Musim Hujan Telah Tiba, Sedia Payung Sebelum Hujan - Analisis - www.indonesiana.id
x

Thamrin Dahlan

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Musim Hujan Telah Tiba, Sedia Payung Sebelum Hujan

    Dedaunan jatuh dari reranting. Kini hamparan tanah dipenuhi bunga warna kuning akibat hembusan angin keras. Inikah petanda musim hujan segera tiba ?

    Dibaca : 2.482 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Emang ada musim gugur di Indonesia? Demikian reaksi sobat media sosial ketika awak menayangkan satu buah dokumentasi foto yang di beri tajuk Musim Gugur. Awak menjawab dengan santai, ya itu musim ketika para bunga berjatuhan dari tangkainya.  Bunga bunga indah berwarna kuning dominan itu bertaburan di pelataran parkir Asrama Haji Pondok Gede. Choirul Huda wartawan Top Score rekan awak di fb  malah menyebut seperti bunga sakura nan berguguran di negeri Jepang. Untuk itu segera saja terinspirasi untuk menulis tebaran menguning itu yang berbaur indah menutupi sebagian pelataran. 

     
    Geografi Indonesia sebenarnya beruntung hanya mendapat dua musim saja dalam setahun. Karunia dari Illahi ini patut disyukuri karena rakyat tidak perlu repot repot seperti penduduk negeri lain yang memiliki 4 musim.  Paling tidak orang Indonesia hanya memerlukan 2 jenis pakaian saja, yaitu pakaian musim hujan dan pakaian musim panas.  Itupun pakaian di dua musim  pada galibnya sama saja, mungkin tambahan sedikit kalau musim hujan memakai jaket atau jas hujan. 
     
    Lain halnya dengan saudara saudara kita yang bermukim di Eropa, Amerika dan belahan bumi lain.  Mereka terpaksa atau dipaksa menyiapkan jas tebal ketika datang salju pada musim dingin.  Hanya empat bulan mengenakan jas berlapis lapis  datang pula musim gugur, musim panas dan musim semi.  Repot bukan ? apalagi ditinjau dari biaya extra yang harus dikeluarkan untuk mendadani diri agar tubuh bisa bersahabat dengan cuaca ekstrim. Selain itu dapat dipastikan aktivitas keseharian penduduk dunia di sana tentu tidak senyaman rakyat Indonesia.  Terkadang mereka terhalang berpergian keluar rumah apakah untuk bekerja, belanja atau rekreasi karena harus menembus salju tebal.  Apalagi di musim panas, lihat saja Pulau Bali menjadi sesak ketika warga Australia meninggalkan negerinya karena kepanasan.  Bule-bule ini mengungsi sejenak ke belahan dunia lain yang bersahabat dengan iklim sejuk ditambah bonus keindahan alam.
     
    Kembali ke hamparan bunga kuning menguning di seantero halaman parkir asrama haji.  Seperti biasa awak rutin berolahraga 2 kali seminggu yaitu rabu dan sabtu untuk main tenis di kawasan ini.   Selain itu di hari ahad awak main di lapangan tenis BHP beserta warga sekomplek.  Menyaksikan fenomena alam, coba sobat perhatikan di lingkungan sekitar.  Daun daun berguguran ditiup angin kencang.  Musim hujan tahun ini mulai menampakkan diri.  Tukang sapu jalanan mengeluh, karena pekerjaan mereka bertambah tambah.  Baru saja halaman disapu bersih, ech tidak lama kemudian halaman itu di penuhi taburan dedaunan  yang diterpa angin kencang. 
     
    Pesan moral nan ingin awak sampaikan disini, bahwa sebagai penduduk nusantara Indonesia ada baiknya kita banyak bersykur atas nikmat anugerah Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang berupa 2 iklim.  Sabar saja ditahun ini mungkin musim panas agak berlama lama mampir di negeri kita.  Hal ini terjadi kerena effek El Nino, begitu ujar pakar perikliman.  Kini kita sudah memasuki musim hujan.  Hampir setiap hari gerimis rintik-rintik sampai hujan super deras bertamu di Jakarta dan di seluruh nusantara.   
     
    Sudahkah kita menyiapkan payung?  Jadi benarkan kata nenek moyang,  sedia payung sebelum hujan yang bermakna lebih dalam. Intinya dalam segala persoalan nan di hadapi di  muka bumi ini agar umat manusia merencanakan segala sesuatu aktivitasnya dengan sempurna agar apa apa yang akan di hadapi akan lebih lancar dan sukses.  Begitu bukan? Setuju? setuju.  

     

    Salamsalaman

    TD

    Ikuti tulisan menarik Thamrin Dahlan lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.