Perlukah Menutup Warung Makan di Bulan Ramadan? - Viral - www.indonesiana.id
x

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Senin, 20 Mei 2019 05:05 WIB
  • Viral
  • Pilihan
  • Perlukah Menutup Warung Makan di Bulan Ramadan?

    Dibaca : 198 kali

    Memasuki bulan suci Ramadhan banyak warung makan yang tetap berjualan selama bulan Ramadhan. Biasanya warung makan mengganti jam buka warung mereka menjadi selepas magrib hingga selepas subuh. Tetapi, tidak sedikit warung makan tetap berjualan pada siang hari selama bulan Ramadhan. Pada saat mereka berjualan, mereka menggunakan tirai atau semacam penutup agar aktivitas berjualan mereka tidak terlihat dari luar dan tidak mengganggu konsentrasi orang yang sedang berpuasa. Tetapi, di beberapa daerah ada kebijakan melarang warung makan untuk buka pada siang hari selama bulan Ramadhan. Sebagai contoh, Petugas Satpol PP Kota Padang menutup paksa dan menyita kompor, tabung gas serta peralatan memasak lainnya dari warung makan yang buka pada siang hari. Tindakan itu dilakukan petugas Satpol PP sejak hari pertama puasa, Senin (6/5/2019) lalu. Keberadaan rumah makan yang buka siang hari dinilai mengganggu aktivitas umat Muslim dalam menjalankan ibadah puasa. Dari kebijakan tersebut, banyak menimbulkan kontra. Berikut ini merupakan alasan mengapa tidak perlu ada kebijakan menutup paksa warung makan di bulan Ramadhan.


    1. Tidak semua orang Indonesia merupakan umat muslim yang wajib berpuasa

    Masyarakat Indonesia tidak hanya beragama muslim, tetapi ada yang beragama Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khong Hu Cu. Berdasarkan sensus BPS tahun 2010, persentase penduduk beragama muslim mencapai 87 %, sedangkan sisanya untuk non muslim mencapai 13 %. Untuk itu, ada sebagian 13 % masyarakat Indonesia yang tidak menjalankan ibadah puasa. Mereka juga membutuhkan makan di bulan Ramadhan, sehingga penutupan warung makan akan menyulitkan masyarakat non muslim untuk memenuhi kebutuhan akan makanannya.

    1. Tidak semua umat muslim berpuasa di bulan Ramadan

    Dalam agama islam, tidak semua umat muslim diwajibkan untuk berpuasa di bulan Ramadhan. Perempuan haid, ibu hamil atau yang sedang menyusui, orang yang sedang menderita sakit, musafir, dan orang tua yang lemah. Mereka semua tidak diwajibkan untuk melaksanakan puasa di bulan Ramadhan. Oleh karena itu, penutupan warung makan akan menyulitkan orang yang tidak diwajibkan berpuasa apabila hendak mencari makan di bulan Ramadhan.

    1. Menghambat rezeki pemilik warung

    Pelarangan warung makan berjualan di bulan Ramadhan tentu akan menghambat pendapatan pemilik warung. Warung makan yang berjualan pada siang hari di bulan Ramadhan pasti mempunyai alasan khusus mengapa tidak memilih untuk berjualan di malam hari ketimbang pada siang hari. Oleh karena itu, bila warung makan dilarang berjualan pada siang hari, dari manakah sang pemilik warung makan akan memperoleh penghasilan?

    1. Berpuasa merupakan ibadah yang bersifat rahasia yang hanya diketahui Tuhan dan umatnya

    Ibadah puasa merupakan ibadah yang orang lain tidak akan bisa pernah tau apakah kita benar-benar menjalankan puasa atau tidak. Tidak seperti shalat dan ibadah haji yang bisa dilihat oleh orang lain, puasa merupakan rahasia yang hanya diketahui oleh Allah SWT. dan umatnya yang menjalankan ibadah puasa. Buka atau tidaknya warung makan seharusnya tidak dijadikan alasan untuk menahan godaan hawa nafsu, tetapi diri sendiri yang harus kuat dalam menahan godaan hawa nafsu. Dan ketika menutup paksa warung makan, apakah kita sudah lebih hebat dari pada Tuhan? Allah SWT. saja memperbolehkan sebagian umatnya untuk tidak berpuasa, maka dengan menutup warung makan di bulan Ramadhan kita menghalangi hak-hak sebagian orang yang diperbolehkan tidak menjalankan puasa.

    Kebijakan menutup paksa warung makan di bulan Puasa seharusnya dikaji ulang dan harus dipikirkan secara matang-matang. Orang yang berpuasa seharusnya tidak minta untuk dihormati bahwa ia sedang menjalankan puasa, sebab puasa merupakan ibadah yang bersifat rahasia antara Tuhan dan diri sendiri. Marilah orang yang berpuasa menghormati hak-hak orang yang tidak berpuasa dan orang yang diperbolehkan untuk tidak menjalankan ibadah puasa.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.