x

16-Ekbis-Sawit

Iklan

Aseanty Pahlevi

journalist, momsky, writer, bathroom singer, traveler.
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Pabrik Kelapa Sawit Tanpa Kebun di Kalbar Diresmikan

PT. Sentosa Bumi Wijaya (PT. SBW), meresmikan pabrik kepala sawit (PKS) dengan kapasitas kapasitas 60 ton/jam di Ledo, Bengkayang, Kalimantan Barat

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

PT. Sentosa Bumi Wijaya (PT. SBW), meresmikan pabrik kepala sawit (PKS) dengan kapasitas  kapasitas 60 ton/jam di Ledo, Bengkayang, Kalimantan Barat pada Senin, 16 Mei 2016. PKS ini merupakan pabrik kelapa sawit tanpa kebun pertama di Kabupaten Bengkayang yang didirikan dengan bermitra jangka panjang dengan para petani sawit independen.

“Kami melihat adanya potensi di Kabupaten Bengkayang, sebagai salah satu Kabupaten dengan luasan lahan sawit petani independen terbesar di Kalimantan Barat,” ujar Chairman PT. Sentosa Bumi Wijaya (Member of DAW Group) Adhitya Soenjoto.

Rasio supply demand TBS masih belum seimbang, sehingga khususnya di saat musim panen banyak TBS milik petani sawit independen yang tidak dapat terserap oleh PKS-PKS yang ada. Hal ini merupakan masalah, yang seringkali TBS petani dibeli dengan harga jauh di bawah market price. “Hal inilah yang menjadi concern kami. Dengan adanya pola kemitraan jangka panjang antara PT. SBW dengan petani sawit independen, diharapkan dapat menyelesaikan masalah klasik, dimana TBS petani tidak dapat diserap dengan baik khususnya pada saat musim panen raya,” tambahnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Adhitya menambahkan, pola kemitraan ini bukan hanya bersifat transaksional jual beli TBS saja. Tetapi juga berupa penyuluhan-penyuluhan secara aktif dari PT. SBW ke petani-petani. Penyuluhan mengenai teknis berkebun yang baik, baik dari segi teknis agronomi maupun hukum. “Sehingga diharapkan produktivitas lahan para petani sawit independen tersebut dapat meningkat, dan dapat berkontribusi terhadap kesejahteraan petani dan keluarganya,” katanya.

Anak perusahaan dari PT. Dharma Agung Wijaya (DAW Group) ini bermitra dengan mayoritas petani sawit independen yang berada di Kabupaten Bengkayang yang memiliki total luasan lahan sawit hingga 12.000 Ha. Praktisnya, dengan kemampuan pabrik yang ada mampu menyerap seluruh tandan buah segar (TBS) petani sawit independen di Kabupaten Bengkayang dan juga menyerap lebih dari 60% pekerja lokal, sehingga dapat membantu menumbuhkembangkan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Peresmian ini dihadiri oleh Chairman PT SBW Adhitya Soenjoto, Gubernur Kalimantan Barat, Drs. Cornelis, M.H. , Panglima Kodam XII/Tpr Mayjen TNI Agung Risdhianto, M.D.A, serta jajaran muspida dan muspika lainnya .

Dilansir dari data statistik yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan pada Desember 2014, total luas areal perkebunan kelapa sawit nasional sebesar 11.4 juta Ha, 51% atau sekitar 5.9 juta Ha dimiliki oleh perusahaan-perusahaan swasta, 41% diantaranya atau sekitar 4.7 juta Ha dimiliki oleh petani sawit independen, sisanya yakni 7% atau sekitar 700 ribu Ha dimiliki oleh perusahaan negara.

“Pabrik kelapa sawit ini merupakan pabrik kelapa sawit tanpa kebun pertama di Kabupaten Bengkayang, di mana pendiriannya selaras dengan Permentan 98/2013. Keberadaannya menjadi salah satu solusi dalam penyerapan TBS yang dihasilkan oleh para petani sawit independen di Kabupaten Bengkayang dan sekitarnya,” ujar Cornelis, Gubernur Kalimantan Barat dalam sambutannya di acara peresmian PKS  PT. Sentosa Bumi Wijaya.

Cornelis berharap dengan adanya sinergi yang terjalin antara perusahaan dengan para petani sawit independen, dapat membantu mempercepat perkembangan perekonomian daerah yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 PT. Sentosa Bumi Wijaya merupakan salah satu anak perusahaan Dharma Agung Wijaya (DAW Group) yang bergerak dalam bidang pengolahan buah kelapa sawit. Dharma Agung Wijaya (DAW Group) merupakan  holding company yang fokus pada pengembangan usaha di industri sawit dan energi terbarukan. Setiap bisnis DAW Group dikembangkan dengan filosofi saling menumbuhkembangkan kepada seluruh stakeholders dan hidup berkesinambungan dengan alam.

Dalam roadmap jangka menengah, DAW Group akan berekspansi dengan membangun beberapa PKS dengan kapasitas total sebesar 330 ton/jam, Pembangkit listrik energi terbarukan dengan dengan total kapasitas sebesar 50 MW dan akan terus membangun existing 20.000 Ha landbank kebun Kelapa sawitnya, serta menambah landbank kebun kelapa sawit dengan strategi organic maupun inorganic.

Ikuti tulisan menarik Aseanty Pahlevi lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terkini

Terpopuler