SOKSI: Sejarah sebagai Pedoman Hadapi Kontestasi Politik - Analisa - www.indonesiana.id
x

Valentino Barus

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Analisa
  • Pilihan
  • SOKSI: Sejarah sebagai Pedoman Hadapi Kontestasi Politik

    Dibaca : 919 kali

    Dinamika konstelasi dan kontestasi politik dewasa ini perlu disikapi dengan arif dan rela belajar dari sejarah perjuangan para senior terdahulu. Kesadaran dan keteguhan untuk memahami dan menghayati sejarah dapat menjadi suluh pedoman bagi para kader dalam menyikapi berbagai hal dewasa ini. Demikian sari pertemuan Depinas SOKSI dengan Akbar Tandjung (15/01/'19).

    Pertemuan yang dipandu Prof. Thomas Suyatno itu, selain bersilaturahmi juga banyak menyoal sikap para kader bangsa dalam menyikapi hajatan politik nasional di bulan April. Dalam sambutannya, Akbar Tandjung menyampaikan betapa Sejarah awal perjuangan  SOKSI dalam membela Pancasila, khususnya melawan PKI merupakan modal dasar yang kuat dalam menyikapi berbagai persoalan dewasa ini.  Dengan tetap memelihara semangat dan militansi sebagaimana awal nya, niscaya SOKSI tetap mampu membangun konsolidasi  internal dan tetap berkontribusi terhadap bangsa, khususnya melalui Partai Golkar, kata Akbar.

    Secara bathin dan ideologis saya merasa sangat dekat  dengan SOKSI. Hal ini sudah berlangsung sejak tahun '60an ketika  SOKSI dibawah kepemimpinan Suhardiman dan Ahmad Yani selaku Pembina SOKSI tampil membela HMI yang diancam dan hendak dibubarkan oleh PKI, kenang Akbar. Kedekatan itu saya rasakan hingga kini, karenanya ketika ada kader SOKSI yang bersurat meminta untuk bertemu,  saya terima saja, sambung Akbar lagi.

    Menyikapi dinamika internal SOKSI, Prof Thomas menyampaikan bahwa SOKSI yang didirikan oleh almarhum Prof. Suhardiman pada 20 Mei 1960, dan kemudian bersama Kosgoro dan MKGR mendirikan Sekber Golkar pada tahun 1964, tetap akan konsisten berjuang melalui Partai Golkar. SOKSI inilah yang direstui Prof. Suhardiman yang beraudiensi saat ini, tegas Thomas.  

    Pada pertemuan itu juga ditegaskan komitmen SOKSI, meneruskan amanah almarhum Suhardiman,  selaku seorang pendukung awal Jokowi pada pilpres 2014, untuk konsisten memenangkan kembali Jokowi pada pilpres April 2019 ini, baik secara sendiri maupun bersama dan melalui Partai Golkar. Pada kesempatan itu, Wakil Ketua Umum SOKSI, Ahmadi Noor Supit menyampaikan beberapa hal yang sedang  dipersiapkan   khususnya menyangkut sumbangan pemikiran SOKSI atas berbagai masalah aktual  bangsa.

    Selanjutnya Plt. Ketua Umum SOKSI, Bobby Suhardiman menyampaikan beberapa agenda SOKSI ke depan. Dalam waktu dekat Lembaga Pendidikan Politik Kader Bangsa (P2KB) SOKSI yang dipimpin Agun Gunanjar Sudarsa akan mengadakan kegiatan pendidikan politik kader, kata Bobby. Akbar langsung menanggapi hal tersebut dan mengatakan bahwa Pendidikan Politik Kader Bangsa adalah trade mark SOKSI yang perlu terus diselenggarakan. Sejak dulu saya kerap juga ikut menjadi pemateri, lanjut Akbar.

    Pertemuan yang dihadiri oleh Suharsoyo, Ichsan Firdaus, Agus T., Valentino, Mahadi, Riyadh, dan Putri Komaruddin itu, diakhiri dengan yel- yel dan pekikan: "Kami SOKSI...kami Jokowi - Maruf Amin ... Maju terus - Pantang Mundur... !!! dan kemudian dilanjutkan dengan yel-yel: Golkar Jaya ,,, Golkar maju ,,,, Golkar menang, menang, menang, menang...!


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.