x

Iklan

Aseanty Pahlevi

journalist, momsky, writer, bathroom singer, traveler.
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

LAPAN dan Mujahidin Titik Pengamatan Gerhana di Pontianak

Kota Pontianak mempersiapkan titik pengamatan untuk melihat gerhana matahari dengan intensitas 93 persen pada tanggal 9 Maret 2016 mendatang.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Kota Pontianak mempersiapkan titik pengamatan untuk melihat gerhana matahari dengan intensitas 93 persen pada tanggal 9 Maret 2016 mendatang. Pemerintah Kota Pontianak bekerjasama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Pontianak akan menyiapkan dua titik lokasi pengamatan gerhana.

“Kami memberi ruang kepada warga untuk dua titik pengamatan gerhana matahari yakni di LAPAN Pontianak dan Masjid Raya Mujahidin,” ujar Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Selasa 1 Maret 2016.

Selain di LAPAN, Pemkot Pontianak juga akan menyiapkan fasilitas teropong dan kaca mata khusus di Komplek Masjid Raya Mujahidin bagi warga yang ingin menyaksikan detik-detik fenomena alam yang sangat langka ini. “Di Masjid Mujahidin juga akan digelar shalat sunnah gerhana matahari,” katanya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Edi mengimbau masyarakat yang ingin melihat peristiwa alam ini supaya tidak mengamatinya dengan mata telanjang, tetapi harus menggunakan alat. Alasannya, pada saat detik-detik gerhana matahari, ketika bulan mulai bergeser dan lidah cahaya matahari mulai terlihat, maka pancaran sinar itu dapat merusak retina mata. “Masyarakat hendaknya berhati-hati ketika melihat gerhana matahari nanti karena lidah cahaya matahari yang terpancar saat gerhana itu terjadi dapat merusak retina mata,” terangnya.

Tidak hanya sekadar melihat fenomena alam ini, ia pun mengajak para pelajar untuk mempelajari ilmu sains serta menggali informasi lebih dalam terkait gerhana matahari termasuk dampak yang ditimbulkannya bila dilihat dengan mata telanjang.

Muzirwan, Kepala LAPAN Pontianak, menyebut, pihaknya akan menyediakan sebanyak 180 kaca mata khusus untuk melihat kejadian yang hanya terjadi ratusan tahun sekali ini. Namun jumlah sebanyak itu akan dibagi untuk dua lokasi pengamatan yakni di LAPAN Pontianak dan Masjid Raya Mujahidin. “Mungkin sekitar 100 atau 90 kaca mata di LAPAN dan 90 di Masjid Raya Mujahiddin,” katanya.

Ia menjelaskan, peristiwa gerhana matahari, ketika bulan menutupi matahari, memang tidak menimbulkan dampak yang berarti. Namun yang perlu diwaspadai adalah ketika matahari mulai muncul dan bulan bergeser, saat itulah sinar matahari bila dilihat tanpa bantuan alat dapat mengganggu fungsi retina mata manusia. “Dampaknya memang tidak dirasakan pada saat itu juga tetapi dikuatirkan dalam jangka waktu beberapa minggu atau bulan kemudian baru terasa,” jelas Muzirwan.

ASEANTY PAHLEVI

Ikuti tulisan menarik Aseanty Pahlevi lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terkini

Terpopuler