Mengarang Melestarikan Bahasa

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Melestarikan bahasa Indonesia dapat dimulai dari diri sendiri. Memberikan penghargaan terhadap segala bentuk karangan siswa berarti telah membantu siswa mengembangkan rasa nasionalisme melalui bahasa.

 

 

Siapa yang tidak mengenal bahasa Indonesia? Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi yang digunakan negara kita baik dalam forum formal maupun non formal.

Bahasa Indonesia diajarkan kepada semua warga negara Indonesia tanpa terkecuali. Di sekolah-sekolah, pelajaran bahasa Indonesia menjadi mata pelajaran pokok yang diwajibkan kepada para siswa, mulai dari sekolah dini hingga pendidikan tinggi.

Namun di era globalisasi ini, Bahasa Indonesia seakan kehilangan giginya. Siswa-siswa yang berusia remaja tidak lagi menganggap bahasa Indonesia sebagai bahasa yang penting untuk dilestarikan. Mereka lebih bangga menggunakan bahasa asing dibandingkan bahasanya sendiri. Terkadang malah mereka merusak bahasa Indonesia dengan mencampuradukkannya dengan bahasa asing ketika berkomunikasi.

Kondisi yang memprihatinkan dimana fenomena tersebut menjangkiti generasi muda kita, generasi penerus bangsa.

Topik-topik pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah yang syarat makna, terlewatkan begitu saja berganti dengan kekaguman mereka akan budaya bangsa lain. Tidak dapat dipungkiri, ada siswa yang beranggapan bahwa pelajaran Bahasa Indonesia tidak perlu diajarkan karena sudah menjadi bahasa yang umum digunakan sehari-hari. Namun, keadaan tersebut bertolak belakang apabila kita melihat banyak diantara siswa yang untuk membuat sebuah karangan berbahasa Indonesia saja mengalami kesulitan.

Mengarang adalah topik pelajaran bahasa Indonesia yang sebenarnya sangat menarik. Siswa dilatih untuk berimajinasi sekaligus belajar dasar-dasar Bahasa Indonesia melalui kegiatan ini. Siswa diminta untuk mengembangkan sebuah tema menjadi cerita yang lengkap dan memiliki arti.

Daya kreatif siswa akan berkembang melalui mengarang. Mereka bisa langsung mempraktekkan pelajaran dasar bahasa Indonesia dalam sebuah kalimat yang menarik. Mengarang juga membebaskan siswa untuk mengekspresikan diri sesuai dengan hasrat dan minatnya.

Melalui mengarang, siswa juga dilatih untuk memunculkan potensi terbaiknya. Bakat untuk mengembangkan diri melalui tulisan dapat diasah melalui kegiatan ini. Yang diperlukan adalah keterbukaan guru terhadap isi daya imajinasi dan kreativitas dari para siswa.

Karangan siswa tidaklah kemudian menjadi tulisan yang sangat baik. Perlu proses untuk mematangkan potensi-potensi ini. Diperlukan guru dengan pribadi terbuka yang mau memberikan dorongan dan motivasi kepada siswa untuk melalui proses ini.

Akan banyak ditemui karangan yang jauh dari kata sempurna. Ada pula karangan dengan tema yang monoton. Bahkan ada yang mengambil tema "sangat" imajinatif hingga tidak bisa ditangkap jalan berpikirnya. Namun tentu, semua hasil karya tersebut adalah hasil kreativitas siswa yang perlu mendapat apresiasi.

Guru yang baik adalah guru yang mampu memberikan motivasi kepada siswanya, terlepas dari bagaimanapun isi karangannya. Tidak mencela, namun harus bisa menjadikan siswa bertambah antusiasnya.

Dengan memberikan motivasi, guru dapat memberikan pemahaman lain bagi siswa untuk dapat menghargai dan mencintai bahasanya sendiri. Melalui pendekatan yang yang baik pula, guru dapat menunjukkan kepada siswa betapa bangganya kita dapat berbahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Melestarikan bahasa Indonesia dapat dimulai dari diri sendiri. Memberikan penghargaan terhadap segala bentuk karangan siswa berarti telah membantu siswa mengembangkan rasa nasionalisme melalui bahasa.

Bagikan Artikel Ini
img-content
Rahayu Sundari, Spd., MM

Seorang Guru dan Pendidik

0 Pengikut

img-content

Mengarang Melestarikan Bahasa

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Baca Juga











Artikel Terpopuler