x

Iklan

dian basuki

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Mungkinkah Perspektif Orang Lain Lebih Bagus?

Meminjam kacamata orang lain dalam melihat tantangan boleh jadi ada bagusnya.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

 

Saat menggarap sebuah proyek, seorang manajer bersikukuh bahwa tim yang ia pimpin harus mengikuti standard operating procedure yang sudah ditetapkan perusahaan. Tidak boleh ada penyimpangan dari standar baku. Ketika dua pekan sudah berjalan, standar tersebut menghadapi tantangan dari situasi lokal, tempat proyek itu dilaksanakan. Sang manajer mulai pusing sebab jadwal sudah disusun demikian kekat. Tapi, ia bergeming dari posisinya.

Seorang ‘senior expert’, yang juga anggota timnya, mencoba membantu manajernya. Ia, yang lebih kenyang pengalaman bekerja dalam situasi yang berbeda-beda, menawarkan jalan keluar. “Bagaimana kalau kita melihat persoalan ini dari perspektif (orang) lain?” kata senior ini. Mula-mula si manajer enggan beranjak dari sikapnya, namun kemudian ia merasa perlu mendengar saran seniornya ini. “Oke, seperti apa konkretnya?” tanyanya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

“Keteguhan dalam mempertahankan sikap memang bagus, tapi memahami sikap orang lain sangatlah penting,” kata senior expert seolah memberi nasihat. Ketika perundingan dengan masyarakat setempat nyaris mentok, senior expert ini menyarankan agar tim ‘meminjam’ perspektif masyarakat dalam melihat persoalan: apa yang mereka pikirkan, apa yang mereka rasakan, dan apa yang mereka inginkan dari kehadiran proyek ini. Dari sinilah, tim mengetahui dan memahami mengapa masyarakat bersikap demikian. Agar titik temu dapat diperoleh, tim kemudian melunakkan sikapnya dan perundingan pun berjalan dalam suasana baik. Hingga kemudian, proyek mulai berjalan seperti yang diharapkan.

Begitulah, seringkali kita merasa keterlibatan orang di luar tim, konsultan atau penasihat, misalnya, bukan hal penting. Banyak pemimpin tim yang kurang berkenan menerima kehadiran orang yang fungsinya memberi saran karena beranggapan hal itu mengurangi wibawanya di mata anak buah. Namun umumnya pemimpin tim segera menyadari bahwa kehadiran orang lain berpeluang membukakan perspektif yang sama sekali berbeda dalam melihat suatu tantangan atau persoalan dibandingkan dengan dirinya maupun anggota tim.

Dalam proyek lainnya, senior expert menyarankan pemimpin tim untuk merekrut orang di luar perusahaan yang berpengalaman dalam menggarap proyek serupa. Senior expert juga menawarkan saran lain yang dapat dicoba, yakni agar manajer mengundang orang dari departemen lain untuk bekerja bersama tim selama dua bulan. Menempatkan seseorang dari departemen lain ke departemen tertentu tidak selalu mudah. Mula-mula akan muncul semacam perasaan tidak nyaman di antara kedua belah pihak. Bahkan mungkin ada yang bersikap enggan menerima. Namun, apabila ‘orang baru’ ini mulai diajak untuk mengikuti pertemuan di departemen barunya, ia akan merasa ‘mulai diterima’.

Pemimpin tim yang bijak semestinya dapat membuka jalan bagi partisipasi ‘orang baru’ ini dan memberinya kesempatan untuk mengutarakan pandangannya. Mungkin saja setelah itu, anggota tim akan berseru, “Wow, kenapa ya saya nggak pernah berpikir seperti itu?” Ko-lokasi sangat bermanfaat untuk memberi perspektif baru bagi tim dalam memandang persoalan.

Mempertimbangkan situasi di lapangan, senior expert juga menyarankan agar manajer tim melakukan adaptasi terhadap cara kerja tim. Bukan menurunkan standar, melainkan membuat penyesuaian agar cocok dengan kondisi tempat proyek berlangsung. Saran ini ditindaklanjuti oleh manajer tim dengan meminta izin kepada perusahaan agar memberinya otonomi secukupnya dalam menjalankan proyek. Sebagai orang yang berada di lapangan, ia dan timnya membutuhkan keluwesan dalam mengatasi persoalan.

Saran senior expert ini ternyata mujarab. Pendeknya, membuka hati dan pikiran untuk menerima ide baru maupun perspektif yang berbeda merupakan jalan yang ampuh untuk mengatasi tantangan. Kamu berpeluang menemukan pengalaman yang sangat berbeda. (sumber foto ilustrasi: postcogtopics.blogspot.com) **

Ikuti tulisan menarik dian basuki lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan