x

Profesor dan ketua fakultas Bisnis, Bharat Anand demonstrates menjelaskan pada sejumlah mahasiswanya di penjuru dunia secara online di studio televisi WGBH, Boston, 21 Agustus 2015. Sebanyak 60 mahasiswa mengikuti kelas bisnis online yang baru dilunc

Iklan

Agus Supriyatna

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Tak Lagi Harus Panggil Gubernur ke Jakarta

Kementerian Dalam Negeri, kini punya fasilitas canggih, video telecoference. Fasilitas ini yang akan menghubungkan Merdeka Utara dengan seluruh provinsi.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Kementerian Dalam Negeri, kini punya fasilitas canggih, video telecoference. Fasilitas ini yang akan menghubungkan Merdeka Utara, jalan di mana Kementerian Dalam Negeri berada, dengan provinsi. 

Adalah Direktur Jenderal Otonomi Daerah, Soni Sumarsono yang mengungkapkan itu di Jakarta, Selasa petang kemarin, 30 September 2015. Saat itu, Soni Sumarsono baru turun dari ruangan Sekretaris Jenderal Kemendagri, Yuswandi A Temenggung. 
 
Beberapa wartawan masih ngumpul di luar ruangan Puspen Kemendagri. Saat sudah tiba di lantai satu, tepatnya menjelang pintu keluar lobi gedung, Soni tiba-tiba memanggil para wartawan.
 
"Hey kalian belum pada pulang?," kata Soni. 
 
Sontak setelah dilihat yang memanggil adalah Soni, Dirjen Otonomi Daerah, para wartawan pun berhamburan menghampirinya. Kedatangan Soni, tentu adalah datangnya sumber berita. Saat wartawan sudah merubung, Soni pun bercerita, bahwa baru saja ia menghadiri proses uji coba fasilitas video teleconference yang dibangun Kemendagri.
 
"Ini uji coba pertama video teleconference dengan seluruh daerah," kata Soni. 
 
Direncanakan, bila semua sudah siap, pada tanggal 9 Desember 2015, akan digelar telecoference jarak jauh antara Presiden, Menkopolhukam, Mendagri dengan seluruh gubernur yang daerahnya menggelar Pilkada serentak. Dialog antara Presiden dengan para gubernur untuk memonitor jalannya Pilkada serentak. 
 
"Ruangan video teleconference ada di lantai tiga, gedung utama Kemendagri,"katanya. 
 
Pada uji coba tahap pertama, kata Soni, telecoference dilakukan dengan 9 gubernur yang daerahnya akan menggelar Pilkada. Tapi kata dia, dalam uji coba pertama masih ada gangguan. Akibatnya wawancara antara Merdeka Utara dengan sembilan kepala daerah terganggu.
 
"Masih ada suara yang masuk dari mana-mana. Suara telepon masuk. Krasak, krusuk. Tapi kita akan sempurnakan," ujar Soni. 
 
Nanti akan disusun SOP-nya, kata Soni. Teknologi pun secara teknis akan dipersiapkan. Fasilitas video telecoference, nantinya tak sekedar untuk memonitor jalannya Pilkada serentak. Tapi ini fasilitas jangka panjang, yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Misalnya, untuk rapat antara Mendagri dengan para kepala daerah. Sehingga, nanti jika Mendagri ingin bicara atau memanggil gubernur, mereka tak harus ke Jakarta. Cukup duduk manis di daerahnya, dari ruangan video teleconference, dialog sudah bisa dilakukan. Ini juga mempermudah koordinasi antara pusat dengan daerah yang bisa dilakukan dengan cepat. 
 
"Nanti ini akan ada di semua provinsi. Fasilitas ini bisa untuk semua urusan," katanya. 
 
Bahkan kemudian Soni menawarkan bila wartawan ingin wawancara langsung dengan seluruh gubernur, misalnya untuk memantau dan mengetahui perkembangan terakhir Pilkada serentak. Ia berjanji akan menyediakan waktu untuk memfasilitasi wawancara wartawan dengan para gubernur lewat video teleconference. 
 
"Misalnya para wartawan mau gunakan video teleconference untuk wawancara dengan seluruh gubernur, silahkan. Ya anggap saja ini e-responden he.he.he," kata Soni.
 
Yang pasti, fasilitas video teleconference yang berada dibawah naungan Pusat Data Informasi (Pusdatin) Kemendagri, kata Soni adalah untuk memudahkan komunikasi serta koordinasi antara Jakarta dengan seluruh daerah. Untuk sementara, video teleconference baru bisa terhubung dengan provinsi. Tapi tak tertutup kemungkinan, nanti video teleconference juga akan terhubung dengan seluruh kabupaten dan kota.
 
"Ini baru bisa menghubungkan Jakarta dengan kantor gubernur. Tapi bisa saja nanti dengan seluruh kabupaten dan kota," kata Soni. 
 

Ikuti tulisan menarik Agus Supriyatna lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan