#SeninCoaching: Kenapa Panjenengan Ingin Jadi Presiden? - Analisa - www.indonesiana.id
x

Mohamad Cholid

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • #SeninCoaching: Kenapa Panjenengan Ingin Jadi Presiden?

    Dibaca : 1.144 kali

    #Leadership Growth: We Need Clarity of Why

     

    Mohamad Cholid

    Practicing Certified Executive and Leadership Coach

     

    “…the old politics make no sense at all. But proven competence does.” -- Peter Drucker.   

     

    Sepakatkah Anda, investasi negara Rp 24,8 Trilyun untuk Pemilu 2019 sepatutnya memberikan yield yang pantas? Panen yang kita harapkan dari investasi sebesar itu utamanya tentu berupa para pemimpin yang lebih akuntabel, publik pemilih yang menjadi lebih matang, dan praktik berdemokrasi yang lebih dewasa.  

    Apakah semua proses yang sudah dan tengah berlangsung sampai hari ini mengindikasikan menuju keberhasilan meraih harapan tersebut? Setiap pihak -- apakah itu KPU, Bawaslu, para calon pemimpin di legislatif tingkat kabupaten/kota, provinsi, sampai Presiden dan Wakil Presiden RI – kemungkinan besar memiliki perspektif masing-masing dalam memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut. Publik tentunya juga memiliki persepsinya sendiri.

    Urusan lain yang juga penting menyangkut kesungguhan kita membangun Indonesia Inc. adalah tentang gambaran negeri ini dalam sejumlah tahun ke depan. Jika kita mengikuti debat para calon presiden Ahad 17 Februari kemarin, apakah Anda melihat clarity apa yang sepatutnya kita capai dalam lima tahun ke depan? Rasanya belum ya?

    Kemasan acara tersebut masih mengesankan pembuat program kurang memberikan peluang para calon presiden membeberkan rencana kerja masing-masing selama lima tahun ke depan (jika terpilih) secara lebih leluasa. Bukan diberi waktu cuma dua menit.

    Sekarang, kalau mau meminjam perspektif Peter Drucker, pertanyaan mendasar yang perlu kita ajukan kepada para (calon) pemimpin adalah: Berdasarkan realitas dan fakta yang kita hadapi bersama sekarang, apa saja yang harus kita kerjakan dan mana saja yang harus kita tanggalkan? Pertimbangannya, “if we keep on doing what worked in the past, we are going to fail,” kata Peter Drucker.

    Kita sudah sama-sama mengetahui, bahwa yang tetap adalah perubahan, only change is constant. Kita memerlukan perilaku kepemimpinan baru yang lebih efektif; bukan soal siapa pemimpinnya – bisa saja sosok pemimpinnya tetap, tapi bersedia rendah hati melakukan perubahan signifikan dalam kepemimpinannya.

    Pertanyaan mendasar lain yang perlu diajukan kepada para (calon) pemimpin adalah: Jika struktur birokrasi dan organisasi yang menopang kelangsungan hidup bersama kualitas dan level kinerjanya seperti sekarang, langkah-langkah paling penting dan dapat diandalkan seperti apa yang mesti dilakukan untuk memperbaiki keadaan?  

    What-nya sudah ada gambaran, yaitu Indonesia Inc., disebut dengan istilah lain silakan (Indonesia Maju atau Indonesia Lebih Sejahtera, etc). Yang penting kehidupan bersama sebagai satu entitas berlangsung dalam keadaban, lapangan kerja tersedia dan terkelola dengan lebih baik, golongan ekonomi pra-sejahtera ditingkatkan menjadi sejahtera, reformasi birokrasi dijalankan dengan efektif, nilai mata uang menguat, pendidikan lebih maju, hukum ditegakkan, dst.nya.

    How-nya kita tantang untuk diwujudkan, antara lain dengan menjawab dua pertanyaan mendasar tersebut di atas. Kemampuan untuk menjawabnya perlu di-follow up dengan action plan yang dapat dieksekusi secara sistematis dan terukur. Dengan perilaku kepemimpinan yang lebih efektif, atas izin Tuhan, itu bisa.

    Sekarang, sebagaimana diajarkan oleh Simon Sinek – lewat buku Start with Why, How Great Leaders Inspire Everyone to Take Action (2009), disusul dengan rangkaian seminar (termasuk di lingkungan US Navy) dan workshops di organisasi-organisasi bisnis dan nonprofit – kita perlu menggali Why para (calon) pemimpin.

    Pertanyaan langsung, jika Anda ketemu calon presiden, dengan hormat ajukan ini: “Why Panjenengan/Sampeyan ingin menjadi Presiden?”

    Jawaban yang kita peroleh tidak ada yang salah, itu soal filosofi hidup. Dengan menggali Why para (calon) pemimpin atau suatu organisasi, kita bisa yakin mereka dapat mengelola How-nya dengan sungguh-sungguh. “He who has a why to live can bear almost any how,” kata filsuf Jerman Friedrich Nietzsche.

    Kalau Why para (calon) pemimpin tersebut dapat mereka utarakan secara gamblang dan ternyata seirama dengan filosofi Anda, maka pilihlah beliau.

    Mahathir Mohamad pada usia 92 tahun berhasil memenangi posisi Perdana Menteri Malaysia karena dia memiliki Why yang kuat -- simaklah materi kampanyenya, termasuk di antaranya berupa video. Mahathir sangat artikulatif mengungkapkan Why-nya dan membeberkan langkah-langkah yang akan dilakukan untuk menjadikan Malaysia lebih baik.

    Kata Simon Sinek, jika seorang politisi tidak dapat mengartikulasikan Why dia berkeinginan menduduki jabatan publik lebih dari sekedar karena alasan standar seperti “demi mengabdi rakyat”, bagaimana para pemilih dapat menentukan siapa yang mereka ikuti?

    Itulah pentingnya clarity of Why. Disusul dengan Consistency of How dan Discipline of What.

     

    Mohamad Cholid  adalah Head Coach di Next Stage Coaching.

    n  Certified Executive Coach at Marshall Goldsmith Stakeholder Centered Coaching

    n  Certified Marshall Goldsmith Global Leadership Assessment

    Alumnus The International Academy for Leadership, Jerman

    (http://id.linkedin.com/in/mohamad-cholid-694b1528)

    (http://sccoaching.com/coach/mcholid1)

    Kontak Nella +62 85280538449 untuk jadwal konsultasi Anda.

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.








    Oleh: Salsabila Zulfani

    1 hari lalu

    Covid-19, Membuat Tugas Auditor Menjadi Sulit?

