x

Iklan

muthiah alhasany

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Klinik Opini: Mengapa Cina Sodorkan Samadikun?

Penangkapan buronan Samadikun yang kabur selama 13 tahun.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Kepala BIN, Sutiyoso dan Jaksa Agung HM Prasetyo telah berhasil membawa pulang buronan BLBI yang menghilang selama 13 tahun. Tentu ini menjadi kabar gembira bagi masyarakat Indonesia. Tetapi penangkapan Samadikun bukanlah hasil karya murni penegak hukum di dalam negeri. Keberadaan Samadikun di Shanghai merupakan informasi dari pihak Cina ketika Sutiyoso sedang berada di Jerman.

Fakta tersebut membuat kita berpikir, mengapa Cina menyerahkan buronan yang sukses disembunyikan selama 13 tahun? Mengingat bahwa Cina sedang membangun kekuatan ekonomi dan politik, tindakan negara tirai bambu tersebut bukan tanpa maksud. Pastilah ada agenda-agenda tertentu yang akan dinegosiasikan dengan pemerintah Indonesia.

Ada beberapa kemungkinan mengapa Cina berbaik hati menyodorkan Samadikun.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

1. Meminta keleluasaan investasi di wilayah Indonesia

    Kita tentu mengetahui bahwa perkembangan  kerjasama antara Indonesia-Cina semakin meningkat. Cina diberi kesempatan untuk menanamkan investasi di Indonesia. Bahkan pemerintah Indonesia memberi peluang lebar untuk mengerjakan infrastruktur di tanah air. Salah satunya adalah proyek kereta cepat yang menjadi polemik hingga saat ini.

   Satu atau dua proyek infrastruktur tidak akan memuaskan negara yang menjadi pesaing utama Amerika Serikat itu. Cina ingin mengalahkan semua pesaing-pesaingnya, terutama dari negara-negara Barat atau liberal. Maka, untuk itu perlu tindakan dramastis yang membuat pemerintah Indonesia membuka tangan untuk Cina, yaitu dengan menyerahkan Samadikun. Cina tahu betul bahwa Indonesia sedang giat memberantas korupsi. Menyerahkan koruptor kelas kakap, jelas merupakan upaya menarik simpati dari pemerintah dan masyarakat Indonesia.

2. Meminta pekerja Cina bebas masuk ke Indonesia

    Keberadaan buruh-buruh Cina yang masuk ke Indonesia sempat membuat heboh masyarakat. Hal ini bukan isapan jempol, meski jumlah pekerja yang masuk dikatakan belum mencapai lima persen. Cina dengan penduduk terbesar di dunia, membutuhkan pekerjaan agar bisa membangun kekuatan ekonominya secara besar-besaran.

   Bukan tidak mungkin, penyerahan Samadikun merupakan salah satu deal agar membiarkan para buruh tersebut masuk ke Indonesia dengan jumlah yang lebih besar. Paralel dengan proyek-proyek yang dikerjakan Cina, maka mereka menggunakan tenaga kerja yang berasal dari negara itu.

3. Menjadikan Indonesia  sebagai pasar utama

    Indonesia sebagai negara besar dengan jumlah penduduk yang besar memang merupakan pasar yang empuk bagi produk-produk Cina. Selama ini kita tahu berbagai produk Cina telah membanjiri pasar Indonesia sehingga produk dalam negeri perlahan tersingkir. Sementara itu perekonomian Cina malah meningkat.

   Dengan negosiasi penyerahan buronan, Cina bisa memaksa Indonesia untuk kembali membuka kran impor barang-barang Cina masuk dengan leluasa. Dan tentu hasilnya akan berdampak bombastis bagi produsen Indonesia yang sekarang saja masih tertatih-tatih.

4. Menjadikan Indonesia sebagai perantara menguasai Asean.

   Target pemasaran produksi Cina, tidak hanya Indonesia. Cina juga berniat menguasai pasar di Asean. Setelah berhasil menggenggam Indonesia, akan lebih mudah lagi memasuki pasaran Asean.

Nah, kita belum mendapatkan kepastian dari pemerintah mengenai persoalan ini. Mudah-mudahan saja perkiraan di atas salah. Bagaimana pun Indonesia tidak boleh tunduk pada kehendak negara lain. Terutama jika merugikan bangsa dan negara Indonesia.

Ikuti tulisan menarik muthiah alhasany lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan