Tim Mawar Disebut-sebut, DPP GMNI Minta KSAD Ambil Sikap - Viral - www.indonesiana.id
x

arjunaputra aldino

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Rabu, 12 Juni 2019 09:41 WIB
  • Viral
  • Berita Utama
  • Tim Mawar Disebut-sebut, DPP GMNI Minta KSAD Ambil Sikap

    Dibaca : 745 kali

    Nama Tim Mawar kembali mencuat setelah beredarnya laporan investigasi Tempo yang menemukan sejumlah fakta keterkaitan mantan anggota “eks-Tim Mawar” dalam aksi kerusuhan 22 Mei yang lalu. Laporan investigasi tersebut menyorot keterlibatan eks anggota Tim Mawar yang bernama Fauka Noor Farid yang diduga menggerakkan massa terkait rusuh sekitar Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada 21-22 Mei. Penegak hukum juga telah menetapkan sejumlah purnawirawan TNI-Polri, terutama yang berpangkat perwira tinggi sebagai tersangka dalam beberapa kasus pelanggaran hukum. Mantan Komandan Kopassus, Soenarko, ditetapkan sebagai tersangka dugaan kepemilikan senjata api ilegal. Sedangkan mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Kivlan Zen, menjadi tersangka dugaan makar. Serta mantan Kapolda Metro Jaya Komisaris Jenderal (Purn) Polisi Muhammad Sofyan Jacob juga ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar.

    Menanggapi hal ini, Ketua DPP GMNI Bidang Kaderisasi dan Ideologi, Arjuna Putra Aldino berpendapat pentingnya pernyataan sikap dari Kepala Staf TNI Angkatan Darat (AD) untuk menjernihkan opini publik terkait dugaan keterlibatan mantan anggota Tim Mawar dalam aksi kerusuhan 22 Mei.

    “Tim Mawar identik dengan TNI-AD, maka perlu pernyataan sikap dari KSAD untuk menjernihkan informasi yang beredar agar tidak merugikan nama baik satuan atau TNI secara keseluruhan. Karena secara resmi riwayat Tim Mawar dalam TNI sudah selesai”, ungkap Arjuna

    Apalagi menurut Arjuna, beredar informasi di media sosial ada pihak yang mengkait-kaitkan kasus ini dengan jiwa korsa TNI, dimana upaya itu bisa berdampak buruk baik bagi penegakan hukum yang sedang berjalan maupun citra TNI di mata publik.

    “Yang ditakutkan ada pihak yang memprovokasi dengan mengkaitkan kasus ini dengan jiwa korsa TNI. Tentu ini salah kaprah. Maka perlu pernyataan sikap untuk meluruskan dan menegaskan”, tambah Arjuna

    Maka, Arjuna juga menambahkan pernyataan sikap dari KSAD sangat penting untuk meneguhkan kembali loyalitas tunggal TNI kepada Negara, profesionalitas TNI sebagai garda terdepan pertahanan nasional.

    “Pernyataan sikap KSAD juga penting untuk meneguhkan kembali loyalitas tunggal TNI pada Panglima Tertinggi, pada supremasi sipil” kata Arjuna

    Karena tidak menutup kemungkinan penangkapan sejumlah purnawirawan berpangkat perwira tinggi akan membawa pengaruh psikologis pada anggota TNI aktif terutama mantan anak buah atau orang yang pernah dekat.

    “Tentu, penangkapan purnawirawan itu berpengaruh pada psikologis anggota. Maka pernyataan sikap perlu untuk menegaskan posisi TNI sebagai alat pertahanan negara. Seperti apa yang dikatakan Bung Karno, TNI tidak boleh diombang-ambingkan oleh politik. Politik TNI adalah politik negara”, tutup Arjuna Putra Aldino, Ketua DPP GMNI Bidang Kaderisasi dan Ideologi


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Admin

    2 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 610 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).