Pak Sutopo, Terima Kasih Sudah Menjadi Orang Baik - Viral - www.indonesiana.id
x

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Instagram @sutopopurwo)

Victor Rembeth

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Minggu, 7 Juli 2019 22:20 WIB
  • Viral
  • Pilihan
  • Pak Sutopo, Terima Kasih Sudah Menjadi Orang Baik

    Dibaca : 1.017 kali

     

    Kabar mengagetkan pagi ini ketika membuka WA tentang kepergianmu untuk selamanya. Ada rasa tidak percaya karena optimisme tetap ada beberapa hari sebelum kamu siap berangkat ke Guangzhou. Dalam ekspresi kesakitan masih banyak canda kamu bagi untuk aku. Lho siapa yang sakit, kamu apa aku to mas. Sambil mempersiapkan semuanya dan menghubungi saudara saudara di Rumah Sakit d Guangzhou, aku sangat sangat berharap kita masih bisa bertemu lagi. Kutitipkan bahkan kamu ke adikku yang ada di rumah sakit yang sama.

    Waktu itu kamu malah berbagi cerita tentang keluarga selama hampir 1 jam. Kamu berbagi cerita bertemu istri di wisuda sarjana UGM, dan bangga anak saya juga di UGM almamatermu. Kamu berbagi cerita tentang orang orang baik di sekitarmu. Dan tanpa berburuk sangka, apakah sekedar pujian kosong atau tidak, kamu malah memuji kebaikan saya sebagai pendeta kemanusiaan sahabat baikmu di depan semua yang hadir di ruang tamu. Sampai sampai aku malu kepada kue kue yang masih banyak tersisa di toples toples meja tamumu, kok aku dipuji puji sebagai orang baik. Bisa aja memuji diriku setinggi langit "as usual" di dalam forum apapun.

    Lah kalau saya baik dan banyak orang baik yang kamu puji, siapa kamu? Sutopo Purwo Nugroho kurang baik kah? Tidak baik kah? Ah obrolan di siang hari itu menohok aku tentang definisi orang baik. Dalam canda kita bercerita sambil sesekali kamu meringis, definisi orang baik buat kamu adalah orang yang mau berbagi kebaikan kepada sesama manusia. Ah, tambah embel embel, karena jabatan KAPUSDATIN BNPBmu, kamu tambah yang membawa kabar baik, kabar benar dan bukan hoaks. Oh dasar Sutopo sang seleb info bencana.

    Aku baru sadar kamu selalu merasa.dirimu masih kurang baik karena belum bisa berbuat banyak menangkal kabar buruk, hoaks dan berbagai silang informasi yang makin menggila di era medsos. Kamu juga merasa kurang baik ketika mengungkapkan info kebenaran malah disalah mengerti.. Kamu juga masih merasa kurang baik karena masih banyak ide besarmu yang belum terlaksana bahkan ketika sudah bertemu Presiden Jokowi empat mata. Sebuah keberhasilan untuk seorang pejabat eselon 2 bisa diterima ngobrol 1 jam lebih dengan presiden berduaan saja. Kamu masih dan masih merasa belum berbuat banyak. OMG pak Sutopo, kamu orang baik.

    Ketika dalam selorohmu kamu bilang kebaikan adalah bisa bertemu Raisa sang penyanyi, dan dalam nada yang lebih serius kamu berkata orang baik bagimu adalah orang orang yang mengasihimu, aku jadi "ngeh" nilai apa tentang kebaikan yang kamu sedang nasihatkan padaku. Orang baik adalah seperti kata lagu Katon yang membawa ke "Negeri di Awan". Pak Bro sobat, aku belajar dihari terakhir ketemuan sama kamu. Masih tetap celelean, ketawa dan meringis (mungkin karena sakit), guyon dan optimis, kamu masih dan masih berbagi kebaikan ketika bukan aku yang datang untuk menguatkan, tapi kamu berbagi untuk menguatkan.

    Pak Topo dalam dukaku aku masih merasa kamu telah menjadi orang baik, luar biasa baik, sangat baik. Dalam profesionalisme kamu mengajarkan berbagi informasi yang santun dan baik. Dalam akuntabilitas terhadap profesi kamu juga hebat dalam menjaga kepercayaan insan pers, pimpinan dan kolegamu serta masyarakat yang selalu menantikan berita yang dapat dipercaya. Dalam spiritualitasmu, kamu telah menyalakan api kemanusiaan dan kehambaan insan Ilahi yang menjadi teladan bagi banyak orang.

    Sobat, tak ada lagi candaan dan obrolan serius di ruang kantormu, di pesawat atau di lapangan bencana. Tidak ada lagi WA konfidensial dan curhatan menarik darimu. Tidak ada kamu bro... Aku nangis, aku sedih dan aku kehilangan. Tapi aku berusaha, walau susah, menerima ini sebagai kedaultan ilahi yang terbaik buat dirimu. Engkau telah mengakhiri "pertandingan kehidupan" untuk kebaikan yang luar biasa. Engkau telah fastabiqul khoirot. Engkau telah menjadi pembawa damai yang lama kita cari. Selamat jalan sobat baikku.

    Sambil berharap lahirnya Sutopo Sutopo baru dalam dunia pelayanan kemanusiaan Indonesia.
    Di hari akhirmu meninggalkan saya, kekasih kekasih kamu dan jutaan manusia yang berhutang kebaikan padamu
    Victor Rembeth/Pendeta

    Jakarta 7 Juli 2019


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.