Waisak dan Ramadan dalam Kebhinekaan - Analisa - www.indonesiana.id

chilya qr

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 20 Mei 2019

Senin, 20 Mei 2019 11:29 WIB

Waisak dan Ramadan dalam Kebhinekaan

Dibaca : 64 kali

Hari raya Waisak merupakan hari suci agama budha untuk memperingati 3 peristiwa penting. Tiga peristiwa penting ini dikenal dengan istilah Trisuci Waisak. Hari raya Waisak merupakan hari yang paling bersejarah dalam agama buddha. Hari vesakha atau waisak disebut sebagai hari keberuntungan yang memperingati kelahiran, pencerahan (nirwana), dan kematian Budha Gautama. Perayaan Waisak tahun ini jatuh pada hari minggu tanggal 19 mei 2019, yang mana bersamaan dengan berjalannya bulan suci ramadhan 1440 hijriyah. Peringatan waisak di tengah-tengah bulan ramadhan merupakan bentuk kebersamaan dan keberagaman di Indonesia. Keberagaman merupakan ciri khas Indonesia yang hakekatnya adalah kekuatan dan bukan hal yang melemahkan. Keberagaman merupakan sebuah interpretasi demokrasi dalam kehidupan rakyat Indonesia. Keberagaman ini membangun kebersamaan antar masyarakat yang merupakan cerminan semboyan indonesia yaitu “bhineka tunggal ika” berbeda-beda tapi tetap satu jua. Perbedaan dari segi ras, suku, budaya, dan agama bukan penghalang bagi masyarakat Indonesia untuk saling menghormati sesama.

Di hari waisak dan bulan ramadan yang suci diharapkan menjadi penerang di tengah-tengah perselisihan yang terjadi di ranah politik, jika pertikaian dan pelecehan antar masyarakat terus terjadi maka akan menodai kita sebagai bangsa indonesia yang berdemokrasi dan berideologi pancasila. Bangsa yang berideologi pancasila sudah seharusnya berpedoman untuk saling menghormati dan menghargai agar terhindar dari perselisihan. Agama masing-masing yang kita yakini tentunya mengajarkan sebuah kasih sayang bukan kebencian. Hari waisak yang bertepatan dengan ramadhan ini mengajarkan kita untuk menjalin persaudaraan antar umat bergama yang damai.  Toleransi antar umat beragama sangat penting agar tidak terjadi diskriminasi antar golongan satu dengan yang lain. Kita sebagai makhluk yang bertuhan dituntut untuk saling mengerti dan memahami perbedaaan agar tercipta kerukunan hidup antar pemeluk agama.  Beragama dalam kebinekaan merupakan jembatan untuk menyatukan perbedaan menjadi persatuan, bukan untuk memperlebar jarak antar umat beragama bangsa Indonesia.

Perayaan waisak ini mengingatkan kita untuk menyingkirkan kegelapan ketidaktahuan, kefanatikan, dan kebencian di dunia dan begitu juga bulan ramadhan yang membawa keberkahan dan menyatukan umat beragama di Indonesia. Dengan saling menghormati perbedaan antar umat bergama, tri suci waisak dan pelaksanaan ibadah puasa dapat berjalan berdampingan. Kedua umat beragama dapat menjalankan ibadah dengan rasa aman dan tenang. Kehidupan beragama dalam kebhinekaan adalah wujud keharmonisan dan perdamaian untuk meningkatkan rasa persaudaraan dan rasa persatuan sebagai bangsa indonesia.

  • Ramadan

Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.