    Dibaca : 122 kali

    Covid 19 adalah virus yang menyerang sisem pernapasan. Virus corona dapat menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru berat hingga kematian. Pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Hampir setiap hari ribuan bahkan ratusan korban infeksi virus corona meregang nyawa. Perekonomian negara terganggu bahkan banyak perusahaan yang harus mengurangi pegawai supaya tidak bangkrut. Dampak Covid 19 ini memang cukup banyak bagi negara terdampak. Lalu bagaimana dengan negara Indonesia?. Indonesia sudah berusaha sedemikian rupa untuk mencegah penularan virus Covid 19 ini,hingga pemerintah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ). Bekerja dan belajar dari rumah, hal ini mungkin tidak terlalu sulit sebab teknologi yang semakin canggih di masa sekarang ini. Lalu bagaimana dengan profesi yang harus bekerja turun lapang atau outdoor? Auditor misalnya?. Auditor harus menyambangi perusahaan klien sehingga dapat dengan mudah mengamati sistem pada perusahaan klien. Mengamati bagaimana SOP atau bagan alur setiap kegiatan perusahaan, seperti penjualan, pembelian dan aliran kasnya. Bagaimana auditor harus bekerja dari jarak jauh?. Strategi bagi auditor yang harus bekerja jarak jauh meliputi perencanaan audit, pemeriksaan/pengkajian dokumen, kerja lapangan/melakukan pengamatan, wawancara terhadap pihak yang terkait, dan pertemuan penutupan. Berikut penjelasan singkatnya. Perencanaan Perencanaan audit merupakan hal yang sangat penting di setiap pengauditan. Namun hal ini akan sulit jika pihak klien ada di lokasi yang jauh ataupun sulit terjangkau ( terpencil ). Sementara tahap perencanaan audit ini harus dibahas dengan klien. Informasi yang dapat dibahas dalam tahap ini adalah ruang lingkup perusahaan serta perncanaan jadwal kapan kegiatan audit akan di mulai, tak lupa memberi informasi kepada klien mengenai keterbatasan perihal proses kegiatan audit jarak jauh ini. Serta info apa saja yang akan dibagikan dan dengan tunjangan media atau teknologi apa yang digunakan. Berdasarkan kebutuhan diatas, auditor dapat menghabiskan waktu dua kali lebih banyak guna membahas perencanaan ini. Teknologi yang dapat digunakan dalam hal ini seperti vidio conference dan powerPoint untuk menyampaikan informasi/materi atau dapat menggunakan panduan visual lainnya. Pemeriksaan/Pengkajian Dokumen Pemeriksaan/pengkajian dokumen dari jarak jauh akan memakan waktu cukup banyak serta tak luput dari keterbatasan. Dalam hal ini auditor harus mampu menerima dokumen dalam bentuk/format apapun yang paling mudah diperoleh oleh klien sehingga dapat meminimalisir beban yang ada. Pertimbangan terkait aksesibilitas sistem file digital yang digunakan klien untuk menyimpan rekaman catatan tersebut harus diberikan. Pertimbangan strategi audit yang baik dan tepat juga harus dipikirkan oleh auditor untuk pemeriksaan ataupun pengkajian dokumen, pengambilan sampel dapat menjadi alternatif terbaik. Tergantung pada jumlah rekaman catatan yang ada. Terlepas apakah auditor memeriksa semua atau sebagian dari data yang tersedia. Tidak seperti pemeriksaan/pengkajian rekaman catatan di lokasi, pemeriksaan/pengkajian dokumen dari jarak jauh biasanya tidak memungkinkan untuk memberikan pertanyaan langsung pada saat yang sama. Auditor harus mencatat ataupun menulis hal-hal yang patut dipertanyakan pada klien saat melakukan proses pemeriksaan/pengkajian dokumen, dan dapat ditanyakan saat wawancara jarak jauh. Kerja Lapangan/Pengamatan Hal ini mungkin akan menjadi hal yang cukup sulit bagi audit jarak jauh, pasalnya hal ini biasanya dilakukan dengan menyambangi perusahaan klien. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan vidio conference ataupun livestreaming. Walaupun tidak terlepas dari kendala-kendala yang ada seperti ketersediaan Wi-Fi, lokasi kerja klien yang berada di tempat terpencil dan kebisingan yang mungkin akan mengganggu proses audit ini. Tidak banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan melakukan observasi jarak jauh. Sebab penayangan vidio hanya pada satu titik dan auditor akan kesulitan untuk melakukan pengamatan. Alternatif lain yang dapat diambil adalah dengan foto digital yang dapat diambil dari smartphone milik klien ataupun milik perusahaan. Hal ini dapat menimalisir kendala jaringan yang tidak memungkinkan melakukan vidio conference. Dari hasil pengamatan, audit dapat membuat catatan dan menyiapkan pertanyaan. Wawancara Terhadap Pihak yang Terkait Dalam hal ini mungkin tidak jauh beda dengan wawancara langsung, hanya perlu media penghubung seperti panggilan vidio ataupun semacamnya misalnya Google Meet, Skype dan Zoom. Auditor perlu melakukan perencanaan wawancara seperti berapa lama waktu yang diperlukan dan kepada siapa saja pihak yang perlu diwawancarai. Misalnya dengan penanggung jawab kegiatan, pemegang keluar dan masuknya kas ( kasir ), bagian gudang, penerimaan barang, dan personil lain yang bertanggung jawab dalam mendukung fokus audit. Persiapan wawancara jarak jauh membutuhkan waktu tambahan bagi auditor, serta auditor harus siap dengan daftar pertanyaan dan hal-hal terkait informasi tambahan apa saja yang dibutuhkan berdasarkan pengamatan yang dilakukan sebelumnya. Keterbatasan wawancara jarak jauh ini juga dapat terjadi ketika personil yang diwawancarai merasa canggung, gugup atau tidak nyaman dengan panggilan vidio oleh sebab itu, pemilihan kata dan penempatan intonasi yang bagus dan tepat akan dapat membuat wawancara menjadi tidak tegang. Pertemuan Penutupan Pertemuan penutupan audit jarak jauh memiliki konsep yang sama dengan pertemuan penutupan secara langsung, mungkin memang memerlukan media penghubung. Penjadwalan penutupan ini harus dipertimbangkan oleh auditor, minimal dua hari setelah melakukan wawancara. Sehingga auditor dapat mengkaji kembali catatannya dan menyusun rancangan awal hasil audit. Pertemuan penutupan ini dimaksudkan untuk mrmpresentasikan rancangan awal hasil audit kepada klien, menyelesaikan pertanyaan/permasalahan serta melakukan pembahasan lebih lanjut untuk hasil final audit, yaitu opini dari auditor. Kesimpulan yang dapat di ambil ialah penggunaan teknologi secara praktis. Inovasi dan transformasi teknologi menjadi fokus bisnis serta progam audit di seluruh dunia. Saat ini adalah saat yang tepat untuk mengkomunikasikan lebih lanjut mengenai proses audit jarak jauh. Terdapat beberapa teknologi berkembang yang dapat menunjang kegiatan tersebut antara lain vidio livestreaming, Virtual Reality ( VR ), pesawat tak berawak ( drone ) dan lainnya. Namun semua teknologi pastilah diperlukan biaya tambahan yang mungkin malah mengakibatkan auditor merugi. Jadi pilihlah teknologi yang sesuai dengan bayaran yang diterima. Proses audit jarak jauh bukanlah satu-satunya solusi yang tepat untuk semua masalah. Hal ini bukan pula sebagai pengganti pelaksanaan audit secara langsung. Namun sebagai bagian dari alternatif yang dapat dilakukan di masa pandemi ini.