x

Iklan

Tuti Yuliani

Guru BK Di SMA N 9 Palembang
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Peran Guru BK Terhadap Perkembangan Pendidikan Siswa

Pengenalan diri siswa dapat dilakukan dengan bimbingan motivasional di kelas, membuat grup-grup diskusi di luar kelas, atau juga bisa dilakukan dengan konseling pribadi jika memang dibutuhkan.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Pendidikan menengah atas adalah jenjang pendidikan yang akan mengantarkan siswa menempuh gerbang baru kehidupannya. Setelah tamat SMA, siswa-siswa diproyeksikan untuk melanjutkan kuliah di perguruan tinggi sesuai dengan minatnya masing-masing. Walaupun tidak semua siswa meneruskan kuliah, namun sebagian besar dari mereka sudah barang tentu memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan setelah SMA.

Memasuki masa kuliah biasanya sudah dinanti oleh para siswa. Status yang berubah dari siswa ke mahasiswa memberikan arti besar bagi mereka baik positif maupun negatif. Secara positif, menjadi mahasiswa berarti telah menaikkan level tanggungjawab dalam menempuh pendidikan, seharusnya mereka lebih mandiri dalam belajar dan lebih kreatif dalam kehidupan.

Di sisi lain, menjadi mahasiswa terkadang ditunggu oleh para siswa SMA karena mereka bebas untuk melakukan apa yang disukai yang dulunya tidak bisa dilakukan semasa SMA, diantaranya rambut panjang, baju yang tidak perlu rapi, dan jadwal yang tidak selalu masuk pagi. Terlebih bagi mereka yang kuliah di luar daerah tinggalnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dampak positif dan dampak negatif ini perlu disikapi sejak dini agar dapat mempersiapkan para siswa SMA menghadapi kuliah dengan penuh komitmen dan integritas.

Salah satu yang dapat dilakukan oleh sekolah dalam menyikapi situasi ini adalah memaksimalkan peran guru pembimbing atau lebih dikenal dengan guru BK.

Guru BK sebagai pembimbing siswa di sekolah perlu mempersiapkan mereka dalam memasuki era baru kehidupan sekolah, yang bisa jadi jauh dari keluarga. Hal penting yang perlu dilakukan adalah memberikan pengertian dan pemahaman siswa tentang siapa dirinya.

Tidak bisa dipungkiri, siswa SMA adalah remaja yang masih mencoba mengenal diri. Oleh karenaya dibutuhkan pran pembimbing yang memang mengerti permasalahan yang timbul dari bertambahnya pergaulan siswa nantinya.

Pengenalan diri siswa dapat dilakukan dengan bimbingan motivasional di kelas, membuat grup-grup diskusi di luar kelas, atau juga bisa dilakukan dengan konseling pribadi jika memang dibutuhkan. Beragam jenis kegiatan tersebut dimaksudkan untuk membuat siswa mengenali diri. Bukan hanya sekadar kenal siapa diri mereka, tetapi mereka juga mengenali potensi diri, baik kelemahan, kelebihan, dan motivasi apa yang mempengaruhi kehidupan mereka selama di kuliah nanti.

Siswa yang mengenal dirinya secara utuh dapat dikatakan mereka sudah memiliki gambaran terhadap hal-hal apa saja yang akan mendukung atau menghambat selama proses kuliah. Siswa yang sudah mengenali siapa dirinya akan memiliki sikap yang lebih positif dibanding mereka yang masih labil.

kegiatan konseling maupun motivasi ini harus dilakukan secara serius mengingat kehidupan masa kini yang tidak dapat diprediksi. Dalam banyak media seringkali muncul berita tentang bagaimana kehidupan kuliah yang bisa merusak masa depan bila tidak disikapi dengan pribadi yang penuh integritas, seperti terjerumus narkoba, pergaulan bebas, atau kuliah yang tidak kunjung lulus, hingga akhirnya DO.

Akan sangat disayangkan, jika siswa berhasil masuk perguruan tinggi dengan jurusan yang diimpikannya, tetapi harus kandas karena salah pergaulan.

Memberikan bekal kepada mereka agar dapat membentengi diri dari pergaulan yang tidak mendukung adalah tanggung jawab bersama, termasuk didalamnya tanggungjawab guru dan sekolah. Siswa-siswa adalah generasi penerus bangsa. Menyiapkan diri siswa untuk berhasil dalam kehidupan selepas SMA, berarti pula membantu menyiapkan bangsa ini untuk terus memiliki integritas sebagai bangsa yang berbudaya dan beretika.

Ikuti tulisan menarik Tuti Yuliani lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler