x

Nelayan menunjukkan tangki penampungan yang berisi hasil tangkapan ikan di sekitar kawasan Teluk Jakarta di pemukiman nelayan Muara Angke, Jakarta, 19 April 2016. Menurut Ahok, kerang ikan di sekitar Muara Angke memiliki kandungan logam berat. TEMPO/

Iklan

Santi Harahap

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Di Balik Kesuksesan Ahok Pimpin Jakarta

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok l akan ketegasannya untuk mengurusi sejumlah kerumitan yang ada di DKI Jakarta.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok selama ini dikenal akan ketegasannya dalam mengurusi sejumlah kerumitan yang ada di DKI Jakarta. Sosok yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat di tengah minimnya sikap kepemimpinan yang tegas dan cepat bertindak dalam menyelesaikan permasalahan Jakarta yang rumit dan pelik.  Telah banyak keberhasilan yang ditorehkan oleh seorang Ahok. Keberhasilan yang diklaim Ahok saat memimpin Jakarta di antaranya banyak warga bantaran kali maupun lahan negara yang berhasil direlokasi ke rumah susun sederhana sewa (rusunawa), bertambahnya jumlah jalan inspeksi dan normalisasi sungai, sungai-sungai utama di Jakarta bersih dari tumpukkan sampah, angka putus sekolah di DKI Jakarta menurun, penggusuran permukiman warga di Kalijodo berjalan lancar yang akan difungsikan sebagai taman kota, jaminan kesehatan bagi warga Jakarta dan masih terdapat lagi rencana yang akan dilancarkan Ahok guna membangun dan mewujudkan Jakarta yang tertib dan indah.  Hal itu merupakan dambaan setiap warga Jakarta dan Masyarakat Indonesia pada umumnya mengingat Jakarta sebagai Ibukota Negara. 

Namun dibalik keberhasilan-keberhasilan yang telah dicapai seolah membuka peluang bagi para pebisnis/konglomerat untuk berinvestasi mencoba mengubah tampilan Jakarta seperti duplikatnya Singapura.  Dengan dalih itu para taipan seakan berlomba untuk menjadikan Jakarta sebagai Singapura kedua.  Mulai reklamasi PIK, penggusuran pasar ikan luar batang, reklamasi ancol yang notabene akan dibuat puluhan pulau baru di wilayah Ancol sebagai serambi Jakarta.  Perlu dicermati hampir semua pembangunan di Jakarta di bangun oleh para pengembang yang kemungkinan berkonspirasi dengan asing yang tidak pernah tersentuh oleh masyarakat. Semua lini mereka dekati mulai Eksekutif, Yudikatif, Legislatif, Polri bahkan Pasukan Khusus TNI dikerahkan untuk memperlancar aliran sungai yang tersumbat kabel.

Di sisi lain warga korban penggusuran yang dilakukan Ahok menyisakan permasalahan baru. Mereka seakan diusir dari rumah dan tanah kelahiran mereka sebagai tempat mereka mencari nafkah. Sementara trending topic terkini bahwa Ahok terlibat ke pusaran dugaan korupsi pembelian lahan RS. Sumber Waras dan proyek reklamasi pantai Ancol yang juga menyeret Bos Agung Podomoro Land (APL). Hal itu dinilai dari sebagian masyarakat hanya merupakan bagian dari dinamika politik menjelang pemilihan DKI 1.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kontribusi para pengembang dalam membangun Jakarta hampir dikuasai oleh para taipan di antaranya Agung Sedayu Group, Salim Group, Agung Podomoro GroupSinar Mas dan Agung Podomoro Land. Berbagai spekulasi pemikiran terbersit di benak masyarakat, bahwa keberhasilan Ahok tidak bisa dipungkiri. Tapi di sisi lain keberhasilan itu untuk siapa ??? Apakah benar untuk masyarakat Jakarta atau para konglomerat? Bagaimana nasib si Doel, Atun, Mandra, Karyo, Nunung, Aminah, Zaenab, dan banyak lagi warga yang merasa dirugikan akibat reklamasi ini. Mungkin, masyarakat Betawi akan makin terpinggirkan. 

Ikuti tulisan menarik Santi Harahap lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Penumbra

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Penumbra

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu