x

Iklan

Tuti Yuliani

Guru BK Di SMA N 9 Palembang
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Pendidikan Humanis Bagi Siswa

Kebutuhan masyarakat akan dunia pendidikan yang lebih humanis semakin lama semakin besar. Masyarakat membutuhkan bentuk pendidikan seperti itu karena mereka menilai pendidikan yang humanis akan membentuk siswa menjadi pribadi yang peka terhadap lingkungan

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Kebutuhan masyarakat akan dunia pendidikan yang lebih humanis semakin lama semakin besar. Masyarakat membutuhkan bentuk pendidikan seperti itu karena mereka menilai pendidikan yang humanis akan membentuk siswa menjadi pribadi yang peka terhadap lingkungan dan perubahannya.

Bimbingan dan konseling sebagai salah satu bagian dari sekolah memegang peran penting untuk menciptakan lingkungan yang humanis dalam sebuah kegiatan belajar mengajar. Melalui metode yang dimilikinya, bimbingan dan konseling mampu membuat pendekatan kepada siswa secara lebih personal, dan berbeda dalam penanganan setiap kasusnya. Metode yang bisa dilakukan diantaranya adalah melalui konseling, kuisioner, psikoedukasi, dan bermain peran.

Tidak semua metode tersebut dalam dilakukan dalam sekali waktu. Untuk mengetahui permasalahan siswa secara gambaran luas, guru BK bisa menggunakan kuisioner yang diisi siswa berdasarkan prioritas masalah yang mereka miliki.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Apabila masalah yang sama ditemukan dari hampir semua jawaban siswa, berarti mengindikasikan bahwa masalah tersebut dialami oleh banyak siswa. Guru BK bisa melakukan psikoedukasi terkait masalah tersebut, mulai dari penyebab masalah, dampaknya bagi siswa, dan bagaimana menanganinya. Masalah yang biasanya banyak ditemui adalah pola komunikasi orangtua anak dalam menentukan jurusan studi, mengenal gaya belajar, atau pacaran sehat.

Guru BK dapat memberikan psikoedukasi di kelas-kelas maupun dalam acara besar yang didikuti oleh seluruh siswa di sekolah seperti layaknya seminar. Psikoedukasi berfokus untuk mendidik siswa mengenai tantangan signifikan dalam hidup dan membantu mereka mengembangkan keterampilan penanganan masalah untuk menghadapi tantangan tersebut. Melalui psikoedukasi ini, guru BK dapat melakukan penyaringan terhadap siswa yang membutuhkan penanganan lebih lanjut melalui konseling.

Konseling dilakukan kepada siswa yang memiliki permsalahan unik dan lebih serius membutuhkan penanganan segera. Konseling dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. Konseling kelompok akan berhasil dalam membantu siswa menyelesaikan masalah apabila kelompok tersebut memiliki kesamaan masalah. Selain dari guru BK, apabila masalahnya sama, maka para siswa akan dapat saling membantu dan memberi solusi.

Apabila psikoedukasi dan konseling sudah dilakukan tetapi masalah siswa belum juga terselesaikan, maka guru BK perlu melibatkan profesional lain untuk membantunya melakukan penanganan lebih lanjut. Guru BK bisa beerkoordinasi dengan psikolog, dokter atau petugas medis lainnya, tak terkecuali polisi bila dibutuhkan.

Sinergi yang baik antara berbagai pihak ini, akan memudahkan sekolah untuk segera megambil tindakan terkait permasalahan siswa agar tidak mengganggu aktivitas belajarnya. Melalui pendekatan yang personal sesuai kebutuhan siswa, diharapkan sekolah dapat memberikan lingkungan belajar yang humanis dan kondusif untuk tumbuh kembang siswa.

Ikuti tulisan menarik Tuti Yuliani lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler