Ketika Indonesiana Banjir Komunis - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

TNI Dinilai Masih Dihantui Komunisme

Mukhotib MD

Pekerja sosial, jurnalis, fasilitator pendidikan kritis
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Gaya Hidup
  • Pilihan
  • Ketika Indonesiana Banjir Komunis

    Dibaca : 2.724 kali

    Phobia terhadap komunis, yang selalu diterjemahkan sebagai ideologi anti Tuhan, tak percaya adanya Tuhan, masih cukup kuat terasa di negeri ini. Padahal, seorang yang mengaku dirinya atheis, pun tak serta merta ia seorang komunis.

    Seorang teman, dalam perbincangan santai, pernah mengatakan memang partai komunis telah mati, gagasan-gagasannya telah tumbang dan tak terbukti saat mengandaikan terjadinya pembusukan dalam sistem kapitalistik.

    Tetapi menurut teman itu, komunis sebagai ideologi tak akan pernah mati, ia akan terus hidup dalam pikiran penganutnya. Sebagai ideologi, ia juga akan terus disebarkan, disampaikan untuk kembali mendapatkan pengaruh dan pengikut.

    Kekhawatiran, ketakutan, permusuhan, dan tentu saja terkait dengan bangkitnya ideologi komunis di Indonesia, terepresentasikan dari banjirnya tulisan mengenai komunis di blog Indonesiana. Terutama setiap gerakan yang bisa dikaitkan dengan simbol dan penanda komunis: terma kiri, dan tuntuan permohonan maaf pemerintah Indonesia.

    Benarkah ideologi bakal mungkin bangkit di Indonesia? Tak ada yang bisa menjamin, tentu saja. Tetapi manakala ideologi komunis hanya sebagai aliran pemikiran, haluan politik, dan mereka yang menganut ideologi komunis tetap percaya adanya Tuhan, memeluk agama, dan beribadah sesuai dengan ajaran agamanya, seharusnya mereka tetap bisa hidup di bawah naungan PANCASILA. Sebab, mereka mengikuti prinsip Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa.

    Hanya saja, bangkitnya sebuah ideologi, sebenarnya sangat tergantung pada seberapa besar manfaat ideologi bagi kehidupan manusia pada umumnya. Ideologi akan mati dengan sendirinya, manakala gagasan-gagasan yang dikembangkan memang sama sekali tak lagi memiliki manfaat bagi kehidupan rakyat kebanyakan.

    Ideologi bisa bangkit kapan saja dan di mana saja, manakala haluan pemikiran itu, menemukan momentumnya bagi rakyat kebanyakan yang sedang membutuhkannya. Mungkin tidak bisa akan  bisa bangkit secara sempurna, mungkin saja yang hidup sekadar cabang-cabang pemikirannya, atau motivasi gerakannya.

    Artinya, tak hanya ideologi komunis, melainkan seluruh ideologi yang pernah hidup, sedang hidup atau bahkan yang akan hidup. Sebab ideologi pada posisi kehidupan rakyat, sesungguhnya sebuah ikhtiar dalam mencari tatanan kehidupan yang lebih.

    Lantas, apakah kita mesti masih tetap takut dengan ideologi, termasuk ideologi komunis? Latar pengetahuan dan pengalaman setiap orang yang berbeda akan melahirkan jawaban yang berbeda pula. Posisi Anda, kalau begitu di mana? Kalau saya, sama sekali tak takut dengan ideologi, sebab ia akan mati dengan sendirinya, manakala tak memberikan apa-apa dalam kehidupan masyarakat.***


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.