Mahasiswa Pertanian UNEJ Bersemangat Wujudkan Pertanian Indonesia Berdaulat - Analisis - www.indonesiana.id
x

Andik Setyawan (PB)

Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Jember
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Mahasiswa Pertanian UNEJ Bersemangat Wujudkan Pertanian Indonesia Berdaulat

    Belajar eksakta dengan imbuhan sejarah

    Dibaca : 5.173 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Jember - Senin 29/2/2016, Puluhan mahasiswa dari Fakultas Pertanian Universitas Jember mengikuti kuliah jam pertama. mahasiswa menyimak kuliah dari dosen dengan mimik wajah yang berbeda. Mimik wajah yang ditampilkan mahasiswa ini menggambarkan situasi hati yang bersemangat. Kuliah yang Berlangsung di ruang kuliah 12 Fakultas Pertanian UNEJ awalnya berjalan dengan interaktif kemudaian berubah menjadi khidmad dan tenang. Situasi yang menyebabkan raut wajah yang ditampilkan mahasiswa pertanian ini berbeda dengan biasanya setelah mendengar kuliah bermaterikan pidato sambutan Bung Karno di acara peletakkan batu pertama pembangunan STIP sekarang IPB (Institut Pertanian Bogor). Kordinator kelas, Faqih mengungkapkan bahwa  Kalimat perkalimat dari pidato bung karno yang dibacakan oleh dosen saya itu sangat indah dan bisa menggungah semangat setiap pemuda yang berkesempatan mendengarkan langsung pidatonya atau hanya sekedar membaca teksnya.

          Pidato yang berisikan langkah pembangunan Indonesia ini memang bung karno fokuskan kebidang pertanian sebagai bidang penyanggah yang harus senantiasa dikuatkan, selain itu bidang ini merupakan bidang penyedia pangan bagi bangsa Indonesia khususnya dan warga dunia pada umumnya. Berikut merupakan isi dari teks pidato yang disampaikan oleh bung karno dengan ejaan yang belum disempurnakan “Dengan sengadja pidato ini saja tuliskan, agar supaja merupakan risalah yang nanti dapat dibatja dan dibatja lagi, dan dibatja lagi oleh pemuda-pemudi kita bukan sadja dari sekolah tinggi ini, tetapi dari seluruh tanah air kita.... Ja, pidato saja mengenai mati-hidup bangsa kita di kemudian hari, oleh karena soal jang hendak saja bitjarakan itu mengenai soal persediaan makanan rakjat. Tjukupkah persediaan makanan rakjat kita di kemudian hari? Mengertikah engkau bahwa kita sekarang ini menghadapi suatu bajangan hari kemudian yang amat ngeri, bahkan suatu todongan pistol ‘mau hidup ataukah mau mati’, suatu tekanan tugas ‘to be or not to be’…. ”Kita harus berubah mendjadi bangsa jang baru, djuga di atas lapang pertanian” pidato ini disampaikan pada pada peletakan batu STIP di Bogor pada 27 April 1952.

         Pesan yang disampaikan dosen ini benar-benar membuat mahasiswa bersemangat dan bangga menjadi petani dan terus berjuang dibidang pertanian. Aris, salah satu mahasiswa peserta kuliah mengatakan, “Saya akan menjadi salah satu suksesor bung karno, saya akan membangkitkan kembali kejayaan pertanian dan petani Indonesia, “katanya. Dia menambahkan, saya yakin bahwa di bidang ini kelak saya akan bisa menjadi bangsa yang makmur dan sejahtera. Keyakinan dari mahasiswa tersebut nampaknya juga dimiliki oleh seluruh peserta kuliah pagi itu. Hal tersebut bisa menjadi langkah awal bangkitnya pertanian di Indonesia. Dosen Fakultas Pertanian UNEJ, R.Soedrajat mengatakan, “Materi yang berisikan sejarah dan pesan-pesan dari pendahulu bangsa ini sengaja di berikan di perkuliahan untuk meningkatkan semangat mahasiswa dalam menjalankan keahliannya dan mengaplikasikannya di realitas kehidupan masyarakat. Dengan materi seperti ini harapanya adalah selain mahasiswa ahli dan memiliki pengetahuan di disiplin ilmu yang diplajari juga merasa menjadi pelangsung dan penyempurna amanah dari bapak pendiri bangsa (Andik S.)

     

    Ikuti tulisan menarik Andik Setyawan (PB) lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.