Tol Bocimi Akan Genjot Elektabilitas Jokowi - Analisa - www.indonesiana.id
x

Aditya Harlan

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Analisa
  • Pilihan
  • Tol Bocimi Akan Genjot Elektabilitas Jokowi

    Dibaca : 110 kali

     

    Sukabumi diharapkan dapat memberikan torehan suara sampai 60 persen, elektabilitas Jokowi – Ma’ruf Amin mulai meningkat di kota tersebut. Saat ini perolehan dukungan sementara paslon nomor  01 tersebut berada di kisaran 50 persen.

                “Sukabumi mulai bangkit. Ada semangat. Yang dulunya kalah banyak, sekarang sudah sama. Mudah – mudahan besok akan naik lagi. Di Sukabumi sekitar 50 persen masih draw. Tapi besok, beberapa hari ini, kita harapkan akan naik cepat,” tutur Ma’ruf Amin.

                Dirinya menargetkan torehan suara 60 persen. Target tersebut dinilainya merupakan sesuatu yang tidak muluk – muluk mengingat masyarakat Sukabumi memiliki karakteristik rasional. Menurutnya berbagai progress percepatan pembangunan infrastruktur pada era Jokowi cukup memberikan pengaruh terhadap peningkatan elektabulitasnya. Ke depannya, Ma’ruf bersama pasangannya akan terus mendorong kemajuan pembangunan di Sukabumi dalam berbagai sektor.

                “Iya, saya kira Sukabumi sudah harus lebih rasional, lebih bisa melihat kenyataan adanya upaya – upaya perbaikan. Kami ingin Sukabumi bisa terus lebih baik ke depan dengan pembangunan infrastruktur kemudian pembangunan SDM-nya. Kami, saya, dan Pak Jokowi berjanji untuk mengembangkan kemajuan di Sukabumi yang sebetulnya sudah dimulai,” tutur Ma’ruf.

                Berprogressnya pembangunan Tol Bogor – Ciawi – Sukabumi (BOCIMI) juga diyakini oleh cawapres Ma’ruf Amin sebagai pendongkrak elektabilitas Jokowi – Ma’ruf Amin di Sukabumi. Menurutnya, peningkatan elektabilitas yang cukup signifikan di Sukabumi harus menjadi modal bagi kontestasi Pemilu 2019 April nanti untuk dapat meraih suara hingga 60 persen lebih.

                “Pastinya (Tol Bocimi berpengaruh). Makanya saya bilang, ini permulaan yang sudah bagus. (Tol Bocimi) yang sudah lama nggak maju – maju. Tapi sejak Pak Jokowi, sudah mulai,” ujar Ma’ruf.

                Demi kelangsungan hidup sebuah daerah, tentu pembangunan infrastruktur merupakan sesuatu yang penting. Karena dengan pembangunan yang ada maka akan menambah kesempatan bagi kemajuan suatu daerah. Pembangunan infrastruktur juga berdampak pada peningkatan lapangan kerja. Selain itu, akses untuk menuju ke suatu tempat akan semakin mudah sehingga akan mempercepat proses transportasi pengiriman barang baik dari dalam maupun luar daerah yang dapat meningkatkan aktifitas perputaran roda perekonomian daerah tersebut.

                Dalam kesempatan berbeda Presiden Jokowi pernah menegaskan akan pentingnya pembangunan infrastruktur bagi suatu negara guna menghadapi era persaingan di masa mendatang.

    “Negara ini memerlukan infrastruktur. Tanpa itu jangan mimpi bisa bersaing. Jangan ngimpi kalau pembangkit listrik airport, pelabuhan enggak ada,” Ujar Jokowi.

    Oleh sebab itu, Pemerintahan yang ada di bawah naungan Joko Widodo saat ini fokus pada pembangunan infrastruktur di seluruh tanah air. Mulai dari pembangunan jalan tol, jalur kereta api, hingga pembangunan dan perluasan bandara serta pelabuhan.

    “Pembangunan perbatasan terkecil itu penting sekali. Saya selalu sampaikan kepada Menteri PU harus minimal dua kali lebih baik. Ini soal kebanggaan harga diri dan martabat. Masa kalah dengan negara tetangga?” imbuhnya.

    Meski demikian, Presiden mengatakan bahwa kerja keras pemerintah harus diikuti dengan dukungan dari masyarakat. Namun, saat ini Presiden menilai masih banyak masyarakat yang belum mengetahui program – program yang sedang dijalankan pemerintah.

    “Kasih tahu ke masyarakat kita sudah bekerja siang – malam, sabtu – minggu untuk menyelesaikan yang riil dibutuhkan masyarakat,” ucapnya.

    Mantan walikota Solo tersebut telah membangun tol sepanjang 782 kilometer yang telah rampung dikerjakan selama 4 tahun. Sehingga akses transportasi darat dapat memangkas waktu lebih cepat.

    “Di Indonesia bagian timur, di Papua, jalan rusak seperti ini banyak sekali. Masa hanya 120 kilometer memakan waktu dua atau tiga hari baru sampai. Harus menginap, harus masak di jalan. Inilah pentingnya infrastruktur,” tutur Joko Widodo.

    Meski pembangunan di Papua sempat terhambat karena adanya kelompok kriminal bersenjata, namun hal itu tidak menyurutkan Pemerintah untuk terus membangun Papua dan wilayah – wilayah lain di Indonesia agar dapat saling terhubung.

    Pembangunan infrastruktur yang merata di seluruh wilayah Nusantara dilakukan dengan harapan agar keterhubungan antarwilayah menjadi lebih meningkat. Keterhubungan antar wilayah itu pada gilirannya akan menyatukan seluruh daerah di tanah air sehingga meningkatkan semangat persatuan dan kesatuan.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.