenjang pendidikan yang  rada tinggi itu.

“Ibu tidak punya harta banyak , ibu punya cita-cita ingin mewariskan ilmu bagi anak-anak ibu dengan sekuat tenaga ibu akan menamatkan kuliahnya anak ibu itu sampai dia dapat gelar sarjana , dan mudah-mudahan ilmu yang di dapatkan dia bisa berguna bagi bangsa Indonesia, dan dia (anaknya) dapat mengangkat sebuah harkat mulia bagi hidupnya di kemudian hari bila nasib bagus mengikuti kegidupannya atas upaya Ibu dan Do,a tulus Ibu  semoga anak ibu jadi orang yang berguna!” Do,anya seorang Ibu “Hebat” itu mungkin bergemuruh di angkasa sana , Tuhan lebih tahu apa yang di harapkan oleh hambaNya tercinta , dia sosok yang penulis kagumi.

Dan mendung di siang itupun di akhiri Deru gemuruh Guntur yang menggelegar di luar pasar Cineam Kabupaten Tasikmalaya , dan hujanpun turun dengan derasnya , sederas Do,a seorang ibu pedagang gorengan keliling yang hanya pakai sebuah nampan pelastik (Rigen) Kecil.

“Alloh Tunjukanlah jalan Hidup Kami ke arah jalanMu yang lurus , berkahilah segala Rezeky kami semua , jadikanlah kami mulia dengan manfaat Rezeky PemberianMu!” penulis berlalu melanjutkan langkah sebuah pencarian,dan mengkahiri tulisannya.

*Cineam,Kabupaten Tasikmalaya,indonesiana Tempo.co (25-12-2014).

Asep Muhammad Rizal.     

Ikuti tulisan menarik Asep Rizal lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

3 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

3 hari lalu